Home Gaya hidup Benarkah Pola Makan Vegan Paling Sehat?

Benarkah Pola Makan Vegan Paling Sehat?

TELENEWS.ID – Banyak orang kini mengadopsi pola makan veganisme dengan alasan yang berbeda-beda pula, mulai dari beban moral hingga kesehatan.

Melansir dari majalah kesehatan Healthline, seorang vegan, atau yang menganut veganisme, didefinisikan sebagai orang-orang yang menganut gaya hidup dan pola makan yang tidak mengandung produk hewan sedikitpun. Pengecualian terhadap produk hewani berangkat dari eksploitasi dan kekejaman terhadap hewan, baik untuk makanan, pakaian, atau tujuan lain.

Lantas, vegan mengambil seluruh sumber makanan dan kebutuhan mereka sehari-hari dari tumbuhan. Sekilas, menjadi vegan terdengar sangat bersih dan menyehatkan. Namun, apakah kenyataannya demikian? Apakah menjadi vegan adalah pilihan paling sehat dibanding pola hidup lainnya?

Pola makan vegan atau diet vegan pada umumnya dianggap sehat karena kandungan makanan yang tinggi akan serat dan lebih rendah kolesterol, protein, kalsium dan garam dibanding pola makan omnivora. Di lain sisi, ternyata masih ada beberapa miskonsepsi terkait absennya daging, ikan, telur dan produk susu pada pola makan vegan.

Kekhawatiran yang umum terjadi adalah apakah seorang vegan memiliki asupan vitamin B12 yang cukup untuk tubuhnya. Melansir dari laman US Department of Health and Human Services, Vitamin B12 banyak ditemukan di produk daging, ikan, telur dan susu dan justru tidak tersedia di buah maupun sayuran.

Padahal, salah satu manfaat vitamin B12 adalah membantu menangkal kerusakan saraf. Setiap orang dewasa direkomendasikan untuk mengkonsumsi setidaknya 1.5 mikrogram vitamin B12 tiap hari.

“Kekurangan B12 dapat menyebabkan gejala neurologis seperti mati rasa, dan (kondisi tersebut) tidak dapat disembuhkan jika kekurangan B12 terjadi terlalu lama,” ujar Janet Cade dari Nutritional Epidemiology Group, School of Food Science and Nutrition.

Dampak kesehatan dari diet vegan juga tertuang dalam jurnal berjudul ‘Risks of ischaemic heart disease and stroke in meat eaters, fish eaters, and vegetarians over 18 years of follow-up: results from the prospective EPIC-Oxford study’.

Jurnal tersebut meneliti 48.000 sampel berumur 18 tahun ke atas yang memiliki pola makan yang berbeda. Ada yang pemakan daging, pescatarian (yang mengkonsumsi ikan dan produk susu tanpa daging jenis lainnya), vegetarian dan vegan.

Perlu digarisbawahi, vegan dan vegetarian memiliki perbedaan. Laman Health mengutip, vegetarian adalah orang yang umumnya tidak mengkonsumsi daging, unggas, atau makanan laut. Namun, vegetarian biasanya masih menyertakan telur atau produk susu dalam makanan mereka.

Sedangkan vegan adalah orang yang sama sekali tidak menyertakan produk hewani apapun baik ke dalam pola makan maupun kebutuhan sehari-hari mereka.

Kembali pada studi di atas, hasil penelitian menunjukkan bahwa orang yang menjalani pola makan vegan dan vegetarian memiliki resiko lebih rendah terkena penyakit jantung, namun lebih berpotensi terkena stroke akibat kemungkinan kekurangan vitamin B12.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa sampel yang tidak makan daging memiliki 10 kasus penyakit jantung lebih sedikit namun tiga kasus stroke lebih banyak per 1.000 orang dibandingkan dengan pemakan daging.

Stroke hemoragik diakibatkan adanya pendarahan pada otak. Meskipun kolesterol rendah mengurangi potensi penyakit jantung dan stroke iskemik, studi di atas menjadi bukti yang menunjukkan bahwa kadar kolesterol rendah (terkait dengan pola makan vegan dan vegetarian) berpotensi terkait dengan risiko kecil stroke hemoragik. Hal ini disampaikan oleh Tammy Tong, ahli epidemiologi nutrisi di Universitas Oxford.

Menurut Marco Springmann, peneliti senior kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat di Universitas Oxford, vitamin B12 sebetulnya tersedia dalam jumlah kecil dari ragi dan produk susu nabati. Namun, Academy of Nutrition and Dietetics menyatakan bahwa ragi bukanlah sumber vitamin B12 yang memadai. Sebagai salah satu solusinya, asupan vitamin B12 bisa didapat dari suplemen makanan.

Baca juga :  Cara Ajarkan Anak Wirausaha Sejak Dini

Kekhawatiran umum lainnya terhadap pola makan vegan adalah kurangnya asupan protein. Meskipun begitu, Springmann mengatakan rendahnya kandungan protein pada buah dan sayuran tidaklah membahayakan.

“Kami tidak pernah menemukan masalah terkait dengan kekurangan protein, kecuali pada orang yang memang kurang asupan kalori. Protein ada dalam segala hal,” jelas Springmann.

Sebagai tambahan, susu kacang memiliki kadar protein yang hampir setara dengan kadar protein dalam susu sapi. Hal ini tertulis dalam jurnal Evaluation of Physicochemical and Glycaemic Properties of Commercial Plant-Based Milk Substitutes.

Springman juga mengatakan, kecil kemungkinan orang dengan pola makan vegan mengalami kekurangan zat besi, asalkan mengkonsumsi buah dan sayur dengan kombinasi banyak warna.

“Kami telah menemukan bahwa pola makan vegan bisa menjadi salah satu pola makan yang paling sehat dibanding pescatarian dan vegetarian, konsumsi yang lebih tinggi pada buah, sayuran dan kacang-kacangan,” jelas Springman.

Ia juga menganjurkan untuk mengkonsumsi banyak buah dan sayuran dengan aneka warna, kacang-kacangan, gandum utuh, dan lentil yang kaya akan omega-3.

Studi lain juga membahas mengenai variasi pola makan dan dampaknya pada kesehatan. Jurnal berjudul Dietary Diversity: Implications for Obesity Prevention in Adult Populations: A Science Advisory From the American Heart Association menemukan bahwa orang yang menjalankan pola makan yang bervariasi cenderung mengkonsumsi lebih banyak makanan yang diproses dan minuman gula.

Baca juga :  Cara Ajarkan Anak Wirausaha Sejak Dini

Para peneliti juga telah mengobservasi dan membandingkan kesehatan orang yang mengkonsumsi makanan nabati dengan yang mengkonsumsi makanan hewani, atau dengan yang mengkonsumsi keduanya dengan porsinya masing-masing.

Mereka yang menjalani pola makan nabati lebih banyak dibanding produk hewani cenderung melaporkan skor kesehatan yang tinggi. Dibanding pemakan produk hewani, pola makan nabati berkontribusi menurunkan risiko penyakit kardiovaskular sebanyak 32%. Angka ini telah disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, ras, pendidikan, dan kebiasaan mereka seperti merokok, konsumsi alkohol, dan olahraga.

“Pola makan nabati mengalihkan kita dari makanan yang kurang sehat. Saya percaya bahwa manfaat kesehatan yang didapat dari pola makan nabati berasal dari kombinasi buah dan sayur yang lebih banyak dibanding produk hewani, termasuk lemak jenuh,” jelas Casey Rebholz, asisten profesor di Sekolah Kesehatan Masyarakat John Hopkins Bloomberg di Baltimore.

Belum lagi, orang dengan pola makan vegan cenderung memiliki kebiasaan dan pola hidup yang lebih sehat.

“Biasanya, vegan lebih sedikit merokok, minum lebih sedikit alkohol dan lebih banyak berolahraga,” kata Faidon Magkos, profesor di departemen nutrisi, olahraga, dan olahraga Universitas Kopenhagen.

Faktor gaya hidup yang sehat juga berkontribusi pada risiko penyakit jantung dan kematian yang lebih rendah. Sehingga, secara tersirat dapat bermakna bahwa menjadi vegan dapat membantu tubuh menjadi lebih sehat, tak hanya perihal makanan yang bersih semata.

Meskipun begitu, penelitian-penelitian di atas berfungsi sebagai titik awal saja. Mengingat sebagian besar data yang didapat mengenai veganisme masih didasari pada pengamatan, masih ada ketidakpastian seputar pola makan vegan, terutama jika menyangkut efek jangka panjang. Apalagi, pola makan vegan cenderung terbilang baru dan masih membutuhkan waktu yang lebih lama untuk diteliti.

“Untuk melihat apakah perubahan pola makan mempengaruhi kesehatan, diperlukan observasi dan penelitian yang untuk mengembangkan hasil penyakit, dengan studi intervensi yang setidaknya satu tahun,” jelas Faidon.

Ada lebih banyak hal yang harus terus digali sebelum kita mengetahui dengan pasti apakah veganisme bisa lebih sehat daripada pola makan lainnya, terutama dalam hal efek kesehatan jangka panjang.

Sementara itu, para ahli menyarankan bahwa pola makan vegan terbaik adalah yang mencakup banyak buah dan sayuran, suplemen B12, dan lebih sedikit makanan cepat saji (junk food).

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kronologi OTT Kasus Korupsi Bupati Penajem Paser Utara

TELENEWS.ID - Nur Afifah Balqis sedang ramai menjadi perbincangan publik nasional akhir-akhir ini karena menjadi salah satu tersangka OTT KPK dan terlibat...

Kisruh Arteri Dahlan Mengancam Elektabilitas PDIP

TELENEWS.ID – Anggota komisi III DPR RI dari fraksi PDIP, Arteri Dahlan membuat gaduh Indonesia. Arteria meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot...

Kemanakah Ridwan Kamil Berlabuh Untuk Pilpres 2024 ?

TELENEWS.ID - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2024. Namun hingga saat ini masih belum ada partai...

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...