Home Gaya hidup Cegah Darah Rendah Seperti yang Dialami Ruben Onsu dengan 7 Pola Makan...

Cegah Darah Rendah Seperti yang Dialami Ruben Onsu dengan 7 Pola Makan Sederhana Ini

TELENEWS.ID – Beberapa hari lalu muncul kabar yang menyebutkan bahwa presenter dan komedian Ruben Onsu dilarikan ke ICU. Belakangan diketahui bahwa suami Sarwendah Tan itu mengalami darah rendah, sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

“Jadi Ayah (Ruben Onsu) masuk rumah sakit. Biasanya, kan, aku cek darah rutin 3 bulan sekali, ternyata darahnya ayah rendah jadi masuk rumah sakit,” ungkap Sarwendah.

Bagi banyak orang, hipotensi atau darah rendah seperti yang dialami oleh Ruben Onsu masih sangat disepelekan. Mereka berpikir bahwa hipotensi tidak begitu berbahaya jika dibandingkan dengan hipertensi atau darah tinggi. Faktanya darah rendah juga sama berbahayanya dengan darah tinggi, karena bisa berakibat fatal bagi penderitanya.

Tekanan darah rendah (juga dikenal sebagai Hipotensi) biasanya dianggap sebagai pembacaan tekanan darah di bawah 90/60 mm Hg. Kondisi ini mempengaruhi banyak orang, terutama saat mereka bertambah tua. Jika tidak diobati, tekanan darah rendah dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke, menyebabkan kerusakan jangka panjang pada jantung dan otak, atau bahkan kematian.

“Tekanan darah rata-rata yang lebih rendah, diukur dalam pengaturan rawat jalan, dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian setelah kejadian stroke. Selain itu, risiko kematian yang lebih tinggi ini tampaknya terjadi terutama pada pasien yang perokok, atau memiliki diagnosis penyakit jantung, kanker, atau demensia,” jelas Hugo J. Aparicio, MD, MPH, asisten profesor neurologi dan peneliti. di Studi Jantung Framingham.

Pada orang lain, tekanan darah rendah yang tidak normal disebabkan oleh kondisi atau faktor medis tertentu. Saat ini terjadi, darah dan oksigen mengalir ke organ tubuh jadi lebih sedikit.

Tekanan darah rendah dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk efek samping pengobatan dan kondisi seperti diabetes. Apa yang kamu makan juga memiliki dampak penting pada kesehatan jantung dan tekanan darah. Berikut adalah tujuh tips pola makan, yang dapat membantu meningkatkan tekanan darah kembali ke tingkat yang sehat.

  1. Minum banyak air
    Minum banyak air menjadi salah satu bagian pola makan yang sangat dianjurkan bagi penderita hipotensi. Saat kamu mengalami dehidrasi, volume darah berkurang sehingga menyebabkan tekanan darah menurun. Kebanyakan dokter merekomendasikan minum setidaknya dua liter (kira-kira delapan gelas) air setiap hari.
  2. Konsumsi makanan asin
    Makanan dengan kandungan garam tinggi dapat meningkatkan tekanan darah. Sumber garam yang baik termasuk zaitun, keju cottage, dan sup kalengan atau tuna. Kamu juga dapat menambahkan garam meja atau garam laut ke dalam makanan.Namun sebaiknya jangan terlalu banyak sebab konsumsi garam secara berlebihan juga bisa berakibat buruk untuk kesehatan.
  3. Kosumsilah kafein
    Kopi membantu meningkatkan tekanan darah rendah. Minuman seperti kopi dan teh berkafein menyebabkan peningkatan detak jantung dan lonjakan sementara tekanan darah. Efek ini biasanya berjangka pendek, dan asupan kafein tidak mempengaruhi tekanan darah setiap orang dengan cara yang sama.
  4. Kurangi asupan karbo
    Makanan yang tinggi karbohidrat, terutama karbohidrat olahan; cenderung dicerna dengan sangat cepat dibandingkan dengan makanan lain. Hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Diet rendah karbohidrat telah terbukti dalam beberapa penelitian untuk membantu mengatasi hipotensi, terutama pada lansia.
  5. Perkecil porsi makan
    Saat kamu makan dalam porsi besar, tubuh akan membutuhkan lebih banyak energi untuk mencernanya sehingga dapat membuat tekanan darah menjadi turun. Hal ini terutama menjadi masalah bagi orang yang melewatkan sarapan dan tengah menjalani puasa intermiten. Melewatkan makan, sering kali dapat menyebabkan makan berlebihan di kemudian hari. Menurut peneliti, makan lebih sedikit sepanjang hari lebih sehat untuk pencernaan dan aliran darah.
  6. Kurangi alkohol
    Di antara banyak efek negatifnya, alkohol membuat dehidrasi sehingga menurunkan tekanan darah dengan mengurangi volumenya.
  7. Tingkatkan asupan folat
    Folat yang juga dikenal sebagai Vitamin B9, adalah vitamin penting yang ditemukan dalam makanan seperti asparagus, brokoli, hati, dan kacang-kacangan seperti lentil dan buncis. Kekurangan folat dapat memicu banyak gejala yang sama dengan kekurangan vitamin B12, menyebabkan anemia dan penurunan tekanan darah. (Yuyun Amalia)
Baca juga :  5 Alasan Mengapa Anak-anak Harus Mengkonsumsi Yogurt Secara Rutin
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...