Home Gaya hidup Berkaca dari Vokalis Band Amigdala, Ini 5 Alasan Korban Kekerasan Sulit Meninggalkan...

Berkaca dari Vokalis Band Amigdala, Ini 5 Alasan Korban Kekerasan Sulit Meninggalkan Pasangan yang Toxic

TELENEWS.ID – Band Amigdala yang naik daun berkat hits mereka yang berjudul “Ku Kira Kau Rumah” mendadak viral di media sosial. Bukan karena lagu mereka itu menjadi judul film yang dibintangi oleh Prilly Latuconsina, namun karena pengakuan mantan vokalisnya yang bernama Aya Canina.

Aya yang kini hengkang dari band indie tersebut membuat pengakuan mengejutkan dimana ia pernah menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh kekasihnya, yang tak lain adalah gitaris dan vokalis band Amigdala saat ini.

Tak tanggung-tanggung, 3,5 tahun lamanya Aya mengaku mengalami kekerasan dari kekasihnya itu. “Saya keluar dari Amigdala karena saya mengalami kekerasan dalam pacaran selama rentang waktu 3,5 tahun dan itu sangat memengaruhi kondisi mental saya,” tulis Aya Canina di Instagram Story. “Siapa pacar saya waktu itu? Vocal 2 sekaligus lead gitar. Orang yang selalu bernyanyi bersama saya,” lanjut Aya.

Yang menyedihkan, Aya mengaku personel band Amigdala yang lain mengetahui hal ini namun terkesan membiarkan kekerasan yang dialami olehnya. Tak tahan terus disakiti secara fisik dan mental, Aya memutuskan untuk hengkang dari band indie ini.

3,5 tahun bukan waktu yang sebentar bagi korban kekerasan untuk bertahan dalam suatu hubungan yang toxic. Wanita memang lebih rentan menjadi korban kekerasan dalam suatu hubungan, baik kekerasan fisik maupun mental. Menurut Beverly Engel, seorang psikoterapis dan penulis buku “Escaping Emotional Abuse: Healing From the Shame You Don’t Deserve”, memperingatkan bahwa kekerasan emosional lebih berbahaya daripada kekerasan fisik.

Ini karena berbeda dengan kekerasan fisik, kekerasan emosional nyaris tidak terlihat pada mereka yang mengalaminya sehingga sangat sulit bagi korban untuk meminta pertolongan. “Dengan kekerasan fisik, seorang wanita tahu dia dianiaya. Dia melihat memar, lengannya patah dan sebagainya. Namun ketika dia mengalami kekerasan secara emosional, dia belum tentu mengetahuinya,” kata Beverly.

Baca juga :  Tak Boleh Diabaikan, Kenali 6 Penyebab Mengapa Haid Datang Lebih Cepat

Namun pernahkah kamu bertanya mengapa korban kekerasan tak meninggalkan saja pasangan mereka atau hubungan yang toxic itu? Ternyata ada beberapa alasan yang menyebabkan mengapa korban kekerasan sulit meninggalkan pasangan mereka yang toxic, seperti:

  1. Psikis korban yang mulai terganggu. Dikendalikan dan disakiti membuat trauma, dan ini membuat korban kebingungan, ragu mencari pertolongan, dan bahkan menyalahkan diri sendiri. Tindakan kekerasan yang dialami secara terus menerus dan berulang, menyebabkan keputus-asaan korban cenderung menyalahkan diri mereka sendiri.
  2. Lingkaran setan kekerasan yang diikuti dengan pelaku yang bersikap manis pada korbannya. Seringkali ketika kekerasan terjadi, kemudian pelaku melakukan sesuatu yang baik atau meminta maaf dan berjanji bahwa mereka tidak akan pernah melakukannya lagi. Ini membuat korban memilih menunggu, karena merasa pelaku akan berubah dan menepati janjinya.
  3. Takut. Ancaman bahaya fisik dan emosional sangat kuat, dan pelaku menggunakan ini untuk mengontrol dan membuat perempuan tetap terjebak dalam hubungan yang toxic. Perempuan korban kekerasan jauh lebih mungkin di teror dan mengalami trauma daripada korban laki-laki. Mencoba meninggalkan pelaku itu bisa sangat berbahaya dan berisiko mengancam nyawa korbannya.
  4. Tidak hanya sulit untuk putus dengan aman, tetapi juga sulit untuk melepaskan diri dari kendali pelaku. Orang-orang dalam hubungan yang toxic, sering kali mencoba putus dengan pasangannya beberapa kali sebelum putus. Rata-rata seseorang dalam hubungan yang toxic akan mencoba untuk putus 7 kali sebelum akhirnya benar-benar pergi meninggalkan pasangannya.
  5. Khawatir akan reaksi orang lain. Orang-orang dalam hubungan yang toxic sering merasa malu untuk mengakui bahwa pasangannya kasar karena takut dihakimi, disalahkan, dipinggirkan, dikasihani atau dipandang rendah oleh orang lain.
Baca juga :  Bukan Operasi Plastik, Ini 7 Cara Alami Mengatasi Payudara yang Kendur

Jadi sebelum men-judge korban kekerasan yang tak segera meninggalkan pasangan yang toxic, kamu harus tahu bahwa lepas dari hubungan yang toxic itu bukan hal mudah bagi korbannya. (Yuyun Amalia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...