Home Gaya hidup Ibu dan Anak Belum Tentu Gejala Covid, 5 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Balita...

Belum Tentu Gejala Covid, 5 Hal yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Balita Mendadak Batuk

TELENEWS.ID – Masuknya varian virus Covid-19, Omicron ke Indonesia membuat cemas banyak orang tak terkecuali orangtua. Pasalnya menurut penelitian, varian virus COVID-19 yang satu ini lebih rentan menyerang anak-anak.

Menurut data yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics, hampir 199.000 anak telah dilaporkan terinfeksi Covid-19 selama pekan ketiga bulan Desember 2021 yang silam. Jumlah pasien anak-anak di berbagai rumah sakit di Amerika Serikat dan Inggris pun terus meningkat, seiring semakin mengganasnya varian Omicron di kedua negara tersebut.

Dokter sendiri sudah memperingatkan pada orangtua mengenai gejala Omicron jika terjadi pada buah hati mereka. Kata dokter spesialis anak Ashley Keilman, salah satu gejala khas seorang anak terpapar Omicron adalah mereka mengalami batuk yang parau.

“Kami melihat lebih banyak pasien dengan batuk parau dan lebih banyak pasien yang dites positif Covid, yang merupakan sesuatu yang tidak kami amati selama fase awal lonjakan sebelumnya,” begitu kata Dr. Keilman. Dia juga menyebut infeksi saluran pernafasan yang disebabkan oleh paparan virus Omicron ini, yang membuat pasien anak-anak memenuhi bangsal ICU rumah sakit.

“Apa yang kami lihat terkait Omicron adalah jenis infeksi saluran pernapasan atas, infeksi virus, croup adalah salah satu yang paling parah dan menempatkan anak-anak di ICU secara teratur,” kata Keilman.

Tentu saja meskipun Omicron sendiri dinilai tidak seganas varian virus Covid-19 yang sebelumnya, orangtua merasa was-was jika buah hati mereka mendadak mengalami batuk. Namun para pakar kesehatan mengingatkan orangtua agar tak langsung panik, begitu melihat buah hati mereka terutama yang masih balita mengalami batuk.

Pasalnya batuk dan pilek sebenarnya merupakan gangguan kesehatan umum yang dialami oleh banyak anak dan balita terutama di musim hujan seperti sekarang ini.

Menurut Hector de Leon, M.D., dokter anak Kaiser Permanente di Colorado, batuk jenis virus corona seringkali kering, artinya tidak menghasilkan lendir atau dahak. Kemungkinan disebabkan oleh iritasi jaringan paru-paru oleh virus. Tanda-tanda lain dari batuk kering termasuk rasa geli di tenggorokan, suara seperti tercekik, dan tidak ada perasaan lega setelah batuk.

Baca juga :  Minuman Tradisional Populer Sebagai Pencegah Covid-19

Orang tua dan anak-anak di mana-mana bertanya, “Jika saya batuk, apakah saya terkena COVID-19?” Jangan panik dulu. “Ada banyak alasan berbeda mengapa orang batuk. Itu tidak selalu menular,” kata Dr. de Leon. “Kita perlu mempertimbangkan gambaran besar ketika mendiagnosis batuk” tambahnya lagi.

Karena itulah ada beberapa hal yang bisa dilakukan orangtua, saat balita mereka mendadak batuk seperti:

  1. Cobalah menganalisis kesehatan anak secara keseluruhan. Apakah selain batuk mereka juga bersin, mata merah, dan tenggorokan gatal? Jika demikian, gejala ini kemungkinan besar adalah akibat alergi, kata Dr. de Leon.
  2. Jika batuk mereka memburuk setelah makan dan disertai rasa panas di dada, diagnosisnya mungkin anak-anak mengalami GERD.
  3. Beri anak banyak cairan seperti air atau jus. Teh hangat tanpa kafein juga dapat membantu meredakan rasa gatal yang memicu batuk. Jika anak tidak ingin minum, cobalah berikan mereka es loli dari jus buah asli yang dibuat di rumah.
  4. Sesendok madu sebelum tidur dapat melapisi tenggorokan dan mengurangi rasa sakit. Namun, jangan pernah memberikan madu kepada anak di bawah 1 tahun, dan tidak dianjurkan untuk anak di bawah 2 tahun. Pada bayi, madu dapat menyebabkan botulisme atau penyakit yang mengancam jiwa.
  5. Beri tahu dokter sesegera mungkin jika merasa anak-anak mungkin terpapar COVID-19. Selalu hubungi kantor sebelum berkunjung, karena mereka mungkin perlu mengambil tindakan pencegahan khusus untuk kemungkinan kasus virus corona.
Baca juga :  Inilah 5 Jenis Makanan yang Wajib Kamu Hindari jika Ingin Berumur Panjang

Selain itu alih-alih membawa anak ke rumah sakit yang rentan dengan virus dan kuman, diagnosa dokter melalui telpon dirasa lebih aman untuk balita. Apalagi jika ternyata buah batuk lantaran alergi atau flu biasa, bukan terpapar virus COVID-19. “Banyak penyakit sering kali dapat didiagnosis melalui sambungan telepon saja,” begitu saran Dr. de Leon. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...