Home Metropolitan Anies dan Riza Positif Covid-19, APBD 2021 Tetap Prioritas

Anies dan Riza Positif Covid-19, APBD 2021 Tetap Prioritas

TELENEWS.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Anies Baswedan beserta Wagub DKI Riza Patria telah terkonfirmasi terinfeksi virus Covid-19. Sementara kedua pihak melakukan isolasi mandiri, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan pembahasan APBD untuk 2021 akan tetap berjalan normal.

Sebagaimana disampaikan oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Sri Haryati, para Kepala Perangkat Daerah masih terus melakukan pembahasan APBD 2021 bersama DPRD DKI Jakarta. Pembahasan dipimpin oleh Sekretariat Daerah (Sekda) bersama dengan Asisten Sekda dan ODP lainnya.

Anies dan Riza, menurut Sri, masih tetap melakukan penyelenggaraan pemerintahan dari jarak jauh atau daring.

APBD DKI Jakarta telah ditetapkan sebanyak Rp. 82.5 Triliun. Anggaran sebesar ini akan dialokasikan pada tiga program prioritas, yaitu antisipasi dan penanggulangan banjir, pemulihan ekonomi, dan penanggulangan Covid-19.

Mengutip Wakil Ketua DPRD DKI Misan Samsuri, nominal pembagian anggaran APBD 2021 untuk penanganan Covid-19 adalah Rp. 5.3 Triliun. Nominal ini tidak berbeda jauh dari anggaran penanggulangan Covid-19 di tahun 2020, yaitu Rp. 5.035 Triliun.

Pembahasan APBD DKI sudah mulai dilakukan sejak Senin (30/11/2020) lalu. Prosesnya pembahasan akan berakhir pada rapat paripurna APBD 2021 yang ditargetkan pada 7 Desember 2020. Baru setelah itu APBD akan dilakukan pengesahan.

Wakil Gubernur DKI memastikan rencana pembahasan APBD akan mencangkup jangka pendek, menengah dan panjang. Riza juga meyakinkan bahwa seluruh program yang dibahas telah direncanakan untuk kepentingan rakyat.

Meski demikian, kata Riza, tidak dapat dipungkiri, anggaran APBD 2021 akan disesuaikan dengan kondisi akibat pandemi Covid-19.

Pembahasan APBD tak maksimal?

Sementara itu, Anggota fraksi Partai Demokrat DPRD DKI, Neneng Hasanah menilai bahwa pembahasan APBD 2021 terlalu singkat, bahkan dinilai tidak akan berkualitas. Hal ini dikarenakan pembahasan RAPBD 2021 hanya memakan waktu 21 hari.

Baca juga :  Cegah peningkatan Penyebaran Covid-19, Anies Minta Taati dan Patuhi Aturan PSBB

Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD Tahun Anggaran 2021 pertama kali dibahas pada 5 November 2020 lalu di Bogor. Setelah itu, MoU atau nota kesepahaman KUA-PPAS itu ditandatangani pada 26 November 2020.

Mewakili fraksinya, Neneng mengatakan bahwa pembahasan APBD 2021 harusnya sudah dimulai pada Oktober 2021.

Neneng juga menganggap APBD 2021 berpotensi tidak akan menghasilkan kebijakan yang maksimal. Akibatnya, Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta bisa jadi tak tercapai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Mau Sampai Kapan Impor Terus?

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil meter atau DME di Kabupaten Muara Enim, Sumatera...

Kronologi OTT Kasus Korupsi Bupati Penajem Paser Utara

TELENEWS.ID - Nur Afifah Balqis sedang ramai menjadi perbincangan publik nasional akhir-akhir ini karena menjadi salah satu tersangka OTT KPK dan terlibat...

Kisruh Arteri Dahlan Mengancam Elektabilitas PDIP

TELENEWS.ID – Anggota komisi III DPR RI dari fraksi PDIP, Arteri Dahlan membuat gaduh Indonesia. Arteria meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot...

Kemanakah Ridwan Kamil Berlabuh Untuk Pilpres 2024 ?

TELENEWS.ID - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2024. Namun hingga saat ini masih belum ada partai...