Home Gaya hidup Alami Gangguan Kesehatan Mental, Harus Ke Psikolog Atau Psikiater?

Alami Gangguan Kesehatan Mental, Harus Ke Psikolog Atau Psikiater?

TELENEWS.ID – Masalah kesehatan mental beberapa waktu terakhir telah menjadi sorotan publik. Banyak hal yang menyebabkan masalah mental itu terjadi, bisa jadi faktor lingkungan terdekat baik dari keluarga, teman, pasangan hingga sosial.

Tidak menampik memang, jika permasalahan itu bisa disebabkan oleh kemajuan teknologi. Sosial media bisa menjadi penyebabnya yang membuat pribadi seseorang merasa terganggu ataupun tidak tenang.

Apakah kamu merasakan hal seperti itu? Lalu, apa yang harus dilakukan?

Pencegahan masalah mental yang sekiranya bisa ditangani, kamu dapat melakukannya sendiri. Atau, mencari teman curhat alias curhan hati bisa menjadi solusi.

Bagaimana kalau itu tidak bisa ditolong oleh teman, atau cerita tersebut terlalu privasi? Kita bisa mengutarakan masalah pribadi yang menyebabkan masalah kesehatan mental tersebut ke psikolog atau psikiater.

Psikolog atau psikiater? Apa sih yang membedakan keduanya?

Yang perlu diketahui, dari sisi pendidikan seorang psikolog harus mengenyam pendidikan sarjana di Fakultas Psikologi. Selanjutnya, program profesi dalam menjalani dan praktek kerja dibidang psikologi ini akan ditempatkan pada psikologi klinik.

Dalam bidang yang digeluti seorang psikolog tersebut tidak lepas dari menangani kasus-kasus kejiwaan, serta mendiagnosis gelaja psikologis yang dialami oleh pasien. Selain itu, ada pula tugasnya dalam melakukan penanganan dengan psikoterapi.

Untuk mencapai posisi sebagai psikolog berkompeten, ada beberapa test yang dijalani. Test tersebut antara lain test IQ, minat bakat, test kepribadian dan masih banyak lainnya.

Berbeda dengan dokter pada umumnya, penanganan kesehatan pasien yang dilakukan oleh seorang psikolog tidak merekomendasikan berbagai jenis obat-obatan. Akan tetapi, seorang psikolog berkonsentrasi pada terapi psikososial dalam mengontrol perilaku, pikiran serta emosi sang pasien.

Memasuki pembahasan ke profesi psikiater, dari sisi pendidikannya berbeda dengan psikolog. Untuk menjadi seorang psikiater, mereka harus menempuh pendidikan kedokteran dan mengambil jurusan spesialisasi kejiwaan.

Baca juga :  Buat Perubahan dalam Hidupmu, 5 Tips Menerapkan Gaya Hidup Sehat di Tahun 2022

Dalam gelar pendidikannya, seorang psikiater akan menyandang gelar dokter dan Sp. KJ alias Spesialis Kesehatan Jiwa. Profesi psikiater cenderung lebih rumit dari sisi diagnosis dan merawat pasiennya.

Mereka harus bisa menangani kondisi setiap pasien yang mengalami gangguan bipolar dan skizofrenia. Dalam penanganan kesehatan seorang pasien, psikiater diperbolehkan dan memiliki tanggung jawab dalam menentukan diagnosis dan pengobatan yang harus dilakukan.

Maka dari itu, psikiater diizinkan untuk memberikan resep ataupun terapi obat-obatan kepada pasiennya.

Setelah mengetahui perbedaan kedua profesi tersebut, apa yang kamu lakukan jika mengalami masalah terkait gangguan mental?

Baca juga :  Cara Menjaga Kesehatan Tulang Belakang Untuk Semua Usia

Ada baiknya kamu memeriksa diri dengan pergi ke dokter umum, sebelum menentukan untuk beralih penanganan ke psikolog atau psikiater. Dokter umum akan memberikan rekomendasi setelah mengetahui masalah apa yang kamu alami. (Dion)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...