Home Kesehatan Kecantikan Cantik Itu Tak Hanya Putih

Cantik Itu Tak Hanya Putih

TELENEWS.ID – Kulit yang bersih dan sehat menjadi dambaan setiap individu, terlepas dari gender mereka. Namun bagaimana dengan warna kulit yang menjadi dambaan setiap orang? Atau mungkin, dambaan bagi sekelompok orang yang mewakili konstruksi standar kecantikan suatu negara.

Di Asia, termasuk Indonesia, stereotip warna kulit putih yang dianggap cantik telah mengakar sejak era pra kolonial. Melansir dari Indo Progress, penilaian kulit putih sebagai standar kecantikan terlihat dalam kitab “Kakawin Ramayana” yang mendeskripsikan sosok Sinta sebagai wanita cantik dengan kulitnya yang cerah layaknya rembulan.

Sebetulnya, kitab tersebut tidak menggambarkan secara eksplisit bahwa warna kulit Sinta adalah putih cerah. Namun, karena tokoh antagonis digambarkan memiliki kulit yang gelap, “kebaikan” direpresentasikan oleh warna yang mengarah ke putih cerah.

Hingga pada era kolonial Belanda, warna cerah putih dalam kitab tersebut telah bergeser ke warna putih kulit kaukasia. Belum lagi, warna kulit yang putih seringkali diartikan sebagai warna kulit kelas atas, sedangkan warna kulit gelap dilihat sebagai kulit kaum tertindas, pekerja kasar dan kelas bawah. Terbentuklah sejak saat itu stereotip warna kulit yang cantik ala kolonialisme adalah putih Kaukasia. Hal ini tertuang dalam buku Putih: Warna Kulit, Ras, dan Kecantikan di Indonesia Transnasional karya L. Ayu Saraswati.

Pada tahun 1900 hingga 1945, Jepang mulai memasuki geopolitik internasional dengan membawa konstruksi kecantikan warna kulit yang putih ala Asia. Hingga di penghujung tahun 1960an akhirnya budaya pop Amerika membentuk ide cantik putih ala Indonesia.

Hingga kini, masih ada yang menganggap kulit putih menjadi tolak ukur kecantikan seseorang. Sehingga, kulit putih menjadi dambaan bagi banyak orang, terlebih kaum perempuan Indonesia. Kosokata “bening”, “putih”, “kinclong”, menjadi kata sifat wajib yang menggambarkan ciri kecantikan seseorang.

Belum lagi iklan produk kecantikan yang mondar-mandir di televisi sejak dahulu selalu menampilkan pergantian warna kulit dari gelap ke putih cerah. Tidak peduli warna kulitnya apa, hasil akhir sempurna yang dijanjikan selalu warna kulit yang putih. Sehingga, iklan-iklan tersebut memberi kesan bahwa tujuan merawat kulit adalah membuatnya menjadi putih. Melansir dari Genpi.co, Psikolog Tika Bisono melihat fenomena ini akibat pencucian otak dari iklan.

“Karena selama ini kita lihat dari kegiatan marketing. Gara-gara marketing iklan itu banyak perempuan akhirnya hanya melihat faktor kulit saja. Jadi memang gara-gara marketing.” ujar Tika.

Bagi produsen pemutih kulit, stigma kecantikan kulit putih lantas menjadi pangsa pasar yang segar. Berbagai produk dan perawatan pemutih kulit menjamur di Indonesia, baik yang legal maupun ilegal. Tak jarang, banyak ditemukan produk-produk pemutih kulit kiloan yang membahayakan kesehatan. Harganya murah, hasilnya cepat dan sangat signifikan. Bagi kaum pengejar kulit putih, produk-produk kiloan seperti ini menjadi jalan pintas menuju kecantikan yang hakiki. Padahal di balik itu semua, kondisi kesehatan dan kecantikan kulit menjadi taruhannya.

Kasus-kasus korban krim pemutih kiloan, atau abal-abal, beberapa kali kerap diunggah oleh dokter spesialis kulit Elsheskin Clinic Dr. Mita melalui instagramnya. Dalam unggahannya tersebut, terlihat kondisi kulit kaki yang pernah menggunakan krim pemutih abal-abal. Impian mendapatkan kulit putih nan bersih harus pupus karena ia justru mendapati kulitnya penuh guratan merah yang tidak bisa diobati.

(sumber foto: Dok. Dr. Mita)

Kasus seperti ini, menurut Dr. Mita, susah untuk diperbaiki kembali. Upaya maksimal yang bisa dilakukan adalah menggunakan laser, itupun untuk memudarkan, bukan menghilangkan guratannya. Dr. Mita juga mengatakan, mustahil bagi kulit menjadi putih dalam waktu hitungan minggu. Umumnya, produk kecantikan kulit akan memberikan hasil secepatnya dua bulan setelah pemakaian rutin, ditambah dengan perlindungan dari sinar matahari. Itupun menghasilkan kulit yang cerah, bukan putih.

Baca juga :  “Slugging”, Skincare Penyelamat Kulit Kering

Rasa menyesal memang selalu datang belakangan. Apa boleh buat, orang yang sudah terlanjur menanggung resikonya hanya bisa menasehati yang lain agar lebih selektif dan bersyukur dalam merawat kulit.

Beda Warna Kulit Putih vs Cerah

Perlu diketahui perbedaan antara kulit yang putih dan kulit yang cerah. Dr. Indah Widyasari, SpKK, dokter kulit yang membuka praktik di Bamed Skin Care Menteng, menjelaskan perbedaan keduanya.

“Kita terkadang agak rancu (dalam menyebut) putih dan cerah. Jika memutihkan kulit, kita secara total merusak sel penghasil pigmen, sampai tidak menghasilkan pigmen sama sekali. Ini yang lebih bahaya,” tutur Dr. Indah.

Merujuk pada skala warna kulit Fitzpatrick Scale, ada enam jenis warna kulit. Keenam jenis warna tersebut dimulai dari tipe pertama yang sangat putih dan tak bisa terbakar matahari, hingga tipe enam yang secara alami berwarna gelap.

Baca juga :  5 Cara Alami untuk Mengatasi Komedo, Dijamin Aman dan Tanpa Efek Samping
Skala warna kulit Fitzpatrick Scale (sumber foto: Shutterstock)

Menurut Dr. Indah, pada umumnya, orang Indonesia berada pada tipe kulit tiga hingga lima, tergantung derajat pigmen melanin yang dimiliki. Sehingga, seputih-putihnya orang Indonesia, warna kulitnya tetap akan mengikuti spektrum warna asli mereka pada skala tersebut. Dr. Indah juga menyebut, patokan cerah maksimal kulit kita adalah kulit yang selalu tertutup dan tidak pernah terkena sinar matahari, contohnya kulit lengan bagian bawah.

Pada intinya, produk pemutih akan menghilangkan pigmen alami kulit kita. Sehingga, warnanya akan berubah dan ‘memutih’ lebih dari bagian kulit kita yang paling putih sekalipun. Sedangkan, produk pencerah akan mengembalikan rona dan warna cerah alami kulit kita dengan batasan maksimal warna kulit kita yang tidak pernah terkena sinar matahari.

Dr. Indah juga mengatakan, zat seperti vitamin C dan beberapa jenis golongan acid (asam) termasuk dalam produk brightening (pencerah). Produk pencerah bertujuan menyehatkan, memperbaiki kulit kusam, dan distribusi sel pigmen. Sementara, produk lightening (pemutih) berpotensi merusak kulit karena menipiskan melanin.

Maka, jika ingin mendapatkan kulit yang sehat dan segar, fokuslah pada produk pencerah, bukan pemutih.

Pergeseran Stigma Kulit Cantik dari Putih menjadi Cerah

Semakin hari, konsumen semakin sadar akan bahaya produk pemutih ilegal yang menjamur di pasaran. Dengan banyaknya edukasi dan sosialisasi untuk menghancurkan stigma kulit putih juga semakin memberikan kepercayaan diri bagi mereka yang berkulit gelap. Sehingga, perlahan stigma tersebut bergeser menjadi kampanye kulit sehat dan cerah apapun warna kulitnya.

Para produsen produk kecantikan pun mulai mengubah objektif iklannya dengan menampilkan perempuan-perempuan Indonesia dengan warna kulit yang lebih beragam. Stigma kulit putih pun perlahan sudah bergeser menjadi kulit yang cerah dan sehat, dengan warna yang lebih inklusif.

Kampanye seperti ini patut diacungi jempol, mengingat stigma negatif mengenai kulit putih sudah sangat mengakar. Perlahan tapi pasti, kampanye yang menyuarakan semua warna kulit akan menggiring opini mengenai kecantikan ke arah yang lebih sehat dan positif. Dengan kesadaran masyarakat bahwa cantik itu semua warna, tentunya akan memberikan kepercayaan diri yang unik bagi warna kulit yang beragam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID - Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga...

Salah Satunya Bikin Awet Muda, 5 Alasan Kamu Harus Pakai Serum Vitamin C Mulai Dari Sekarang!

TELENEWS.ID - Serum menjadi salah satu skincare yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan wanita masa kini. Rasanya perawatan wajah tak akan lengkap...

Berkaca Dari Supir Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini 5 Tips Agar Tak Bangun Kesiangan

TELENEWS.ID - Berbagai fakta mengejutkan terungkap pasca kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi. Salah satunya,...