Home Gaya hidup Kesehatan Benarkah Vaksin COVID-19 Mengganggu Kesuburan? Simak Pendapat Pakar di Sini!

Benarkah Vaksin COVID-19 Mengganggu Kesuburan? Simak Pendapat Pakar di Sini!

TELENEWS.ID – Semakin merebaknya varian Omicron di Indonesia, membuat pemerintah menggalakkan lagi vaksin booster untuk masyarakat. Itu artinya, masyarakat Indonesia kemungkinan akan mendapatkan satu kali vaksin COVID-19, sebagai booster atau memperkuat dua vaksin yang sebelumnya.

Namun faktanya hingga kini masih banyak masyarakat yang masih ragu untuk melakukan vaksin atau tidak. Ini karena banyak mitos dan informasi yang kurang tepat mengenai varian vaksin COVID-19. Salah satunya yang cukup membuat masyarakat enggan melakukan vaksin COVID-19, lantaran percaya bisa mempengaruhi kesuburan pria dan wanita.

Penelitian yang diterbitkan minggu ini di American Journal of Epidemiology, menambahkan berbagai pengetahuan yang berkembang tentang dampak COVID pada kesehatan reproduksi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vaksin tidak terkait dengan peningkatan risiko keguguran, tidak meningkatkan risiko kelahiran prematur atau berat badan bayi yang rendah.

Penelitian ini juga menemukan bahwa untuk sementara waktu, vaksin dapat menyebabkan perubahan jangka pendek pada siklus menstruasi seorang wanita. Namun efeknya tidak permanen, dan tidak mempengaruhi kesuburan wanita tersebut.

Selain itu, dalam studi terbaru yang didanai oleh National Institutes of Health dan dilakukan di AS dan Kanada, para peneliti menganalisis data dari lebih dari 2.100 wanita. Partisipan berusia antara usia 21 dan 45 tahun, yang diberi pilihan untuk mengajak pasangan pria mereka untuk terlibat dalam penelitian ini.

73% wanita dan 74% pasangan mereka yang termasuk dalam penelitian, telah menerima setidaknya satu dosis vaksin COVID. Hasilnya, para peneliti tidak menemukan hubungan antara menerima vaksin COVID yang mempengaruhi kemungkinan hamil dalam satu siklus menstruasi, untuk pria dan wanita yang termasuk dalam penelitian ini.

“Temuan ini memberikan kepastian bahwa vaksinasi untuk pasangan yang sedang dalam program kehamilan, tampaknya tidak mengganggu kesuburan mereka,” ujar Diana Bianchi, M.D., direktur Institut Kesehatan Anak dan Pengembangan Manusia Nasional di Eunice Kennedy Shriver NIH.

Baca juga :  Inilah 5 Makanan Yang Dipercaya Mengurangi Efek Tidak Enak Badan Setelah Vaksin COVID-19

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Amelia Wesselink, asisten profesor penelitian epidemiologi di Boston University School of Public Health. Dalam penelitian yang dilakukan di institusinya, Amelia menegaskan sama sekali tidak ditemukan keterkaitan antara vaksin COVID-19 dan kesuburan seseorang.

“Penelitian kami menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa vaksinasi COVID-19 pada salah satu pasangan, tidak terkait dengan kesuburan di antara pasangan yang mencoba untuk hamil melalui hubungan seksual. Waktu hingga kehamilan tidak terpengaruh sama sekali, terlepas dari status vaksinasi,” kata Wesselink.

Menurut ahli, masalah kesuburan lebih berkaitan dengan usia dan gaya hidup seseorang serta kondisi kesehatan tertentu; dan bukan dikarenakan vaksin COVID-19 seperti mitos dan hoax yang beredar saat ini. Bahkan menurut Stacy A. De-Lin adalah seorang dokter kedokteran keluarga di New York, isu yang menyebutkan vaksin COVID-19 bisa mempengaruhi kesuburan seseorang adalah legenda urban atau sekedar “dongeng” saja.

“Partikel-partikel pada kandungan vaksin COVID-19 tidak dapat menyebabkan masalah jangka panjang, seperti penyakit autoimun atau dampak pada kesuburan atau kehamilan,” kata Dr. De-Lin. “Tidak ada hubungan antara vaksin COVID-19 dan kesuburan — ini adalah legenda urban” tambahnya lagi.

Baca juga :  Mobil Khusus Bawa Vaksin Pertama di Dunia, Inilah Toyota Land Cruiser 78

Menurut Dr De-Lin. , vaksin dari Pfizer dan Moderna menggunakan potongan kecil materi genetik yang disebut mRNA, yang seperti buku petunjuk untuk memberi tahu sel tubuh agar membuat protein yang biasanya ditemukan di bagian luar virus.

Kondisi ini mengaktifkan pertahanan sistem kekebalan tubuh, dan juga akan melindungi jika sewaktu saat seseorang terkena virus di masa depan. “Karena vaksin mRNA sama sekali tidak memasuki inti sel itu sendiri, mereka sama sekali tidak dapat mengubah DNA atau mempengaruhi kesuburan,” kata De-Lin menambahkan. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Rapor Merah DKI Jakarta untuk Masalah Sosial

TELENEWS.ID - Pemindahan Ibukota Republik Indonesia ke Kalimantan sudah disahkan oleh Presiden Joko Widodo dan hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi. Itu...

Tidak Mau Kalah dengan Singapura, Indonesia Luncurkan Kendaraan Listrik Tanpa Pengemudi

TELENEWS.ID – Singapura sudah banyak menggunakan robot untuk membantu masyarakat menjalankan kegiatan sehari-hari. Bahkan Singapura juga sudah menggunakan robot sebagai pengganti polisi...

Sisi Gelap Petinggi dan Model Victoria’s Secret

TELENEWS.ID – Victoria’s Secret adalah sebuah perusahaan yang menjual berbagai kebutuhan wanita yang berasal dari Amerika Serikat yang berdiri sejak 12 Juni...

Anggaran ITF Membengkak, Kok Bisa?

TELENEWS.ID - Pembangunan Intermediate Treaty Facility atau ITF. ITF sendiri adalah tempat pengolahan sampah sementara sebelum sampah dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir...