Home Hiburan Annisa Pohan Keguguran, Ternyata Ini yang Dirasakan Pria Saat Pasangannya Mengalami Keguguran

Annisa Pohan Keguguran, Ternyata Ini yang Dirasakan Pria Saat Pasangannya Mengalami Keguguran

TELENEWS.ID – Berita duka datang dari Annisa Pohan dan Agus Yudhoyono. Belum lama ini melalui akun media sosial miliknya, Annisa mengungkapkan bahwa ia baru saja kehilangan janin calon anak keduanya. Annisa rupanya mengalami keguguran saat usia kehamilannya menginjak 7 minggu.

“Namun, Qadarullah, mungkin Allah punya rencana lain yang lebih baik. Kehamilan saya dinyatakan tidak berkembang di usia 7 minggu, ukuran babynya terlalu kecil dan tidak ada detak jantungnya, sehingga tidak dapat dipertahankan,” curhat Annisa di akun media sosial miliknya.

“Saran dokter agar segera dikeluarkan dan dibersihkan dengan sistem ERPOC (serupa dengan kuret bahasa umumnya), dan telah dilakukan kemarin 2 Juli 2022,” sambungnya.

Annisa dan suami sendiri mengaku ikhlas kehilangan calon anak kedua mereka meski telah cukup lama menantikan untuk bisa memiliki anak lagi mengingat putri mereka, Almira Tunggadewi kini telah beranjak remaja.

Keguguran merupakan hal menyedihkan yang sebenarnya tak hanya dialami oleh wanita. Sejatinya pria juga bisa merasakan kesedihan dan luka batin yang sama saat pasangan mereka mengalami keguguran. Hanya saja lantaran tidak mengandung, maka jarang sekali kesedihan pria saat pasangan mereka keguguran menjadi perhatian.

“Saya mengatakan ini dengan tegas: Orang yang hamil memiliki waktu yang lebih sulit saat mengalami keguguran karena itu terjadi pada tubuh mereka,” kata Aaron Gouveia penulis buku “Men and Miscarriage: A Dad’s Guide to Grief, Relationships, and Healing After Loss,”. “Namun itu tidak berarti tidak ada ruang untuk berbicara tentang laki-laki dan pasangan dalam skenario ini” tambahnya lagi.

Sejatinya pria juga mengalami berbagai jenis kesedihan ketika pasangannya mengalami keguguran. Mereka sering diliputi rasa duka yang cukup mendalam. Kondisi ini juga meningkatkan stres, dan menempatkan mereka dalam keraguan tentang berbagai hal.

Menurut sebuah penelitian terhadap 323 pria setelah pasangannya mengalami keguguran, pria sering kali menunjukkan kesedihan secara kurang terbuka dibandingkan pasangannya. Akan tetapi mereka lebih rentan terhadap “perasaan putus asa” dan “kesulitan dalam mengatasi kesedihan”. Celakanya perasaan itu diperburuk dengan melihat pemindaian ultrasound bayi di dalam rahim yang sudah meninggal dan seberapa lama kehamilan terjadi pada pasangan mereka.

Baca juga :  Psikolog Peringatkan Efek Buruk Akibat Suka Pamer Kemewahan Seperti Indra Kenz

Kate Kripke, pendiri dan direktur the Postpartum Wellness Center di Boulder, Colorado mengatakan :”Ayah juga mengalami kehilangan yang akut saat pasangannya keguguran. Tetapi kebanyakan pria mengekspresikan kesedihan dan depresi secara berbeda dari wanita, biasanya dengan membenamkan diri dalam kesibukan alih-alih mencari koneksi untuk meluapkan isi hati mereka”.

Kripke mengutip toxic masculinity dan stereotip gender kuno sebagai dua faktor pendorong di balik fenomena di mana laki-laki dituntut untuk harus tabah dan kuat saat pasangannya mengalami keguguran. Fenomena ini menganggap bahwa ketabahan sama dengan kekuatan, dan mengekspresikan emosi seperti kesedihan adalah semacam kelemahan.

Menurut penelitian Tommy’s National Center for Miscarriage Research menemukan 73% pria yang pasangannya mengalami keguguran merasa mereka harus ‘kuat’. Bagi sebagian pria hal ini terkait dengan menjunjung tinggi citra maskulin, tetapi bagi yang lain mereka harus tampak kuat karena ingin menjadi pilar dukungan bagi pasangan mereka.

Baca juga :  10 Tahun Era Streaming Yang Mengubah Industri Musik Selamanya

Selain itu perasaan bahwa mereka bukanlah sosok ibu yang mengandung membuat pria merasa tidak berhak mendapatkan perhatian dan dukungan, saat pasangannya mengalami keguguran. Padahal pria juga mengalami tekanan mental dan peristiwa traumatis, saat kehilangan calon buah hati mereka.

Sementara penelitian menunjukkan bahwa perasaan pria biasanya kurang intens, mereka masih merasakan segalanya mulai dari kesedihan hingga kemarahan dan kebingungan saat pasangan mereka keguguran. Namun penelitian juga menunjukkan pria lebih cenderung menyalurkan emosinya ke sesuatu yang negatif seperti peningkatan konsumsi alkohol dan membenamkan diri dalam pekerjaan tanpa henti. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...