Home Internasional Bukan Kim Jong-un, Adiknya yang Merencanakan Pembantaian Pejabat Korea Utara

Bukan Kim Jong-un, Adiknya yang Merencanakan Pembantaian Pejabat Korea Utara

TELENEWS.ID – Perintah aneh dan cenderung kejam kembali terdengar dari Korea Utara, kali ini perintah tersebut bukan dikatakan langsung sang pemimpin, Kim Jong-un yang melainkan adik perempuannya, Kim Yo-jong.

Dikabarkan dari sumber terpercaya di Korea Utara, adik terdekat dari Kim Jong-un tersebut mengeluarkan perintah kejam berupa pembantaian sejumlah pejabat di Korea Utara, ini bahkan terdengar seperti perintah bersih-bersih dari badan pemerintahan yang dilakukan secara besar-besaran.

Kabarnya hal ini telah menimbulkan ketakutan berlebih, pasalnya sejumlah nama sudah masuk dalam daftar eksekusi tersebut, bahkan ini berasal dari kalangan pejabat di Korea Utara. Bukan hanya list nama namun metode pembantaian ini kabarnya paling kejam jika dibandingkan perintah tembak mati lainnya.

Dilansir dari Express pada (05/06/2021) yang mendapatkan sumber dari dua petinggi pejabat di Korea Utara, kabarnya ini terbukti kebenarannya, hanya tinggal menunggu perintah saja. Anehnya perintah eksekusi ini tidak dikeluarkan oleh Kim Jong-un, melainkan dari Kim Yo-jung.

“Berita mengenai mereka menembak mati pejabat tinggi di Pyongyang menyebar di sebuah pejabat Hyesan saat ini” ujar salah satu sumber Express

Sumber tersebut bahkan menyebutkan, tidak tahu pasti siapa saja pejabat yang akan dieksekusi saat ini. Namun dari informasi yang didapatkan dari orang terdekat dengan Kim Jong-un, saat ini perintah eksekusi datang bukan datang dari ketua, melainkan dari Kim Yo-jong.

Dilansir radio Free Asian, ada sumber terpercaya yang memberikan informasi terkait penyebab adanya eksekusi sejumlah pejabat di Korut, hal ini ternyata ada kaitannya dengan penyelundupan emas yang terjadi pada November 2020 lalu.

Diketahui memang ada eksekusi yang dilakukan grup penembak, kabarnya ada 10 pejabat keamanan negara dan petinggi tentara yang menjadi pimpinan area perbatas, eksekusi ini kabarnya sudah terjadi pada Desember 2020 lalu.

Bukan hanya hukuman mati, masih ada sembilan orang yang mendapatkan hukuman penjaga seumur hidup, bahkan nasib malang ini bukan hanya terjadi pada pejabat yang melakukan tindakan penyeludupan, namun keluarga mereka juga diasingkan ke kamp penjara politik. Inilah yang menimbulkan ketakutan tersendiri, pasalnya belum ada orang yang kembali setelah dimasukkan dalam kamp penjara politik.

Baca juga :  Gagal Mengangkasa, Roket Long March China 5B Jatuh di Kepulauan Maladewa

Bukan hanya terkait kasus penyelundupan emas, kabarnya ada sejumlah pejabat tinggi yang akan dieksekusi karena membuat Kim Yo-jung merasa gelisah dalam kepemimpinannya, hal ini diketahui karena pejabat tersebut telah mendapatkan perhatian khusus dari tentara militer. Bahkan kabarnya investigasi lanjutan tengah di lakukan, ini dilakukan karena ada temuan baru beberapa nama yang turut terlibat.

Kim Yo-jung juga dikatakan telah memiliki sejumlah data, siapa saja yang telah membelot dan menentang otoritas partai. Bahkan kabarnya, data in akan disodorkan secara langsung pada Kim Jong-un, yang merupakan kakaknya. Terdengar kabar juga, kalau beberapa perintah eksekusi dilakukan tanpa persetujuan dari Kim Jong-un, bahkan ini langsung dari Kim Yo-jung.

Hal ini nampaknya sejalan dengan kabar yang mengatakan Partai Buruh Korea, partai yang berkuasa di Korut telah melakukan tindakan pemeriksaan pada beberapa anggota mereka yang terdapat di provinsi Ryanggang, hal ini juga atas perintah dari Kim Yo-jung.

Kim Yo-jung mendapatkan informasi jika ada pihak yang kini telah menjadi oposisi partai atau anti partai. Bukan hanya menangkap mereka yang berkhianat pada partai, Kim Yo-jung juga memerintahkan untuk menangkap mereka yang memberikan data rahasia penting milik Korut ke Badan Intelijen Korea Selatan.

Baca juga :  Buntut Protes Jeff Bezos, Kontrak Astronot SpaceX Dengan NASA Ditangguhkan

Kabarnya akibat adanya tindakan pemeriksaan ini, sudah banyak orang dikirim ke kamp penjara politik, bukan hanya anggota partai saja, namun keluarga mereka secara menyeluruh. Inilah yang membuat banyak pejabat di Korut tengah resah, karena dikabarkan adanya kudeta akibat Kim Jong-un yang kabarnya kembali menghilang.

Tindak kejam Kim Yo-jung bukan pertama kali ini terjadi, sebelumnya Ia pernah memerintahkan untuk melakukan pembantaian terhadap pejabat bea cukai Sinuiju pada 2019 lalu, bahkan ada sumber yang mengatakan, eksekusi tersebut dilakukan di Provinsi Pyongan oleh grup penembak jitu.

Tidak heran jika banyak pejabat yang memberikan julukan Perempuan Iblis pada adik Kim Jong-un tersebut, bahkan saat sang kakak dikabarkan telah meninggal dunia di tahun 2020 lalu. Kabarnya Kim Yo-jung yang nantinya akan menjadi pemimpin di Korea Utara. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

New York Rasa Lokal Ada di Broadway Alam Sutera

TELENEWS.ID- Bicara rencana liburan untuk akhir pekan, sepertinya seru untuk dibahas. Bukan tanpa sebab, saat ini pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah...

Berniat Menghibur, Tapi 5 Hal Ini Tak Boleh Dilakukan pada Wanita yang Suaminya Meninggal Dunia

TELENEWS.ID - Betapa hancur hati Nadzira Shafa istri dari almarhum Ameer Azzikra, adik selebgram Alvin Faiz yang tak lain juga putra kedua...

Permohonan Gubernur Anies Baswedan untuk bertemu dengan Bapak Presiden Ir. Joko Widodo

TELENEWS.ID - Saya, Prof. Otto Cornelis Kaligis, Warga Binaan Lapas kelas satu Sukamiskin Bandung, dalam kedudukan saya sebagai praktisi dan ahli hukum,...

Inikah 5 Alasan Nekat Pria Berselingkuh Meski Sudah Punya Pasangan Sempurna?

TELENEWS.ID - Beberapa waktu lalu jagat media sosial dikejutkan dengan kabar YouTuber dan influencer Nessie Judge yang mengakhiri hubungan dengan kekasihnya, Bram...