Home Daerah Akibatkan Kerusakan Jalan, Pemprov Sumbar Akan Tindak Pelaku Tambang Ilegal

Akibatkan Kerusakan Jalan, Pemprov Sumbar Akan Tindak Pelaku Tambang Ilegal

TELENEWS.ID – Kegiatan penambangan ilegal yang dilakukan oknum tak bertanggung jawab mengakibatkan putusnya jalan nasional yang menghubungkan Solok Selatan dan Kerinci, tepatnya ruas jalan Lubuk Selasih – Surian Kabupaten Solok.

Maraknya kegiatan penambangan ilegal di sejumlah wilayahnya jadi perhatian serius Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi yang memastikan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku tambang ilegal. Khusus untuk di wilayah Lubuk Selasih Kabupaten Solok, dia meminta untuk semua kegiatan penambangan dihentikan.

“Saya meminta untuk tambang yang ada di kawasan tersebut harus dihentikan semua bentuk aktivitas penambangan secara ilegal. Agar tidak terjadi bencana yang mungkin bisa mengakibatkan korban jiwa,” jelas dia.

Dia menegaskan bahwa ruas jalan Solok – Solok Selatan adalah akses utama dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi yang memiliki peran penting dalam roda perekonomian antar daerah.

Untuk itu, Mahyeldi meminta Organisasi Perang Daerah (OPD) terkait untuk mengevaluasi izin dan menertibkan tambang galian C dan tambang emas pada sejumlah lokasi sepanjang jalan nasional Padang-Kerinci di Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok karena diduga memberikan andil besar kerusakan jalan tersebut.

Kondisi jalan nasional mulai dari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumati, hingga Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok banyak yang rusak akibat longsoran material dampak dari penambangan emas dan galian C di wilayah itu.

Pihaknya tidak ingin kondisi itu terus terjadi karena cukup banyak dampak negatif terhadap lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan penambangan ilegal itu.

“Sebelumnya kita juga pernah melarang dan mencabut izin dari penambang di berbagai lokasi yang rawan penambangan ilegal,” terang dia.

Karena sudah pernah melakukan pelarangan dan pencabutan izin, dia meminta pihak berwenang untuk langsung turun melakukan eksekusi dan kedepannya tidak ada lagi rapat rapat terkait penambangan. Karena sudah banyak merugikan masyarakat apabila sudah terjadi bencana alam.

Baca juga :  Pasca Pandemi, Kampung Batik Kauman Mulai Bangkit Lagi

“Tidak ada toleransi bagi penambang ilegal, karena lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya,” kata dia.

Karena itu, selama penutupan, sejumlah titik lokasi pertambangan emas dan galian C harus dijaga ketat oleh aparat keamanan baik TNI dan Polri. Aparat keamanan juga akan bertindak tegas terhadap siapapun yang mencoba memasuki areal tambang untuk melakukan aktivitas selama masa penutupan. (Taufik)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...

Pemerintah Hormati Putusan MK Terkait UU Cipta Kerja

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah menghormati dan segera melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 91/PUU-XVIII/2020 terkait Undang-Undang (UU) Nomor...