Home Nasional Ada Lembaga yang Tidak akan Ikut Pindah ke Ibukota Baru ?

Ada Lembaga yang Tidak akan Ikut Pindah ke Ibukota Baru ?

TELENEWS.ID – Rencana pemindahan Ibukota kian matang dengan sudah dimulainya susunan lembaga serta aparat sipil negara (ASN) yang direncanakan akan pindah ke ibukota baru. Senin (14/03/2022), Presiden Joko Widodo bersama dengan gubernur se-Indonesia mengunjungi ibukota baru dan melakukan upacara sederhana guna menyambut ibukota baru.

Kementerian pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyatakan akan ada lima klaster pemindahan kementerian atau lembaga ke ibukota baru. Pemindahan lembaga ini akan dilakukan secara bertahap pada dalam periode 2024 – 2034. Adapun urutan dari pemindahan lembaga tersebut, Menpan RB, Tjahyo Kumolo belum memberikan detailnya.

Adapun lima klaster yang dimaksud adalah pada klaster pertama berisi Presiden dan para pejabat negara. Lembaga tinggi negara (MPR, DPR, DPD, MA, MK, KY, BPK). Kementerian Koordinator (Kemenko Polhukam, Kemenko PMK, Kemenko Marves, Kemenko Perekonomian).

Kemendagri, Kemenlu, Kemenhan, Kemensetneg, Setkab, KSP, Wantimpres, KemenPPN/Bappenas, Kemekeu, Kemenpan RB, BPKP. KemenPUPR, Kementerian ATR/BPN, Kemenkominfo, BSSN. Mabes TNI, TNI AD, TNI AU, TNI AL, Mabes Polri, Paspampres, BIN, Kejagung, Kemenkumham, KPK.

Klaster kedua adalah Kemenkes, Kemendikbud-Ristek, Kemenhub, KLHK, dan Kemen BUMN. Klaster ketiga adalah Kemenag, Kemensos, Kemendes PDTT, Kemenpora, KemenPPPA, Kemendag, Kemenperin, Kemenkop UKM, Kemenaker, Kementan, Kemen ESDM, KKP, Kemenparekraf/Baparekraf, Kemenrinves/BKPM.

Klaster keempat adalah lembaga pemerintah non kementerian (LPNK). Sedangkan klaster kelima adalah lembaga non struktural (LNS). Tjahyo kumolo menjelaskan akan ada sekitar 60,000 orang ASN yang akan dipindahkan pada klaster pertama.
Tjahyo Kumolo juga menjelaskan aka nada 25 lembaga yang tidak ikut dipindahkan ke ibukota baru. Adapun lembaga tersebut adalah Arsip Nasional RI, Badan Standarisasi Nasional, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten), Perpustakaan Nasional, Komisi pengawas dan persaingan usaha, komisi nasional hak asasi manusia, Komnas Perempuan, komisi perlindungan anak Indonesia.

Baca juga :  Kapal KMP Yunice Tenggelam Di Selat Bali, Berikut Fakta-Faktanya

Lembaga perlindungan sanksi dan korban, SKK Migas, badan pengusaha kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas batam, badan koordinasi penataan ruang nasional, badan perlindungan pekerja migran Indonesia, badan amil zakar nasional, badan perlindungan konsumen nasional, komite profesi akuntan publik, badan pertimbangan kesehatan nasional, badan pengawas rumah sakit, lembaga sensor film.

Selanjutnya ada akademi ilmu pengetahuan Indonesia, konsil kedokteran Indonesia, konsil tenaga kesehatan Indonesia, konsil keperawatan Indonesia, dan yang terakhir dewan sumber daya air. (Angela Limawan)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Thomas Cup 2022 Usai, Ternyata Ada Skor Tertukar Sampai Pamitnya Mohammad Ahsan

TELENEWS.ID – Thomas Cup 2022 telah usai, secara mengejutkan Tim Thomas Cup India dan Tim Uber Cup Korea Selatan berhasil keluar sebagai...

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...