Home Gaya hidup Kesehatan Aji Mumpung Dalam Bisnis Kesehatan

Aji Mumpung Dalam Bisnis Kesehatan

TELENEWS.ID – Gelombang pandemi yang sampai saat ini belum juga surut membuat masyarakat memberi perhatian penuh pada kesehatan dan keselamatan. Seiring dengan itu, dari aneka produk hingga pelayanan kesehatan meraih peluangnya dalam berkembang. Aji mumpung sebab banyaknya permintaan.

Menggeliatnya bisnis kesehatan ini nampak semarak pada kinerja berbagai sektor usaha kesehatan yang membukukan kenaikan penjualannya akibat kebanjiran order dari pelanggaran. Tak ayal, inovasi dan strategi pengembangan usaha sektor kesehatan ini pun terus dilakukan.

Menanggapi tren tersebut, Presiden Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengungkap jika tren penjualan di perusahaanya tumbuh subur. Pada Semester-I tahun 2021, penjualannya tumbuh 5-7 persen lebih tinggi dibanding dengan tahun sebelumnya. Ia mengaku kontribusi obat resep, vitamin, suplemen, herbal dan distribusi tumbuh lebih tinggi.

Selain mengembangkan produk andalan yang sudah ada, dirinya juga mengembangkan produk yang berhubungan dengan Covid-19 termasuk kerjasama vaksin dengan Korea Selatan.

Tak hanya itu, ia juga mengembangkan layanan kesehatan digital seperti EMOS, MosHealth, KlikDokter dan KalCare. Kalbe Farma juga mengoptimalkan bahan baku produksi dalam negeri di sektor kesehatan yang potensial meningkatkan investasi.

Diketahui dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membukukan laba bersih pada sepanjang tahun 2020. Laporan keuangan kuartal-IV 2020 perseroan pun mencatat laba bersih sebesar Rp17,63 miliar. Perolehan ini berbanding terbalik pada 2019 yang mencatat hanya Rp12,72 miliar. Tercatat, penjualan perseroan di kuartal-IV 2020 mencapai Rp10 triliun atau naik 6,44% dari tahun sebelumnya sebesar Rp9,40 triliun.

Peningkatan penjualan pada Kalbe Farma tahun 2020 ini disokong oleh sumbangsih dari Divisi Distribusi dan Logistik yang meningkatkan penjualan bersih sebesar 5,1 persen dari Rp7,37 triliun menjadi Rp7,75 triliun.

Tidak hanya korporasi Kalbe, perusahaan jamu tradisional yakni PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) sepanjang tiga bulan pertama pada tahun 2021 mencatat penjualan hingga senilai Rp793,42 miliar. Penjualan SIDO terkerek 8,58% (year on year) dari Rp730,72 miliar pada kuartal-I tahun lalu.

Berdasar laporan keuangan, penjualan makanan dan minuman meningkat signifikan 30,2% (yoy) menjadi Rp257,45 miliar. Penjualan jamu herbal dan suplemen pun juga terkerek walaupun lebih tipis, sebesar 1,11% (yoy) menjadi Rp505,76 miliar. Hanya saja, penjualan farmasi cenderung menurun 7,97% (yoy) menjadi Rp30,20 miliar.

Direktur Keuangan Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Leonard mengatakan penjualan domestik dan ekspor masing-masing mencatatkan pertumbuhan. Hal ini didasari oleh permintaan yang kuat dari konsumen terutama untuk produk minuman kesehatan Sido Muncul yang memang terkenal dalam hal itu.

SIDO terus melakukan inovasi. Baru-baru ini, perusahaan jamu asal Jawa Tengah ini meluncurkan Jamu Heritage dengan tiga varian rasa Kunyit Asam, Beras Kencur, dan TeJamu. Ini seiring dengan perubahan kebiasaan masyarakat yang lebih sehat.

“Menjawab peluang ini, Sido Muncul berinovasi mengembangkan produk herbal yang berkualitas dan bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” Direktur Utama Sido Muncul David Hidayat dalam keterangan resmi, Kamis (8/7).

Sido Muncul bekerja sama dengan Balina Agung Perkasa serta Sinbad Karya Perdagangan yang memiliki jaringan distribusi yang luas di wilayah Indonesia dalam mendistribusikan produknya.

Tak hanya perusahaan, salah satu supplier oksigen untuk medis di Bandung Jawa Barat juga tengah kebanjiran order. Margono, salah satu supplier dalam sebulan terakhir ini mengaku bisa menjual lebih dari 400 tabung oksigen dari normalnya 200 tabung.

Dalam situasi seperti ini ia mengaku jika permintaan lebih besar dibanding kapasitas memenuhi kebutuhan. Meskipun demikian, dia mengaku tidak menaikkan harga jual oksigen tabung medisnya. Dia tetap membanderol harga oksigen Rp30 ribu per meter kubiknya. Sebab prinsipnya harus menolong orang sakit.

Baca juga :  Manfaat Jengkol Bagi Kesehatan

Dia mengaku bekerja sama dengan pabrikan oksigen yang berada di Cikarang Jawa Barat dan biasanya mendistribusikan oksigen secara partai ke rumah sakit Immanuel Bandung ataupun dijual eceran

Tak selalu moncer saat pandemi, pelaku bisnis yang menangkap peluang kesehatan pun juga mengalami tantangan. Salah satunya, perusahaan tekstil ternama seperti PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex. Sempat mencicipi ‘banjir order’ masker kain pada masa awal pandemi, kini tidak lagi.

Corporate Communications Sritex Joy Citradewi mengatakan penjualan masker dan alat pelindung diri (APD) tidak sebanyak seperti tahun 2020.

Menurunnya pendapatan sebab di pasaran sudah banyak produk masker dan harga masker yang dulunya mahal sudah kembali ke harga normal. Supply masker medis pun sudah banyak

Dilihat dari laporan keuangan, Sritex memang mencatat penurunan laba bersih sepanjang tahun 2020. Dari laporan keuangan kuartal-IV 2020 perseroan ini mencatatkan laba bersih sebesar US$85,32 juta atau lebih rendah 2,65% dibanding tahun 2019 sebesar US$87,65 juta.

Namun, meskipun demikian jika dilihat dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan perseroan Sritex di kuartal-IV tahun 2020 tercatat naik sebesar 8,52% atau US$1,28 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar US$1,18 miliar.

Baca juga :  Muncul Omicron Di RI, DPR Minta Pemerintah Ubah Aturan Libur Nataru

Adapun penjualan bersih perseroan terdiri atas penjualan ekspor dan lokal dengan rincian barang benang, kain jadi, pakaian jadi dan kain mentah. Penjualan ekspor tercatat US$762,37 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya US$704,88 juta. Adapun penjualan lokal tercatat US$520,19 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya US$476,94 juta.

Jika dipresentasikan, kontribusi penjualan produk masker dan APD tersebut hanya sekitar 3% dari semua produk industri tekstil Sritex. Sritex sendiri akan terus menjalankan strategi utamanya membidik online store.

Agar Tak Sekadar ‘Aji Mumpung’

Selama masa pandemi, memang bisnis sektor kesehatan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sektor yang menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2021 adalah sektor kesehatan dibawah sektor informasi dan komunikasi serta pengadaan air.

Melihat hal ini, Yuswohady selaku pengamat konsumen dan pakar marketing menilai jika selama masa pandemi ini ada pergeseran prioritas utama bagi sebagian besar konsumen termasuk alokasi kesehatan.

Yuswohady menyebut dalam keterangannya bahwa tren menggeliatnya bisnis kesehatan ini paling tidak masih akan bertahan sampai 2-3 tahun ke depan.

“Begitu pandemi, kita back to bottom, untuk makan minum, kesehatan dan keselamatan dan internet,” kata dia, Jumat (9/7).

Meskipun demikian, agar tidak sekadar ‘aji mumpung’, menurut Yuswohady para pelaku bisnis kesehatan ini tetap perlu berhati-hati tidak asal mengikuti tren pasar tanpa berinovasi. Dan tidak oportunistik melihat lanjakan pasar.

Senada, Nailul Huda selaku Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), menyebut jika sektor kesehatan memang relatif menjadi sektor yang esensial dan penting di masa pandemi ini. Sektor kesehatan menjadi penentu apakah sebuah negara peduli dengan sisi development atau tidak.

Menurutnya, perubahan pola pikir termasuk para konsumen juga sudah terjadi. Kebutuhan kesehatan semakin menjadi prioritas. Meski begitu, Huda juga menyoroti permasalahan di sektor bisnis kesehatan yang selama ini masih tak lepas dari tantangan. Utamanya soal bahan baku yang masih banyak diimpor.

Menurutnya, tingkat importasi yang mencapai 90% ini menunjukkan bahwa kurang optimalnya insentif bagi sektor swasta maupun perusahaan BUMN untuk penyediaan bahan baku sektor kesehatan.

Selain itu, ia menilai perlu ada pengembangan sektor kesehatan dengan serius. Misalnya dalam hal meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), hak paten hingga digitalisasi. (Uswatun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Cerita Korban Penyekapan Diduga Oleh Rentenir di Tangerang Diminta Layani Seks

TELENEWS.ID - Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan terhadap Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman gegara persoalan utang di kawasan Ciledug...

Viral Video Belatung di Alat Vital, Ternyata Hewan Kecil Ini Juga Bisa Hidup di Kelamin Manusia

TELENEWS.ID - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tagar #belatung. Usut punya usut, tagar yang trending di Twitter dan TikTok ini membicarakan...

10 Jajanan Khas Jawa Timur Identik Dengan Rasa Gurih

TELENEWS.ID - Banyak konsep hidangan berupa jajanan khas memberi cita rasa menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Ketika Anda berlibur ke Jawa Timur terdapat...

10 Cara Mudah Pilih Camilan Sehat Untuk Travelling dan Sehari-hari

TELENEWS.ID - Berbicara tentang pemilihan camilan sehat untuk aktivitas travelling dan sehari-hari tentu saja membuka banyak daftar terbaik. Namun, tidak hanya fokus...