Home Internasional Al Kachuu di Kyrgyzstan, Budaya Gelap untuk Menculik dan Menikahi

Al Kachuu di Kyrgyzstan, Budaya Gelap untuk Menculik dan Menikahi

TELENEWS.ID – Sebuah negara pasti memiliki budaya berbeda dan unik. Tak jarang budaya tersebut berbahaya bagi manusia yang menjalankannya. Namun budaya berbahaya atau aneh tetap dijalankan demi melestarikan dan mewariskan budaya tersebut agar tidak hilang seiring dengan berkembangnya dunia. Salah satu negara yang berada di wilayah Asia Tengah, yaitu Kyrgyzstan memiliki satu budaya esktrim, yaitu Al Kachuu.

Al Kachuu atau Bride Kidnapping adalah satu hal di Kyrgyzstan yang lumrah dilakukan terutama oleh beberapa pria beserta keluarganya untuk menculik seorang gadis yang nantinya akan dinikahi secara paksa. Sejarah dari asal mula budaya ini di Kyrgyzstan diduga dimulai sekitar tahun 1800an.

Pada tahun 1994 pemerintah sudah mengesahkan undang-undang serta hukum untuk menganggap Al Kachuu ini illegal. Namun sampai detik ini Al Kachuu tidak berkurang bahkan bertambah dan tidak ada pelaku yang ditangkap. Berbagai organisasi pejuang HAM tetap selalu berdemo untuk memaksa pemerintah serta penegak hukum untuk menghilangkan budaya Al Kachuu ini yang merugikan kaum wanita.

Penculikan ini bisa dilakukan secara acak untuk pemilihan target sasarannya, bahkan bisa juga kepada orang yang sudah dikenal. Penculikan yang dilakukan kepada target sasaran secara acak biasanya si Pria sudah menargetkan sasarannya padahal dia tidak mengenal wanita tersebut.

Pria tersebut biasanya hanya mengamati aktivitas, kecantikan, keluarga, serta kehidupannya yang lain untuk nantinya digunakan sebagai gambaran rencana penculikan tersebut. Wanita tersebut juga tidak akan tahu bahwa dia menjadi target penculikan untuk dinikahi, bahkan tidak mengenal pria yang akan menculik dan menikahinya apalagi keluarganya.

Hal yang lebih brutal lagi dari budaya ini adalah ada beberapa kasus yang ternyata si Pria atau pelaku penculikan sudah mengenal keluarga atau teman-teman wanita tanpa sepengetahuan wanita atau korban. Pengenalan ini nekat dilakukan pelaku untuk memuluskan rencananya menculik wanita idamannya.

Keluarga dan teman-teman korban setuju dengan hal ini dikarenakan keterpaksaan. Salah satunya soal ekonomi keluarga yang merupakan kategori menengah ke bawah sementara wanita yang menjadi target sudah berusia matang untuk menikah. Dengan ekonomi yang rendah, ada keraguan dari keluarga bahwa putri dari keluarga tersebut tidak ada yang bersedia menikahi.

Baca juga :  Cuma di Polandia, Anjing dan Kuda Dapat Pensiun

Namun ada juga kasus penculikan ini terjadi pada wanita yang sudah mengenal pria atau pelaku penculikan. Namun dikarenakan wanita yang disukai oleh si Pria tidak bersedia untuk dinikahi, maka penculikan dan pemaksaan menikah ini akhirnya terjadi.

Setelah penculikan terjadi, korban penculikan tersebut selanjutnya dibawa ke rumah pelaku. Korban lalu dibawa berkumpul dengan wanita dari keluarga pelaku, untuk membujuk korban agar tenang dan bersedia untuk menikah dengan pelaku secara baik-baik. Di rumah si Pelaku pun sudah disiapkan layaknya rumah yang akan mengadakan pesta pernikahan lengkap dengan makanan dan tamu undangan yang sudah datang.

Namun ada juga cara yang tidak baik dilakukan untuk memaksa korban agar mau menikah dengan pelaku. Biasanya dengan melakukan persetubuhan atau bahkan penyiksaan kepada korban sampai bersedia menikah. Jika korban sudah setuju menikah dengan pelaku, korban diminta untuk menginformasikan kepada keluarga dengan menulis surat bahwa dirinya akan dinikahi oleh pelaku dan sudah setuju untuk menikah.

Baca juga :  Kian Membabi Buta! 114 Orang Tewas Dalam Sehari di Myanmar

Budaya ini akhirnya menimbulkan pemikiran berbeda dari wanita Kyrgyzstan. Di saat sisi kaum wanita yang menjadi korban atau yang masih belum menjadi korban akhirnya memutuskan untuk meninggalkan Kyrgyzstan.

Wanita yang sudah dinikahkan memilih kabur bahkan membawa anaknya untuk tidak mengalami hal yang sama jika masih bertahan di Kyrgyzstan. Namun disisi lain ada kaum wanita yang menikah hasil dari budaya Al Kachuu dan sudah hidup bahagia dengan suaminya, mendorong anaknya untuk mengalami hal yang sama.

Pemikiran ini ada karena ibunya bangga memiliki anak yang dianggap layak dijadikan istri orang lain. Entah karna dia cantik, pintar dan jika ada pria yang melakukan hal tersebut, maka masa depannya terjamin. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Waspada! Ada Aplikasi dan Web Ilegal MyPertamina, Jangan Asal Akses

TELENEWS.ID - Masyarakat perlu berhati-hati terhadap akses situs dan aplikasi MyPertamina yang dianggap ilegal. Sudah beredar situs dan aplikasi...

Hasil Kunjungan Jokowi ke Ukraina, Pembahasan Soal Perdamaian dan Kondisi Ukraina Saat Ini

TELENEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Negara Ukraina, Maryinsky, Kyiv pada Rabu (29/06/2022)...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 29 Juni 2022

TELENEWS.ID – Hari kedua babak 32 besar dalam turnamen Petronas Malaysia Open 2022 pada Rabu (29/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menghasilkan...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 28 Juni 2022

TELENEWS.ID – Turnamen tertinggi versi BWF, Petronas Malaysia Open 2022 telah digelar pada Selasa (28/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya,...