Home Gaya hidup Kesehatan 5 Mitos Sesat Anggapan Masyarakat Terkait Kebiasaan Minum Susu

5 Mitos Sesat Anggapan Masyarakat Terkait Kebiasaan Minum Susu

TELENEWS.ID – Mayoritas masyarakat masih mengira kebiasaan minum susu hanya diperlukan untuk anak-anak, hal ini ternyata menjadi sebuah kekeliruan besar. pasalnya kebiasaan minum susu merupakan hal baik dan harus dilakukan orang dewasa sekalipun.

Padahal dalam segelas umum (ukuran 250 mililiter) dapat memenuhi 10 persen dari kebutuhan kalori tubuh harian orang dewasa. Susu merupakan bahan alami yang dapat menjadi sumber energi yang baik untuk tubuh, karena kaya akan mineral, serat dan vitamin.

Sayangnya banyak sekali mitos menyesatkan yang terbukti salah kaprah terkait dengan kebiasaan minum susu. Inilah yang membuat banyak orang dewasa malas minum susu hingga menyalahkan susu sebagai biang kerok kenaikan berat badan.

5 Mitos Salah Kaprah Terkait Kebiasaan Minum Susu

  1. Minum Susu Bikin Gemuk

Dilansir dari studi International Journal of Obesity yang dilakukan pada 2004, ini menemukan sebuah fakta mencengangkan, bahwa konsumsi susu secara rutin dapat menurunkan berat badan dengan sehat. Studi ini bahkan dilakukan pada dua kelompok dengan kebutuhan kalsium berbeda, namun hasilnya tetap sama.

Kedua kelompok ini adalah mereka yang sedang menempuh diet rendah kalsium dengan komposisi jumlah konsumsi susu 400-500 miligram dan diet tinggi kalsium dengan komposisi jumlah konsumsi susu 1200-1300 miligram. Hasilnya kelompok kedua mengalami penurunan berat badan lebih besar jika dibandingkan dengan kelompok pertama.

Bahkan kelompok kedua ini bukan hanya kehilangan berat badan, namun juga mengalami penurunan lemak tubuh dan lemak abdominal. Hal ini bahkan tidak diperhitungkan sama sekali. Ini jelas menunjukkan, bahkan minum susu jelas tidak bisa membuat tubuh mengalami overweight atau memicu obesitas.

  1. Minum Susu Hanya Baik Untuk Tulang

Susu memang memiliki kandungan kalsium dan zat besi yang lebih tinggi dari jenis makanan lainnya, namun susu tidak hanya bagus untuk menjaga ketahanan tulang dan gigi. Karena memiliki banyak kandungan nutrisi lainnya yang baik untuk kesehatan tubuh.

Hal ini ditunjukkan oleh riset yang diterbitkan Journal of The American College of Nutrition pada 2009 lalu. Sebuah penelitian menemukan fakta, bahwa konsumsi susu secara rutin yang sertai dengan diet rendah garam akan sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah.

Para peneliti juga menemukan jika kandungan mineral dalam susu seperti kalium, kalsium dan magnesium, memiliki peran penting dalam mengatur tekanan darah. Bahkan riset berbeda yang ditemukan di jurnal yang sama, ditemukan penelitian yang menunjukkan penderita kanker kolorektal atau kanker kolon dapat memperpanjang masa hidup dengan konsumsi produk susu secara rutin, ini bukan hanya memperpanjang usia namun juga mengurangi gejala dan rasa sakit yang ditimbulkan.

Ini jelas membuktikan, jika susu bukan hanya bagus untuk kepadatan tulang dan gigi, namun juga baik untuk kesehatan tubuh. Karena memiliki banyak kandungan mineral dan serat yang membantu menetralkan kandungan racun dalam tubuh.

  1. Minum Susu Hanya Untuk Anak-Anak

Minum susu adalah kebiasaan wajib untuk anak-anak, ini mitos dan pandangan yang salah. Pasalnya semua orang harus minum susu untuk memenuhi asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh, sehingga baik orang dewasa hingga lansia wajib hukumnya minum susu.

Kenapa kebiasaan minum susu harus diberikan pada anak-anak? Karena anak-anak masih membutuhkan kandungan kalsium dalam jumlah besar untuk tumbuh dan kembang. Sedangkan orang dewasa hingga lansia, membutuhkan kandungan kalsium 1.000 – 1.2000 miligram setiap harinya, ini tidak akan tercukupi hanya dengan konsumsi makanan sehat saja.

Baca juga :  Awas! Hewan Peliharaan Juga Bisa Tertular Virus Corona

Sayuran hijau dan daging merah memang bisa menunjang kebutuhan kalsium, namun tidak akan memberikan serat seperti yang diberikan oleh susu. Maka dari itu, sebaiknya orang dewasa hingga lansia tetap konsumsi susu.

Sekarang ini sudah banyak pilihan susu yang lebih enak dikonsumsi untuk sehari-hari, seperti susu sapi dengan preferensi rasa, susu full cream, susu kedelai, susu low fat, susu skim hingga susu kambing. Jangan khawatir, masing-masing susu memiliki nutrisi yang sama, perbedaan hanya pada kandungan lemak saja.

  1. Minum Susu Bikin Diare

Kapok minum susu karena tidak berselang lama menyebabkan diare atau langsung buang air besar, ini merupakan pandangan yang salah dan sudah pasti mitos kalau minum susu bikin diare. Memang terdapat kandungan laktosa dalam susu yang bisa menyebabkan mulas hingga gangguan pencernaan lainnya, namun bukan berarti minum susu bikin diare.

Baca juga :  Pernah Rasakan Sensasi Terjatuh Ketika Akan Terlelap? Ini Jawabannya!

Terjadinya diare setelah minum susu bukan berarti susu yang jadi penyebab utamanya, namun bisa jadi dari jenis makanan lainnya. Kandungan laktosa dalam susu, tidak akan menyebabkan masalah pencernaan apapun, buktinya anak-anak tidak menyalami diare sekalipun sering konsumsi susu.

Dilansir dari National Institute of Health, US Department of Health and Human Sciences pada 2007 lalu, sebuah penelitian menemukan penyebab diare, ini disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari konsumsi makanan atau obat-obatan tertentu, terjadinya infeksi bakteri dari virus, infeksi pada saluran pencernaan hingga intoleransi pada jenis makanan tertentu.

Namun tidak ditemukan adanya susu atau kandungan susu yang menyebabkan seseorang mengalami diare. Jelas ini hanya mitos, namun sayangnya masih dipercaya oleh masyarakat. Padahal minum susu dapat memperlancar sistem pencernaan karena kaya akan kandungan serat dan mineral.

  1. Minum Susu Harus Sesuai Kebutuhan Tubuh

Kini ada banyak sekali jenis susu yang dijual di pasaran, hal ini membuat masyarakat bingung, susu apa yang cocok untuk dikonsumsi sekarang ini. Pasalnya semua orang punya kebutuhan tubuh masing-masing, ini anggapan yang salah. Semua susu memiliki kandungan yang sama hanya saja kandungan lemak yang berbeda.

Itulah kenapa, Anda harus menyesuaikan dengan kebutuhan. Misalkan untuk susu full cream ini merupakan susu yang dihindari oleh penderita obesitas atau mereka yang tidak ingin gemuk. Padahal cukup dengan hitung jumlah kalori harian yang dibutuhkan, tetap bisa konsumsi susu full cream tetapi dengan takaran yang pas.

Dilansir dari Journal of The American College of Nutrition pada 2009, seorang ahli gizi klinis, dokter Diana F Suganda, bahkan menyebutkan susu memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk tubuh, konsumsi rutin dapat melindungi tubuh dari demensia (penyakit penurunan daya ingat) dan radikal bebas.

Diana juga menyebutkan, jika konsumsi susu ini baik karena memiliki kandungan lemak. Lemak inilah yang menyebabkan tubuh terasa kenyang sehingga tidak membutuhkan asupan makanan lainnya. Bahkan menurun Diana, diet dengan susu bisa lebih sukses dibandingkan diet dengan bahan makanan lainnya. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

New York Rasa Lokal Ada di Broadway Alam Sutera

TELENEWS.ID- Bicara rencana liburan untuk akhir pekan, sepertinya seru untuk dibahas. Bukan tanpa sebab, saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah...

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...