Home Internasional Bantuan AS Ditolak! Korut Mencium Aroma Skema Jahat

Bantuan AS Ditolak! Korut Mencium Aroma Skema Jahat

TELENEWS.ID – Pandemi covid-19 memberi dampak pada seluruh negara di dunia, dimana banyak bantuan yang datang dari berbagai negara untuk membantu negara yang masih terkena dampaknya, tidak terkecuali Korea Utara. Negara yang terkenal misterius dan enggan terbuka dengan negara luar ini, kabarnya menolak bantuan yang akan diberikan oleh Amerika Serikat.

Sebelumnya Korea Utara dikabarkan mengalami krisis pangan akut akibat pandemi covid-19, belum lagi penanganan pandemi covid-19 yang tidak memadai karena tidak mau menerima obat-obatan dan vaksin yang diulurkan oleh pemerintah China sebelumnya.

Informasi terkait penolakan bantuan dari Amerika Serikat ini datang langsung dari pejabat di Kementerian Luar Negeri Korea Utara yang dengan lantang menyebutkan jika bantuan yang diberikan Amerika Serikat pada negara-negara yang sedang mengalami kesulitan dalam penanganan pandemi covid-19 ini merupakan skema politik jahat yang nantinya akan memberikan tekanan pada negara yang mendapatkan bantuan tersebut.

Hal serupa juga dikatakan oleh peneliti Senior Asosiasi Promosi Pertukaran Ekonomi dan Teknologi Internasional Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kang Hyon Chol yang secara terang-terangan mengatakan bantuan luar negeri yang diberikan Amerika Serikat selalu ada kepentingan khusus setelahnya, ini hanya akan memberikan penekanan pada hak asasi manusia.

Dilansir dari situs resmi yang terbuka untuk umum dari Kementerian Luar Korea Utara, Kang menyuarakan dengan keras tentang penolakan bantuan dari  Amerika Serikat, menurutnya ini hanya akan menyengsarakan rakyat di kemudian hari.

“Ini dengan jelas mengungkapkan bahwa niat tersembunyi Amerika untuk menghubungkan bantuan kemanusiaan dengan masalah hak asasi manusia adalah untuk melegitimasi tekanan mereka pada negara-negara berdaulat dan mencapai skema politik jahat mereka” ujar Kang pada Senin (12/07/2021)

Kang bahkan tidak segan menghubungkan bantuan kemanusiaan yang dilakukan Amerika Serikat ini sama halnya dengan kejadian yang terjadi di Afghanistan. Dimana pihak militer Amerika Serikat memang telah melakukan penarikan pasukan dari Afghanistan namun ini bersamaan dengan penurunan bantuan yang diberikan. Hal ini membuat Kang menarik kesimpulan, jika ada maksud terselubung dari bantuan kemanusiaan yang diberikan Amerika Serikat pada negara lain.

Hal ini nampaknya menjawab rencana pejabat Amerika Serikat yang memiliki rencana untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara, dimana akan memberikan bahan makanan, obat-obatan hingga vaksin pada negara tersebut yang terdampak pandemi covid-19.

Lantas bagaimana dengan bantuan yang akan diberikan negara lain? Pasalnya Korea Selatan memang sudah berencana mengirimkan sejumlah dosis vaksin covid-19 ke Pyongyang dengan kondisi jika Korea Utara memintanya.

Baca juga :  Korsel Bela Korut, Bantah Kondisi Kim Jong-un Hingga Adanya Kudeta

Banyak pihak menilai, langkah kemanusiaan yang dicoba dijalin Korea Selatan dengan negara tetangga sekaligus satu bangsa tersebut akan memberikan angin segar pada hubungan kedua negara yang selalu menegang dalam kondisi apapun. Kabarnya, bantuan dosis vaksin covid-19 ini akan jadi jalan menuju perdamaian di Semenanjung Korea.

Hal ini sesuai dengan apa yang diusulkan oleh Kementerian Unifikasi Korsel, dimana menganggap pernyataan Kang bukan perwakilan dari Korea Utara melainkan pernyataan pribadi. Hal ini membuat Seoul mencoba untuk menawarkan kerja sama dengan Pyongyang dengan tujuan utama adalah bantuan kemanusiaan, dimana ingin memastikan kesehatan dan keselamatan dari warga yang berada di Semenanjung Korea.

Meski sinyal bantuan dari Seoul terus gencar dilakukan, namun belum ada konfirmasi lebih lanjut dari Pyongyang, nampaknya Kim Jong-un masih merencanakan hal lain. Dimana hingga kini tidak ada satu pun negara yang tahu berapa jumlah penularan covid-19 yang terjadi di Korea Utara, pasalnya negara tersebut tidak memberikan laporan apapun.

Baca juga :  Pengawas Departemen Luar Negeri Sebut Menlu Tahu Soal Penyelidikan

Tetapi dari laporan beberapa media asing yang mengabarkan bahwa dalam dua bulan mendatang, Korea Utara terancam kehabisan bahan pangan pokok, krisis ini memang sudah terjadi beberapa bulan lalu, dimana rakyat diminta menyetorkan semua bahan pangan ke Pyongyang untuk dibagi secara merata.

Krisis pangan di Korea Utara menjadi yang terparah sepanjang sejarah, bahkan harga sembako dan kebutuhan lainnya semakin naik karena kelangkaan yang terjadi. Bahkan kabarnya harga teh dan kopi dijual dengan harga Rp1 juta lebih, ini pun belum tentu ada barangnya.

Krisis ini sempat dikonfirmasi oleh pemimpin Korea Utara sendiri, Kim Jong-un, dimana mengatakan bahwa krisis pangan terjadi karena sektor agrikultur yang gagal dalam produksi gandum, ini disebabkan oleh bencana alam angin topan yang terjadi di tahun lalu.

Lantas bantuan dari mana yang akan diambil oleh Kim Jong-un, apakah dari Amerika Serikat yang merupakan negara paling dibenci dan menjadi musuh utama Korea Utara atau bisa jadi menerima  bantuan terdekat dari saudara sendiri yaitu Korea Selatan. Namun perlu diketahui, ketegangan kedua negara ini masih terjadi hingga saat ini, bahkan Kim Jong-un tidak segan mengarahkan rudalnya untuk memulai perang dengan Korea Selatan. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...