Home Gaya hidup Kesehatan Cuaca Panas di Indonesia, Waspadai 5 Tanda Dehidrasi yang Sering Tidak Disadari

Cuaca Panas di Indonesia, Waspadai 5 Tanda Dehidrasi yang Sering Tidak Disadari

TELENEWS.ID – Sejumlah wilayah di Indonesia merasakan cuaca yang panas belakangan ini. Suhu bahkan bisa mencapai hingga 35 derajat celsius. Peneliti Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang mengatakan, suhu panas ini kemungkinan akan terus terjadi hingga bulan Juni mendatang. “Ada tiga faktor utama yang menyebabkan suhu panas terjadi sejak akhir April hingga diperkirakan nanti Juni mendatang,” kata Andi.

Menurutnya faktor pertama adalah posisi matahari yang tepat berada di atas kepulauan Indonesia. Yang kedua: ” Di masa pancaroba seperti ini, dari musim penghujan ke musim kemarau, jumlah awan yang terbentuk juga sedikit, sehingga tutupan awan juga sedikit, sehingga radiasi Matahari yang diterima permukaan Bumi juga akan lebih besar,” ungkap Andi.

Yang ketiga adalah adanya kondensasi atau pendinginan lantaran beberapa wilayah di dunia ini yang masih mengalami musim dingin.

Sama saat musim hujan melanda, musim panas seperti sekarang ini juga berpotensi membuat banyak orang menderita berbagai macam penyakit. Salah satunya yang dikhawatirkan banyak praktisi kesehatan adalah dehidrasi yang sering terjadi saat musim kemarau melanda seperti saat ini.

Dehidrasi terjadi ketika manusia menggunakan atau kehilangan lebih banyak cairan daripada yang mereka konsumsi. Pada kondisi ini, tubuh manusia tidak memiliki cukup air dan cairan lain untuk menjalankan fungsi normalnya. Jika kamu tidak mengganti cairan yang hilang, kamu akan mengalami dehidrasi.

Menurut MedlinePlus, dehidrasi tidak hanya berarti tubuh kehilangan air. Kondisi itu juga berarti kamu kehilangan elektrolit, seperti garam dan potasium, yang membantu tubuh untuk bernapas, bergerak, berbicara, dan melakukan semua hal lain yang dibutuhkan tubuh.

Namun selain haus, rupanya ada beberapa tanda dehidrasi lain yang jarang disadari oleh manusia; seperti:

  1. Bau nafas yang tidak sedap
    Kamu mungkin baru tahu bahwa bau nafas yang tidak sedap, merupakan tanda dehidrasi yang tidak disadari. “Jika kamu tidak memproduksi air liur yang cukup, kamu mengalami pertumbuhan bakteri yang berlebihan di mulut, dan salah satu efek sampingnya adalah bau mulut,” kata John Higgins, MD, seorang profesor kedokteran di University of Texas di Houston. Jadi ketika mulut tampak kering dan napas berbau kurang segar, mungkin sudah waktunya untuk minum banyak air.
  2. Kulit kering
    Kulit yang kering, tampak bersisik dan juga kasar meski kamu sudah memakai body lotion; bisa menjadi tanda bahwa kamu mengalami dehidrasi juga. “Banyak orang berpikir bahwa mengalami dehidrasi hanya berkeringat saja. Tetapi pada kenyataannya, saat kamu melalui berbagai tahap dehidrasi, kamu akan merasa kulit yang sangat kering, kasar dan memerah,” kata Dr. Higgins.
  3. Nyeri otot
    Sebaiknya kamu merasa waspada saat badan yang terasa pegal-pegal atau otot tubuh terasa nyeri. Bisa jadi dehidrasi yang menyebabkan kondisi ini. Ketika tubuh kehilangan cukup cairan, ia tidak dapat mendinginkan dirinya sendiri secara memadai, yang menyebabkan suhu tubuh memanas. Salah satu gejala yang harus di waspadai adalah nyeri otot, yang bisa terjadi saat berolahraga terutama saat cuaca panas.
  4. Demam
    Saat kita masih kecil, orangtua kita melarang terlalu banyak mengkonsumsi es saat musim kemarau karena bisa membuat kita flu dan demam. Padahal dehidrasi di musim kemarau yang tak disadari, juga bisa memicu demam. Demam dapat memperburuk dehidrasi. Semakin tinggi demam, semakin dehidrasi seseorang. Kecuali jika suhu tubuh menurun, kulit akan kehilangan kelembapannya yang dingin dan kemudian menjadi panas, memerah, dan kering saat disentuh.
  5. Sakit kepala
    Seperti yang dilansir oleh MedlinePlus, bahkan dehidrasi ringan dapat menyebabkan sakit kepala dan memicu sakit migrain. Meskipun berbagai faktor selain dehidrasi dapat menyebabkan sakit kepala, minum segelas penuh air dan terus minum lebih banyak di siang hari adalah cara mudah untuk meredakan rasa sakit. Otak terdiri dari sekitar 70% air, jadi tetap terhidrasi sangat penting untuk fungsi otak yang tepat dan untuk mencegah penyusutan. Saat kamu mengalami dehidrasi, otak bereaksi dengan memicu sakit kepala yang bisa bertambah parah saat kehilangan lebih banyak air. (Yuyun Amalia)
Baca juga :  Stunting pada Anak Indonesia Meningkat
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...