Home Nasional Politik Anies Tunjuk Sekjen IMI Sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Ada Apa?

Anies Tunjuk Sekjen IMI Sebagai Ketua Pelaksana Formula E, Ada Apa?

TELENEWS.ID – Ajang Formula E yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan Juni tahun 2022 nanti tinggal menunggu waktu. Namun, hingga saat ini publik masih menunggu kelanjutan dari rencana Formula E tersebut, yang mengundang banyak polemik. Berita terbaru mengenai Formula E ini, Anies menunjuk Sekjen Ikatan Motor Indonesia (IMI) sebagai ketua pelaksana Formula E.

Keputusan ini tentu saja mengundang tanda tanya, apa yang membuat Anies menunjuk Ahmad Sahroni, yang juga merupakan politikus dari Partai Nasional Demokrat. Anies menilai kapabilitas Ahmad Sahroni yang berpengalaman dalam berbagai kegiatan ajang balap mobil. Hal itu disampaikannya dalam jumpa pers di Balai Kota, Senin (29/11/2021) tadi.

Dalam keterangannya, Anies menambahkan bahwa Sahroni juga berprofesi sebagai ketua dari perkumpulan atau komunitas mobil listrik. Dalam ajang ini juga Anies ingin memberikan pesan bahwa kendaraan listrik adalah salah satu moda bebas emisi sekaligus untuk mengkampanyekan kota Jakarta sebagai kota yang ramah terhadap lingkungan.

Alasan terakhir Anies menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Ketua Pelaksana ajang Formula E karena dirinya berharap Sahroni bisa menjembatani regulasi internasional kepada pelaksanaan Formula E di lapangan. Sahroni memiliki tugas yang berat dari Anies untuk menjadi salah satu perwakilan dari Formula E Operation.

Keputusan Anies untuk menunjuk Ketua Pelaksana Formula E ini tentu saja mengundang tanda tanya dari berbagai pihak, pasalnya beberapa waktu yang lalu, KPK mulai memberi sinyal akan melakukan penyelidikan terhadap ajang Formula E ini berdasarkan aduan dari masyarakat. Salah satu pihak yang menjadi sasaran KPK adalah Jakpro yang terlibat secara langsung dalam ajang Formula E ini.

KPK sendiri sudah menerima dokumen setebal 600 halaman dari Pemprov DKI Jakarta terkait penyelenggaraan Formula E. KPK nantinya akan menelaah dan juga mengkaji lebih dalam isi dokumen tersebut untuk mendapatkan informasi untuk keperluan penyelidikan tersebut. Jika memang nantinya ditemukan indikasi pidana, maka KPK akan memanggil pihak terkait untuk diperiksa. Wajar jika publik ingin ada transparansi mengenai ajang ini karena dari segi pembiayaan, ajang Formula E diduga menggunakan dana dari APBD DKI Jakarta. (Latief)

Baca juga :  Anggota Komisi I DPR minta Kemenlu Investigasi Kematian ABK Indonesia di Kapal China
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Cerita Korban Penyekapan Diduga Oleh Rentenir di Tangerang Diminta Layani Seks

TELENEWS.ID - Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan terhadap Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman gegara persoalan utang di kawasan Ciledug...

Viral Video Belatung di Alat Vital, Ternyata Hewan Kecil Ini Juga Bisa Hidup di Kelamin Manusia

TELENEWS.ID - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tagar #belatung. Usut punya usut, tagar yang trending di Twitter dan TikTok ini membicarakan...

10 Jajanan Khas Jawa Timur Identik Dengan Rasa Gurih

TELENEWS.ID - Banyak konsep hidangan berupa jajanan khas memberi cita rasa menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Ketika Anda berlibur ke Jawa Timur terdapat...

10 Cara Mudah Pilih Camilan Sehat Untuk Travelling dan Sehari-hari

TELENEWS.ID - Berbicara tentang pemilihan camilan sehat untuk aktivitas travelling dan sehari-hari tentu saja membuka banyak daftar terbaik. Namun, tidak hanya fokus...