Home Internasional Berkat Aplikasi PesanTerenkripsi, FBI Berhasil Jerat Ratusan Penjahat

Berkat Aplikasi PesanTerenkripsi, FBI Berhasil Jerat Ratusan Penjahat

TELENEWS.ID – Kemajuan era digital dewasa ini membuat pekerjaan penegak hukum menjadi lebih mudah dan efisien. Terakhir, biro investigasi federal (FBI) Amerika Serikat berhasil menjerat 800 orang pelaku kriminal lewat sebuah aplikasi pesan terenkripsi.

Aplikasi chatting bernama ‘ANOM’ itu menawarkan fitur percakapan rahasia dan aman bagi para penjahat agar tidak terendus polisi. Namun pengembangnya ternyata sudah bekerjasama langsung dengan FBI dan memberikan akses ‘backdoor’ agar para agennya bisa mengintip aktivitas dan perencanaan kejahatan para pelaku kriminal tersebut.

Aplikasi ANOM telah diinstal di lebih dari 12,000 perangkat yang disebarkan dalam ratusan organisasi kriminal. Dalam rentang waktu 2019 hingga 2021, aplikasi tersebut telah dipakai untuk berkirim 27 juta pesan dan berperan besar dalam kesuksesan Operation Greenlight / Trojan Shields yang berhasil membekuk sekurangnya 800 penjahat.

Dari pesan yang dikirim dalam aplikasi tersebut, FBI berhasil membongkar sejumlah kegiatan kriminal skala besar, diantaranya penyitaan delapan ton kokain, 22 ton ganja dan 250 senjata api ilegal. FBI juga mengamankan senilai USD 48 juta dalam bentuk uang konvensional dan juga mata uang kripto.

Gagasan aplikasi ANOM bermula setelah sebuah aplikasi bernama Phantom Source dimatikan pihak kepolisian di tahun 2018. FBI menuding jaringan terenkripsi tersebut marak dijadikan sarana penyelundup narkoba dan organisasi kriminal lain untuk merencanakan kejahatan mereka.

Namun seorang pengembang dari aplikasi Phantom Source kemudian menghubungi FBI dan memberitahu bahwa mereka kini tengah mengembangkan suatu aplikasi jaringan terenkripsi baru yang disebut ANOM.

Sang informan tersebut menawarkan sistem enkripsi ANOM kepada FBI dan polisi federal Australia, kemudian menjualnya ke jaringan organisasi kriminal yang sudah menjadi mitra mereka.

Kerjasama brilian tersebut pun berjalan mulus tanpa hambatan. Selama dua tahun penuh, para anggota mafia, penjahat dan pengedar narkoba marak menggunakan aplikasi ANOM karena dianggap memberikan jaminan keamanan bagi pesan mereka.

Baca juga :  Perjalanan Hidup Aung San Suu Kyi, Pejuang Demokrasi Myanmar

Sayangnya, para oknum kriminal itu tidak mengetahui bahwa sang pengembang telah memberikan ‘kunci’ bagi penegak hukum untuk membongkar konten perangkat lunak tersebut dan memantau percakapan tiap individu di dalamnya.
Setiap perangkat ANOM memiliki ID khusus yang terikat dengan username yang dipilih pengguna ketika mendaftar.

Pesan yang dikirim pengguna dengan ID unik tersebut kemudian bisa langsung diteruskan ke sebuah server yang bisa diakses oleh FBI, AFP, Europol serta badan penegak hukum lainnya. ANOM tersebar hingga 90 negara dengan Jerman, Belanda, Spanyol, Australia dan Serbia sebagai negara dengan jumlah user terbanyak. (Billy Bagus)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Inilah 5 Trik Mudah untuk Bebas Stress Menjelang Perayaan Natal

TELENEWS.ID - Tinggal hitungan hari lagi maka umat Kristiani akan bersuka cita merayakan Natal. Selayaknya hari besar lainnya, banyak persiapan yang harus...

Ladies, Kenali 6 Tanda Cowok Parasit yang Perlu Diwaspadai

TELENEWS.ID - Hubungan mantan pasangan Laura Anna dan Gaga Muhammad kembali memanas. Laura yang merasa dirugikan baik secara fisik maupun finansial, akhirnya...

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...