Home Nasional Demo Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Berakhir Ricuh, Polisi Turun Tangan

Demo Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Berakhir Ricuh, Polisi Turun Tangan

TELENEWS.ID – Pada Jumat (20/05/2022) yang diperingati sebagai hari Kebangkitan Nasional dirayakan dengan dengan adanya demo mahasiswa dan buruh. Aliansi Persaudaraan Pekerja Muslim Indonesia (PPMI) dan Aliansi Rakyat Menggugat (ARM) melakukan demonstrasi di depan gedung DPR RI. Selain itu aliansi lain yang ikut serta dalam demo tersebut adalah Komite Rakyat Lawan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KRL-KKN) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Komarudin, menurunkan sekitar 4,200 orang personel kepolisian untuk mengamankan demo hari ini di sekitar kantor DPR RI hingga ke bundaran patung kuda. Selama aksi demo berlangsung tidak ada penutupan jalan yang akan dilakukan kepolisian. Namun kepolisian tetap menurunkan water barrier, kawat berduri, dan sejumlah kendaraan taktis untuk mengamankan jalannya demo.

Ternyata demo yang dilakukan di Senayan ini berakhir ricuh. Sekitar 52 orang diamankan kepolisian. Koordinator aksi demo, Ayu, menjelaskan awal mula munculnya kisruh di lapangan adalah ada orang yang diketahui bernama Sugeng Waras mendatangi seseorang yang masih berteriak-teriak walaupun Sugeng telah selesai melakukan orasi. Sugeng pun mendatangi orang tersebut bersama beberapa orang lain yang diduga adalah pengawal dari Sugeng. Saat komunikasi berlangsung inilah sempat terjadi kericuhan.

Namun Ayu menegaskan tidak ada baku hantam dalam hal ini dan hanya membuat kepanikan dari kerumunan orang. Kepolisian pun bergerak cepat dengan langsung mengamankan beberapa orang yang terlibat dalam aksi cekcok mulut tersebut. Kasat Reskrim Polres Metro Jaya Jakarta Pusat, AKBP Wisnu Wardana mengkonfirmasi ada 52 orang yang diamankan kepolisian dan sudah diamankan ke Polres setempat. Namun hingga saat ini, kepolisian mengaku masih melakukan penyelidikan terhadap kericuhan ini.

Baca juga :  Peringati HUT Ke 74 POM TNI AD, Ketua PKP dan Pengurus Gelar Bakti Sosial di Bogor

Demo lain dilakukan juga di area Patung Kuda, Jakarta Pusat yang dilakukan oleh BEM Universitas Muhammadiyah. Pada demo tersebut terjadi aksi dorong-dorongan antara massa dan kepolisian yang berjaga. Aksi dorong-dorongan yang terjadi akhirnya melukai salah satu personel kepolisian. Wakapolres Metro Jaya Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heriyanto menjelaskan bahwa personel kepolisian yang menjadi korban terinjak-injak adalah Kapolsek Gambir, Kompol Rango Siregar. Personel kepolisian yang terluka tersebut pun langsung diamankan dan hanya menderita luka ringan.

Adapun tuntutan yang diutarakan BEM Universitas Muhammadiyah adalah menuntut Presiden Jokowi mengevaluasi kinerja seluruh Menteri. Menurutnya, banyak kebijakan dan program yang dibuat menghabiskan anggaran negara yang seharusnya dapat dialokasikan ke masyarakat kecil, namun belum menghasilkan hasil baik bagi masyarakat. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...