Home Ekonomi Apindo Beri Bocoran Penyebab Investasi Mangkrak di Indonesia, Simak Faktanya

Apindo Beri Bocoran Penyebab Investasi Mangkrak di Indonesia, Simak Faktanya

TELENEWS.ID – Pihak Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo telah memberi penjelasan mengenai faktor penyebab kenapa masih sering dijumpai investasi mangkrak di Indonesia.
Pihak Ketua Umum Apindo, Hariyadi B. Sukamdani memberi penilaian bahwa ada investasi yang masih terlihat mangkrak karena faktor tertentu.

Menurut Hariyadi Sukamdani melihat bahwa terdapat tiga indikator sistem investasi yang tidak berjalan lancar.

Beberapa poin dari regulasi, pendanaan, dan sengketa menjadi faktor penyebab kenapa di Indonesia masih sering terjadi investasi mangkrak.

“Penyebabnya bermacam-macam, bisa karena perizinan atau regulasi, masalah dengan keuangan, ataupun ada dispute ataupun sengketa,” kata Hariyadi, Minggu 19 Juni 2022.
Tercatat dari Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) telah mendapatkan data investasi mangkrak di Indonesia mencapai angka Rp 708 triliun.

Dari bulan November 2019 sampai September tahun lalu pemerintah telah melakukan eksekusi mencapai Rp 517,6 triliun.

Hingga terjadi pertengahan tahun ini sistem investasi juga tercatat masih mangkrak mencapai angka Rp 157,9 triliun.

Selanjutnya pihak Hariyadi juga menyampaikan sengketa sering terjadi bukan hanya dari masalah lahan tetapi perselisihan bersama partner bisnis.

“Sengketa macem-macem, kalau sengketa dengan partner dia penyelesaiannya diselesaikan secara internal,” kata Hariyadi.

Sedangkan pada soal sengketa dengan pemerintah kerap terjadi dan bisa menjadi penghambat proses realisasi investasi hingga permasalahan perizinan.

Hariyadi juga mengambil contoh bahwa pemerintah masih menjanjikan realisasi investasi dan memberi perizinan.

Namun, pada kondisi di lapangan terlihat berbeda dan sering tumpang tindih pada eksekusi perizinannya.

Menanggapi mangkraknya investasi tersebut pihak Kepala BKPM Bahlil Lahadalia telah membuat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi guna mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Nantinya Satgas baru tersebut mampu menyoroti bagaimana masalah perjanjian kontrak produksi, sengketa batas lahan perusahaan, sampai mengurusi tumpang tindih lahan di daerah tertentu.

Baca juga :  Tindak Lanjut Predatory Pricing, Shopee Tutup Akses Penjualan Produk Impor Hingga Rp300 T

Diharapkan dengan adanya perubahan birokrasi hingga penyelesaian tumpang tindih kebijakan sampai pengaturan sengketa lahan mampu menjadi jalan keluar.

Nilai investasi tinggi mencapai angka triliunan tersebut menjadi satu poin penting agar tidak terjadi adanya penghambat hingga nantinya mendorong investasi di Indonesia. (Stefanus Bernadi)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...