Home Metropolitan APIB DKI Himbau Pemprov DKI Agar Antisipasi Meningkatnya Kasus Positif Covid-19 Pra...

APIB DKI Himbau Pemprov DKI Agar Antisipasi Meningkatnya Kasus Positif Covid-19 Pra Vaksinasi Nasional

Ilustrasi logo APIB (ist)

TELENEWS. id,  JAKARTA – Aliansi Profesional In donesia Bangkit ( APIB ) DKI, minta pemerintah pusat dan Pemprov DKI mengantisipasi terjadinya lonjakan yang cukup besar kasus positif Covid-19 sebulan terakhir ini. 

Erick Sitompul, Ketua Aliansi Profesional In donesia Bangkit ( APIB ) DKI, mengatakan,  lonjakan ini harus lebih di waspadai dengan terjadi kenaikan yang mengkhawatir kan dengan angka penambahan kasus Covid positip 3000 an per hari yang terlihat dari data  2 hari terakhir ini ( 28 – 29 Agustus 2020 ).
Sementara itu,  hingga  23 Juli 2020 total kasus positif baru mencapai 97.000 an kasus positif ( sumber detik.com). Namun seiring dengan bertambah nya kluster baru dan meluasnya  pandemi Covid 19,  antara 23 Juli hingga 29 Agustus, total kasus telah mencapai 169.195 kasus ( sumber  TV One) dengan rata rata 2000 an kasus per hari.

“Melihat trend lonjakan 3.000 kasus per hari,  selama  28 -29 Agustus, maka  semua pihak kita himbau baik pemerintah pusat, juga terutama pemprov DKI, Jabar, Jatim, Kaltim, Sumut dan seluruh lapisan masyarakat agar mengantisipasi atas lonjakan kasus tersebut,” ujar Erick,  Senin (31/8/2020).


Erick menegaskan,  Saat ini semua pihak pemerintahan dan komponen masyakat luas memang harus lebih proaktif   menjalan kan protokol covid terutama 3 M.


 Namun di sisi pemegang kebijakan dan anggaran,  pemerintah agar harus lebih mengantisipasi lonjakan tersebut sebelum era vaksinasi Covid secara nasional berlangsung  tahun depan. Vaksinasi nasional baru akan di mulai Februari 2020, namun persoalan berat yang di hadapi sebelum era vaksinasi adalah menangani pertambahan jumlah kasus positip yang sangat besar nantinya. 


“Penambahan  ruang rawat isolasi di RS rujukan menjadi prioritas penyiapan, bisa di bayang kan bila setiap hari hingga ke Januari 2021, bila setiap hari muncul kasus 3000 an ,  maka akan ada lonjakan 150 hari x 3.000 kasus itu berarti ada penambahan lebih 450.000 kasus positif baru,” ujarnya. 


Apabila  beberapa bulan ke depan lonjakannya adalah  menjadi 4000 kasus atau lebih  per hari, tentu total angka korban positip jauh lebih besar lagi. 
“Dengan demikian pemerintah dan seluruh pemda propinsi dan kabupaten kota yang berada dalam zona merah sudah harus lebih siap mengantisipasi terutama dalam penambahan ruang  rawat isolasi di RS RS rujukan Covi-19,” jelasnya. 


Selain itu , kata dia,  diperlukan  ruang ruang ICU, ruang ruang  isolasi, ventilator, perlengkapan oksigen, alat rontgen torax,  mesin negatife pressure , obat- obat an yang memadai dan tenaga medis juga mesti mendapat perhatian serius terutama dari Satgas Covid Nasional, Kemenkeu, Kemenkes dan seluruh Pemda di Indonesia.


Serta sejumlah RS rujukan juga harus secepat nya di perbanyak. Khusus Pemda DKI sebagai propinsi terbanyak korban positip Covid 19 yang per 29 Agustus telah mencapai 38.168 orang. PR ini harus paling serius untuk diantisipasi. 

Baca juga :  Persiapan DKI Jakarta dalam Antisipasi Banjir Awal 2021


“Memang kita perlu puji begitu sigap dan tidak kenal lelah nya jajaran kesehatan menangani korban positip di RS RS rujukan Covid maupun arahan isolasi mandiri,  bahkan tingkat kesembuhan di DKI juga termasuk yang cukup tinggi,” jelasnya. 


Namun melihat trend lonjakan kasus positip yang semakin besar,  Sebaiknya Pemprov DKI dapat juga mengajak group group RS swasta besar  seperti RS Siloam, MMC, RSPI dan sebagai nya, untuk ikut berperan  membantu menangani perawatan pasien Covid 19. 

Bisa di bayangkan betapa kewalahan nya  RS rujukan Covid -19, yang ada saat ini bila tidak meningkatkan jumlah RS rujukan,  kapasitas ruang isolasi dan perlengkapan penting lain nya, apabila di akhir desember angka lonjakan kasus menjadi 3000 an bahkan lebih perhari. Ini bukan kerjaan ringan tentunya karena menyangkut nyawa rakyat.


Sementara itu,  para pengusaha raksasa nasional  atau konglomerat yang memiliki finansial tidak terbatas dan terutama juga yang memiliki gedung gedung apartmen, hotel, tower tower perkantoran yang belom di operasikan atau lagi kosong karena bisnis sepi masa Covid-19.

Baca juga :  Lima Wilayah DKI Jakarta Disemprot Disinfektan


Tidak ada peran Pihak Kolongmerat Dalam membantu Pemerintah Tangani Covid-19


Sebaiknya untuk dapat meminjam kan untuk menjadi RS rujukan Covid. Para  konglomerat harus ikut ambil bagian membantu negara mengatasi masalah pandemi Covid ini. Di banyak negara lain seperti Saudi, German, Italia, AS dan sebagainya para konglomerat bukan cuma sekedar formaliti membantu pendanaan,  bahkan ada yang menghibahkan hotel – hotel mewah bintang 5 , dengan ratusan kamar untuk kepada penetintah nya untuk di rubah menjadi RS  Covid . Pandemi Covid 19 ini masalah kemanusiaan yang sangat berat. 


“Para konglomerat mestinya jangan cuma mau enaknya menikmati berbisnis penuh fasilitas pemerintah dan mengeksplorasi sumber daya alam milik negara, namun tidak   care terhadap kesulitan negara dan rakyat saat ini. Saya mengamati, puluhan group konglomerasi di Indonesia yang memiliki asset dan kekayaaan belasan hingga ratusan triliun, namun tidak pernah terdengar perhatian nya membantu  kesulitan yang di hadapi negara dan rakyat Indonesia,” tegasnya. 


Paling 1 -2 konglomerat yang ada aware. Ini bahkan ada pula 2 group konglomerat raksasa seperti RGM group milik Sukanto Tanoto dan Sampoerna Group milik keluarga Putra Sampoerna melalui program  foundation nya meminta dana puluhan milyar kepada Mendiknas untuk alasan pendidikan untuk di wilayah operasional perusahaan nya. Ini sudah terbalik logikanya. Harus nya mereka yang membantu pemerintah karena saat ini  negara kan kesulitan keuangan, ini malah pura pura miskin. 


“Saya ini 25 tahun bekerja sebagai eksekutif di beberapa  group konglomerat tentu  paham betul akal akalan para konglomerat ini,” ungkap Erick dengan nada geram. (rio). 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...