Home Internasional Covid-19 di China Kembali Tinggi, Asian Games Hangzhou 2022 Resmi Ditunda

Covid-19 di China Kembali Tinggi, Asian Games Hangzhou 2022 Resmi Ditunda

TELENEWS.ID – Olympic Council of Asia (OCA) remis merilis pernyataan penundaan Asian Games ke-19 di Hangzhou China yang awalnya akan diselenggarakan pada tanggal 10-25 September 2022 mendatang. Penundaan yang dilakukan pun belum memiliki kepastian tanggal resmi kapan Asian Games ini akan dilaksanakan.

OCA, Chinese Olympic Committee, dan Hangzhou Asian Games Organising Committee berjanji akan mengumumkan jadwal pasti penyelenggaraan Asian Games 2022 ini secepatnya. Diketahui bahwa rencananya Asian Games 2022 ini akan digelar di ibukota provinsi Zhejiang. Namun saat ini angka penderita Covid-19 kembali meninggi sehingga para komite olahraga memutuskan untuk menunda penyelenggaraan.

Selain Asian Games 2022 yang ditunda, Asian Youth Games edisi ketiga yang dijadwalkan pada tanggal 20-28 Desember 2022 mendatang di Shantou China pun pastinya akan ikut tertunda. Pasalnya penyelenggaraan kedua momen olahraga besar ini tidak bisa digelar terlalu berdekatan.

Penyelenggaraan Asian Youth Games edisi ketiga ini tentunya akan mengikuti kepastian jadwal terbaru Asian Games 2022.

Hangzhou merupakan kota ketiga dari China yang menjadi tuan rumah Asian Games. Hangzhou sendiri merupakan salah satu ibukota dengan perekonomian terbesar keempat di China. Dua kota di China sebelumnya yang menjadi tuan rumah Asian Games adalah Beijing pada tahun 1990, dan Guangzhou pada tahun 2010.

Diketahui bahwa peningkatan kasus covid-19 di China kembali mencapai rekor tertinggi sejak 15 Maret 2022 lalu hingga saat ini. Mengutip dari Economic Times dan Komisi Kesehatan Nasional (NHC), kasus positif covid-19 tercatat mencapai 5,280 kasus dan 3,000 kasus di antaranya positif Omicron.

Akibat dari kasus ini, sudah 10 daerah besar di China melakukan lockdown sampai batas waktu yang belum ditentukan. Mengutip dari Reuters, kasus tertinggi terjadi di daerah provinsi Jilin, Ibukota Changcun. Selain Jilin, kasus terbanyak lainnya juga ditemukan di daerah provinsi Guandong dan Kota Teknologi China, Shenzhen. Shenzhen merupakan kota besar dan pusat teknologi terdekat dengan Hongkong.

Baca juga :  Kudeta Myanmar, Aung San Suu Kyi Ditahan Militer

Hingga saat ini mengutip dari Worldmeters, China sudah mencatat 116,902 kasus terbaru dengan 4,636 kasus menyebabkan kematian. (Angela Limawan)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...