Home Gaya hidup 5 Hal yang Membuat Self Love Menjadi Toxic dan Menghancurkan Dirimu Sendiri

5 Hal yang Membuat Self Love Menjadi Toxic dan Menghancurkan Dirimu Sendiri

TELENEWS.ID – “Self love” atau mencintai diri sendiri merupakan hal yang sering kita dengar belakangan ini. Self love adalah suatu keadaan penghargaan terhadap diri sendiri yang tumbuh dari tindakan yang mendukung pertumbuhan fisik, psikologis dan spiritual kita.

Belakangan ini banyak orang yang mulai aware atau paham mengenai self love, dimana mereka harus mendahulukan diri mereka sendiri dibandingkan orang lain. Mencintai diri itu tidak egois, justru itu adalah hal yang penting.

Kondisi ini baik untuk diri sendiri, untuk kesehatan pribadi, dan pada akhirnya ini juga bermanfaat untuk semua orang di sekitarmu. Kamu akan melihat bahwa jika kamu lebih mencintai diri sendiri, kamu akan merasa lebih baik, akan memiliki lebih banyak kesempatan dan bahkan hubungan dengan orang lain akan meningkat.

“Mencintai diri sendiri adalah tentang memberi diri sendiri izin untuk menerima cinta dan dukungan tanpa syarat dari dalam dirimu sendiri, terlepas dari ketidaksempurnaan yang melekat sebagai manusia,” kata Hala Abdul, seorang psikoterapis yang berbasis di Kanada.

Namun terlepas dari popularitasnya, konsep self love dapat membingungkan, dan terkadang digunakan sebagai topeng untuk menyembunyikan perilaku yang sebenarnya toxic. “Konsep self love kadang disalahgunakan sebagai alasan untuk menghindari perilaku tertentu, yang sering kali dapat menimbulkan sesuatu yang toxic dalam hubungan interpersonal-mu” lanjut Hala lagi.

Lalu apakah ada tanda yang menunjukkan jika self love telah berubah menjadi sesuatu yang toxic pada diri kita sendiri?

  1. Ketika self love justru menyakiti orang lain
    Pernahkah kamu melihat seseorang membenarkan tindakan kasar atau tidak sopan dengan mengatakan “jika kamu tidak mencintaiku dalam kondisi terburukku, maka kamu tidak bisa mencintaiku dalam kondisi terbaikku”? Jenis sikap ini bukanlah self love karena mencintai diri sendiri tidak menyakiti orang lain. “Beberapa orang berpikir bahwa mengatakan atau melakukan apa pun yang mereka inginkan adalah mereka mengatakan kebenaran atau menjadi otentik,” kata Michelle Baxo seorang mentor pribadi dan penulis “Power Love Dating.”

“Tetapi prasangka, kebencian, penilaian, penolakan, atau menyakiti orang lain dengan cara apa pun adalah ekspresi self love yang toxic. Orang-orang ini melewatkan tujuan sebenarnya di balik tindakan self love ini” tambahnya.

  1. Ketika self love membuatmu menghindari konflik
    Menghindari konflik tidak menunjukkan cinta diri sendiri. Alice Mills Mai, konselor kesehatan mental mengatakan self love tidak boleh digunakan sebagai alasan untuk menghindari konflik, menghindari menjadi rentan, atau tidak menghormati batasan dan otonomi orang lain. Menurut Mai, konflik adalah bagian yang sehat dari hubungan apapun, dan dapat membantu seseorang tumbuh dan berproses.
  2. Ketika self love menciptakan toxic positivity
    “Positive vibes only” terdengar bagus, tetapi dapat digunakan untuk mengabaikan pertumbuhan yang sehat atau komunikasi yang terbuka dan jujur dengan orang lain. “Selalu mencari hal positif dapat menjadi gagasan yang luar biasa dan menginspirasi,” kata Michele Goldman, seorang psikolog di Columbia Health and Hope for Depression Research Foundation. “Namun, pernyataan ini sering diucapkan ketika orang lain mengekspresikan beberapa jenis emosi selain kebahagiaan atau kegembiraan. Oleh karena itu, ini digunakan untuk mengabaikan pengalaman emosional orang lain alih-alih mengakui dan memvalidasinya” tambahnya lagi.
  3. Ketika self love menjadi alasan untuk berperilaku toxic
    Terkadang, orang berpikir mencintai diri sendiri berarti “melakukan apa yang terasa benar bagi mereka.” Namun ini dapat disalahgunakan sebagai cara untuk melakukan perilaku yang tidak baik. “Tindakan yang akhirnya menyakiti hubungan dengan diri sendiri bukanlah self love yang sebenarnya,” kata Naomi Torres-Mackie, psikolog klinis berlisensi di Lenox Hill Hospital di New York City. Self love bisa menjadi toxic, ketika kamu bersembunyi di baliknya sebagai bentuk pembenaran untuk perilakumu yang buruk.
  4. Ketika self love membuatmu egois
    Mencintai diri sendiri adalah tentang menerima ketidaksempurnaan seseorang, sambil berjuang untuk mengembangkan diri dengan cara yang sehat. Mereka yang benar-benar mencintai diri sendiri berjuang untuk keseimbangan dan harmoni yang saling menghormati di semua hubungan. Jadi, jika self love membuat kamu mengabaikan perasaan orang lain, tidak jujur, atau narsis, maka itu bukan cinta diri sejati.(Yuyun Amalia)
Baca juga :  Bisa Bikin Kena Mental, Kenali Tanda-tanda Kamu Punya Teman Yang Fake
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

6 Manfaat Batubara Selain Dikenal Barang Tambang Ekspor

TELENEWS.ID - Manfaat batubara tidak hanya sebagai barang ekspor dengan nilai investasi tinggi. Pada dasarnya batubara mampu dijadikan akses bahan bakar pembangkit...

Belajar dari Citra Kirana, Ini Tips Menerima Masa Lalu Pasangan dengan Lapang Dada

TELENEWS.ID - Keputusan Citra Kirana untuk secara terbuka menerima masa lalu sang suami, Rezky Aditya membuat banyak orang salut padanya. Bagaimana tidak...

Waspada, Kebiasaan Mengkonsumsi Zat Ini Bisa Merusak Ususmu

TELENEWS.ID - Makan bukan hanya memasukkan makanan ke dalam mulut dan sekedar membuat perut terasa kenyang saja. Namun kita juga perlu memperhatikan...

Ternyata Bukan Raffi Ahmad yang Akuisisi Saham US Lecce

TELENEWS.ID – Sejak 27 Mei kemarin pemberitaan di Indonesia heboh dengan kabar bahwa Raffi Ahmad membeli saham club sepak bola asal Italia,...