Home Ekonomi Cegah Gelombang PHK, Pengusaha Mohon Ijin Ritel Dibuka Tanggal 26 Juli

Cegah Gelombang PHK, Pengusaha Mohon Ijin Ritel Dibuka Tanggal 26 Juli

TELENEWS.ID – Dampak negatif dari penerapan PPKM mulai terasa, khususnya di bidang bisnis ritel. Untuk mencegah gelombang PHK yang berlarut-larut, para pengusaha pun meminta pemerintah mengeluarkan ijin untuk seluruh bisnis ritel agar diperbolehkan membuka kembali usaha mereka tanggal 26 Juli mendatang.

Permohonan tersebut disampaikan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey. Roy meminta pemerintah tetap mengijinkan usaha ritel untuk buka mulai tanggal 26 Juli mendatang terlepas dari level PPKM naik atau turun.

Pembukaan itu diminta bukan hanya untuk ritel pangan tetapi juga pada non pangan di mal maupun di luar mal. Permintaan itu juga didasarkan bahwa toko ritel bisa membatasi dan menghitung orang yang masuk ke toko dengan protokol kesehatan yang ketat dibandingkan Pedagang Kaki Lima (PKL).

“Kita bisa menghitung kepala yang masuk ke toko ritel. Jika oke PKL harus dibuka tetapi bagaimana bisa menghitungnya agar tidak terjadi kerumunan, bagaimana menghitung sudah divaksinasi. Seperti di pasar itu banyak pintu bisa masuk, tidak bisa dihitung berapa orang yang masuk,” jelas Roy.

Lebih lanjut, Roy juga meminta pemerintah untuk membantu para pengusaha ritel, karena jika tidak, bisa berdampak besar pada perekonomian negara secara menyeluruh.

“Kami nggak masalah yang kecil dibantu, karena memang harus dibantu. Tapi yang besar juga tidak dibantu, korporasi tidak dibantu, akan bangkrut, lalu dipailitkan, investor hengkang dan konsumsi tergerus pasti dampaknya akan terjadi, ekonomi hancur di dunia,” cetus Roy berapi-api.

“Korporasi dianggap bisa menyelesaikan, padahal kita sudah tidak ada cadangan, PPKM Darurat tidak ada bantuan sama sekali maupun ritel dan juga mal,” beber Roy.

Dari data yang berhasil dihimpun, Sejak 2020 hingga Juni 2021, memang terdapat rata-rata satu sampai dua toko yang tutup setiap hari dengan jumlah total sekitar 1.500 swalayan yang telah mengibarkan bendera putih.

Baca juga :  Mendag Tagih Janji China Beli Sarang Burung Walet Rp16T

Sejumlah brand ritel besar yang harus mengalami kerugian signifikan akibat pandemi dan pemberlakuan PPKM diantaranya Giant, Gramedia, Hero, Matahari dan Centro. Swalayan Giant yang dimiliki PT Hero Supermarket Tbk pun bahkan harus menutup total seluruh gerai bisnisnya pada akhir Juli 2021 mendatang. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...

Tewas Bukan Karena Maling Mobil, Kakek Wiyanto Dianiaya Secara Brutal Gara-gara Serempet Motor di Jalan

TELENEWS.ID - Polisi mengungkap kronologi kematian Wiyanto Halim (89) yang tewas akibat dikeroyok massa di kawasan JIEF, Pulo Gadung, Cakung, Jakarta Timur...

Yuk Mampir ke Provinsi Berpenduduk Paling Bahagia di Indonesia, Dijamin Betah

TELENEWS.ID - Berbagai macam spot wisata di setiap daerah Indonesia mampu mengundang traveller lokal maupun mancanegara. Dalam beberapa waktu terdapat informasi bagaimana...