Home Internasional COP 26 Di Glassgow Berakhir, Pencegahan Kiamat 2050 Dimulai

COP 26 Di Glassgow Berakhir, Pencegahan Kiamat 2050 Dimulai

TELENEWS.ID – Perubahan iklim sudah kita rasakan sejak lama. Hal terkecil yang sehari-hari sudah kita rasakan yang ternyata mengakibatkan efek domino. Salah satunya adalah pemanasan global, dimana suhu panas bumi semakin tinggi.

Suhu panas bumi yang meninggi membuat lapisan es di kutub utara dan selatan semakin menipis. Dengan menipisnya lapisan es, maka semakin tingginya permukaan air.

Dengan semakin tingginya permukaan air, akan berakibat buruk bagi daerah-daerah dataran rendah dan berpenduduk padat. Ancaman tenggelam bagi daerah dataran rendah bisa terjadi kapan saja.

COP 26 di Glassgow telah selesai diadakan pada November lalu. Konfrensi ini juga diikuti Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Ekonomi, Airlangga Hartanto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, Menteri Keuangan, Sri Mulyani, Menteri BUMN, Erick Tohir, dan Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.

Hasil dari COP 26 ada 2 yang diberikan kepada seluruh negara di dunia. Pertama soal penelitian mengerikan terhadap bumi dan keberlangsungan hidup manusia terutama di tahun 2050.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Christina Figueres dan Tom Rivett, pada tahun 2050 bumi sudah tidak layak lagi untuk ditinggali manusia. Suhu udara akan mencapai 60◦C, sementara manusia hanya mampu bertahan 6 jam pada suhu ini.

Jadi dengan suhu seprti ini di dunia, banyak orang yang sudah tidak mampu lagi untuk keluar rumah. Dengan suhu panas ekstrim, ketersediaan oksigen juga menipis di dunia. Ini disebabkan karena tumbuhan mengalami kekeringan dan mati sehingga sumber oksigen bagi dunia semakin menipis dan meningkatnya karbon dioksida.

Dengan suhu panas ekstrim dan kurangnya pasupan oksigen menyebabkan berbagai penyakit bermunculan.

Catatan lain menyebutkan dengan adanya suhu ekstrim, menyebabkan es di kutub utara dan selatan meleleh dan meningkatkan permukaan air laut. Peningkatan permukaan air laut ekstrim menyebabkan terciptanya karbon dioksida dengan cepat. Karbon dioksida pada laut akan menghasilkan zat asam yang akan merusak bahkan membunuh habitat laut.

Baca juga :  Ditemukan Gas Metana, Ada Indikasi Kehidupan Di Saturnus?

Times Magazine juga menyatakan daerah Waracas berpotensi menjadi padang gurun gersang. Sedangkan Hongkong dan Abu Dhabi akan melakukan penyulingan air laut besar-besaran untuk memenuhi pasokan air warganya.

India tidak akan bisa ditinggali lagi karena pasokan air menipis disertai cuaca panas ekstrim. Di India diperkirakan masyarakat bisa tidur pada jam 4 pagi, karena pada jam 4 pagi merupakan puncak titik udara tersejuk.

Pada 2050 manusia sudah tidak bisa mengkonsumsi daging asli lagi dari hewan karena peternakan akan rusak dan tidak bisa dijalankan kembali karena pasokan air yang menipis. Sehingga akan tercipta daging buatan yang diproduksi di pabrik.

Setiap negara akan berhenti export karena akan mengutamakan sumber daya alam untuk dikonsumsi oleh warga negara mereka sendiri. Berhentinya export ini akan menimbulkan perpecahan bangsa-bangsa dan tidak menutup kemungkinan terjadi penjajahan kembali karena perebutan sumber daya alam.

Baca juga :  Presiden Filipina Ancam Warga Yang Tolak Vaksin Covid-19

Hasil dari COP 26 yang kedua adalah solusi dari perusakan iklim dan kelangsungan manusia. Seluruh negara diwajibkan mulai membuat peraturan untuk mengurangi penggunaan emisi. Target yang harus dicapai adalah pada pengurangan emisi harus mencapai 50% diseluruh dunia. Target tersebut berlangsung setiap satu dekade sekali yakni tahun 2030, 2040, dan 2050.

Kampanye lindungi bumi seperti mengurangi penebangan pohon dan menggalakan reboisasi. percepatan transisi kendaraan ke tenaga listrik, hingga menggalakan penggunaan barang-barang daur ulang dan memperbesar industri daur ulang . Walaupun saat ini sudah banyak orang-orang yang berinvestasi untuk usaha pembuatan barang-barang dari hasil daur ulang atau proses daur ulang.

Mengerikan? Sangat, tapi bukan berarti tidak bisa dicegah. Belum terlambat untuk memperbaiki. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Deretan Destinasi Incaran Wisatawan Berkonsep Alam dan Budaya di Papua, Simak Daftarnya

TELENEWS.ID - Berbicara seputar deretan tempat wisata unggulan sekaligus menjadi incaran semua wisatawan lokal sampai mancanegara pastinya memberi penawaran menarik.

Dianggap Berjasa, Layakkah Brigadir Yoshua Diangkat Sebagai Pahlawan?

TELENEWS.ID - Pengacara Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak meminta Presiden Joko Widodo untuk mengangkat Brigadir Josua sebagai pahlawan pada peringatan HUT...

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...