Home Daerah Anggaran Senilai Rp237 Miliar Dibutuhkan untuk Penyedotan Sedimentasi Danau Maninjau

Anggaran Senilai Rp237 Miliar Dibutuhkan untuk Penyedotan Sedimentasi Danau Maninjau

TELENEWS.ID – Empat kementerian bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Agam harus mengalokasikan anggaran sebesar Rp237 miliar untuk revitalisasi penyedotan sedimentasi Danau Maninjau. Ketiga kementerian itu adalah Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan (KLHK), Kementerian PUPR, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Hal itu menjadi salah satu masukan yang disampaikan Perwakilan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), Rustam pada rapat koordinasi pemulihan Danau Maninjau di ruang gubernuran.

Di samping menyiapkan anggaran sebesar Rp237 Miliar, Pemprov Sumbar, Pemkab Agam, Polda Sumbar, Korem serta Kejati juga diharuskan berkoordinasi membuat lini masa penertiban Keramba Jaring Apung (KJA) yang tidak berizin mulai akhir Juni ini.

“Pemerintah daerah juga harus berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk mengimplementasikan budidaya perikanan darat, serta pengembangan desa wisata kawasan Danau Maninjau,” kata dia.

Sesuai arahan tersebut diatas, Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy dalam arahannya meminta Pemkab Agam agar segera memastikan data jumlah KJA di Danau Maninjau saat ini.

Dia menyebut bahwa persoalan ini bukan hanya masalah teknikal, tapi lebih pada sosial masyarakatnya. Harus ada data real berapa sebenarnya keramba yang aktif di Danau Maninjau.

“Jika melihat data KKP ada 17.400 keramba, tapi jika dibandingkan dengan jumlah pakan yang cuma 200 ton, kemungkinan keramba aktif cuma 7 ribu sampai 8 ribu. Jadi banyak keramba mati. Oleh sebab itu data harus dipastikan,” kata Audy.

Dia meminta agar keramba mati dulu yang dikurangi dan diangkat dulu. Komunikasi baik dan koordinasi dengan kepolisian dan TNI adalah hal wajib yang mesti dilakukan.

Bupati Agam, Andri Warman mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan provinsi terhadap Danau Maninjau. Terkait data, menurut Andri pihaknya telah melakukan pendataan di empat nagari dari delapan nagari yang ada di kawasan Danau Maninjau.

Baca juga :  BI Jateng Siapkan Rp7,4 Triliun untuk Penukaran Uang Lebaran

“Empat nagari lagi masih proses dan dari data yang kita dapatkan, banyak keramba yang tidak diurus lagi. Ketika ditanyakan siapa pemiliknya, tidak ada yang mengaku. Rencana tim akan goro tanggal 10 Juli nanti di danau. Mungkin dua hari. Kita fokus keramba yg tak terurus. Mana yang bisa kita angkat, kita angkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar mengingatkan, sesuai arahan Menko Marves agar disosialisasikan terlebih dahulu serta disiapkan dulu lini masa sebelum melakukan kegiatan dilapangan. Mengingat potensi konflik tentu saja ada dan cost yang ditimbulkan akan lebih besar lagi.(Taufik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

6 Manfaat Batubara Selain Dikenal Barang Tambang Ekspor

TELENEWS.ID - Manfaat batubara tidak hanya sebagai barang ekspor dengan nilai investasi tinggi. Pada dasarnya batubara mampu dijadikan akses bahan bakar pembangkit...

Belajar dari Citra Kirana, Ini Tips Menerima Masa Lalu Pasangan dengan Lapang Dada

TELENEWS.ID - Keputusan Citra Kirana untuk secara terbuka menerima masa lalu sang suami, Rezky Aditya membuat banyak orang salut padanya. Bagaimana tidak...

Waspada, Kebiasaan Mengkonsumsi Zat Ini Bisa Merusak Ususmu

TELENEWS.ID - Makan bukan hanya memasukkan makanan ke dalam mulut dan sekedar membuat perut terasa kenyang saja. Namun kita juga perlu memperhatikan...

Ternyata Bukan Raffi Ahmad yang Akuisisi Saham US Lecce

TELENEWS.ID – Sejak 27 Mei kemarin pemberitaan di Indonesia heboh dengan kabar bahwa Raffi Ahmad membeli saham club sepak bola asal Italia,...