Home Internasional Aung San Suu Kyi Didakwa 15 Tahun Penjara Oleh Junta Militer Myanmar

Aung San Suu Kyi Didakwa 15 Tahun Penjara Oleh Junta Militer Myanmar

TELENEWS.ID – Junta Militer Myanmar akhirnya menggelar peradilan terhadap presiden terpilih dari sipil Aung San Suu Kyi, namun sayangnya peradilan dilakukan secara tertutup dan tidak boleh dihadiri oleh masyarakat. Bahkan dakwaan yang diberikan lebih berat dan dugaan sebelumnya, dimana Suu Kyi kini dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

Pemimpin Liga Nasional Demokrasi yang menjadi pimpinan sidang tersebut, memberikan tuduhan berat yaitu Suu Kyi telah menerima uang tunai dan emas, dimana telah ditemukan barang bukti tersebut. Sebelumnya Suu Kyi telah dijatuhi enam dakwaan dugaan korupsi, ini terkait dengan impor walkie talkies yang dilakukan secara ilegal.

Suu Kyi juga dijatuhi dakwaan menghasut masyarakat sipil sehingga menimbulkan keresahan hingga berakhir pada pemberontakan kepada Junta Militer yang sementara mengambil alih kepemimpinan negara.

Bukan itu saja, sebelumnya Suu Kyi ditangkap pada 1 Februari 2021 lalu dengan dugaan telah melanggar undang-undang rahasia, dimana akan dijatuhi hukuman 14 tahun penjara. Bahkan setelah dilakukan penangkapan tersebut, Suu Kyi tidak bisa ditemui dengan dalih telah menjadi tahanan rumah.

Namun saat peradilan yang dilakukan pemimpin Junta Militer Myanmar, Suu Kyi dihadirkan pada pengadilan dengan didampingi oleh pengacaranya, Khin Maung Zaw, namun tidak diperbolehkan adanya orang sipil yang melihat atau berada di ruang sidang tersebut.

Dilansir dari BBC, Junta Militer Myanmar membeberkan fakta bahwa Aung San Suu Kyi telah menerima suap dengan nominal sebesar 600 ribu dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp8,5 miliar. Bukan itu saja, Suu Kyi dituduh telah menerima tujuh buah emas.

Bukan hanya Suu Kyi yang mendapatkan dakwaan korupsi, pemerintah sipil lainnya yang dipimpin oleh NLD telah melakukan tindakan korupsi dengan melakukan kesepakatan terkait tanah dengan imbalan sejumlah uang. Hal ini mengarah pada beberapa mantan pejabat yang sempat menduduki posisi di pemerintahan sipil buatan Suu Kyi.

Baca juga :  Wabah Corona, Trump Isyaratkan Akhiri Masa Social Distancing

Tuduhan tersebut langsung mendapatkan penyangkalan oleh pengacara Suu Kyi, bahkan menganggap tuduhan tersebut absurd dan tidak adanya bukti yang jelas. Bahkan Maung Zaw berani berbicara lantang pada media, bahwa dakwaan tersebut hanya untuk menahan Suu Kyi lebih lama lagi.

Sementara itu, kondisi Myanmar tetap tidak kondusif, masyarakat sipil semakin memberontak dan kini banyak kelompok pemberontak membela mereka. Dimana pihak militer Myanmar terus melakukan tindakan represif untuk mengatasi para demonstran.

Data terakhir yang dirilis oleh grup pengawas Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPI) mengungkapkan sejumlah data mencengangkan. Bahwa ada lebih dari ribuan orang yang kini telah ditangkap dan dijadikan tahanan dengan dalih melawan pemerintahan. Sedangkan lebih dari 800 orang dari kalangan sipil meninggal dunia karena bentrokan. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Menurut Penelitian, Pria dengan 7 Sifat Ini yang Bakal Jadi Pasangan Terbaik Untukmu

TELENEWS.ID - Bagi wanita memilih pasangan bukanlah hal yang main-main. Banyak hal yang harus mereka pertimbangkan sebelum memilih pasangan, baik untuk menjadi...

Membongkar 5 Mitos Seputar Operasi Caesar, Proses Melahirkan yang Dipilih Nagita Slavina

TELENEWS.ID - Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya menimang buah hati mereka yang kedua. Pada Jumat, 26 November 2021 kemarin, Gigi...

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...