Home Nasional Politik Denny Siregar : Kemenangan Pemilu Bongbong Marcos Menjadi Alarm Bahaya untuk Indonesia...

Denny Siregar : Kemenangan Pemilu Bongbong Marcos Menjadi Alarm Bahaya untuk Indonesia ?

TELENEWS.ID – Bongbong Marcos, resmi memenangkan pemilu presiden pada 9 Mei 2022 di Filipina. Bongbong Marcos adalah putra dari Presiden Filipina ke-10, yaitu Ferdinand Marcos.

Hal yang menarik dari kemenangan Bongbong Marcos adalah masa lalu Ferdinand Marcos yang begitu kotor akan korupsi dan ketidakmampuannya memimpin negara. Lalu kenapa putra presiden korup dapat memenangkan pemilu kali ini?

Kediktatoran Ferdinand Marcos persis seperti kepemimpinan Soeharto di Indonesia. Ferdinand memimpin Filipina selama 22 tahun lamanya. Gaya kepemimpinan Soeharto seperti otoriter dan anti kritik juga persis sama digunakan oleh Ferdinand.

Jika ada masyarakat atau organisasi yang mengkritik pemerintah, maka hidupnya akan berakhir tanpa mendapat keadilan. Korupsi yang dilakukan Soeharto dan keluarga cendana juga persis dilakukan Ferdinand dan istrinya.

Selain itu kesamaan Soeharto dan Ferdinand juga ada pada jatuhnya rezim kepemimpinan mereka yang sama-sama dilakukan oleh masyarakat. Kepemimpinan Ferdinand resmi diakhiri setelah masyarakat berani melakukan pemberontakan di Filipina sampai rumah Ferdinand pun dimasuki. Di dalam rumah ditemukan berbagai tas dan sepatu milik Istri Ferdinand yang total nilainya bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Pasca lengsernya Ferdinand, dana pribadi Ferdinand di Bank Swiss pun diambil alih pemerintah Filipina untuk digunakan sebagai ganti rugi pelanggaran HAM yang pernah dilakukan Ferdinand. Total kekayaan dari Bank Swiss tersebut mencapai 10 triliun rupiah, namun diduga Ferdinand dan keluarganya masih memiliki banyak kekayaan yang belum diketahui.

Kenapa masyarakat Filipina begitu cepat melupakan kediktatoran ayahnya Bongbong? Sosial media menjadi satu alat ampuh, murah, efektif dan efisien untuk mencuci pikiran masyarakat untuk lebih cepat melupakan sejarah bahkan membelokkan persepsi dari sejarah tertentu.

Yang tadinya negatif, dilupakan dan menjadi positif karena sosoknya baru. Apalagi generasi yang sudah tidak pernah belajar sejarah dan sangat paham apapun yang ada di teknologi.

Baca juga :  Rizal Ramli Sebut Soal Opsi Cetak Uang,Pemerintah Tidak Kredibel dan Berbahaya

Kampanye Bongbong Marcos menggunakan TikTok sebagai salah satu alat propaganda untuk menutupi seluruh keburukan citra Ferdinand Marcos di mata publik dengan masifnya video tentang segala kebaikan yang Bongbong lakukan baik sebelum dan selama kampanye.

Hal ini ampuh karena sebagian besar pemilih dalam pilpres Filipina kali ini diikuti oleh Generasi Z. Generasi melek teknologi, pengguna TikTok, tidak mengerti sejarah, tidak terdampak langsung dengan kediktatoran Ferdinand Marcos, dan melihat Bongbong Marcos sebagai pemimpin muda yang masih segar. Sebuah kriteria yang sangat ampuh untuk dicuci otaknya dengan kampanye Bongbong Marcos.

Pelajaran untuk Indonesia melihat hal buruk ini terjadi di Filipina adalah jangan sampai masyarakat Indonesia terutama generasi tahun 90an melupakan sejarah. Bukan hanya sejarah pada masa Soeharto saja, namun berbagai peristiwa buruk dalam politik Indonesia.

Salah satunya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 antara Anies Baswedan dengan Basuki Tjahya Purnama atau Ahok. Anies menggunakan pidato Ahok yang menggunakan salah satu ayat dalam Al-Quran untuk menuduh Ahok menistakan agama.

Baca juga :  Rizal Ramli Sebut Soal Opsi Cetak Uang,Pemerintah Tidak Kredibel dan Berbahaya

Para tokoh politik di belakang Anies pun bersatu menunggangi dan membiayai demo besar-besar di Monas, Jakarta yang disebut demo 212. Hal ini pada akhirnya mengalahkan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta dan memenjarakannya selama dua tahun.

Saat ini polarisasi untuk mencuci otak pemilih muda dan pemilih pemula oleh berbagai tokoh politik yang berambisi merebut kekuasaan pada pemilu 2024 mendatang sudah mulai dilakukan di berbagai media komunikasi. Upaya untuk menutupi keburukan sejarah, menghilangkan sejarah tersebut, atau mencuci tangan para pelaku intoleran sudah mulai digaungkan demi mendapat kemenangan dalam pemilu. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Bukan Beras Merah, Inilah Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Perut yang Langsing

TELENEWS.ID - Selama ini nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat terbaik pengganti nasi atau beras putih. Memiliki indeks glikemik lebih rendah dari...

5 Resep Kulit Sehat dan Awet Muda ala Cameron Diaz yang Wajib Dicoba Semua Wanita!

TELENEWS.ID - Sebentar lagi usia bintang Hollywood, Cameron Diaz akan genap 50 tahun. Namun ibu satu anak ini masih tampak tetap cantik...

Dialami Almarhum Tjahjo Kumolo, Ini 5 Tanda Kelelahan yang Tak Boleh Diabaikan

TELENEWS.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Tjahjo Kumolo meninggal dunia pada Jumat, (01/07/2022) pada pukul 11.10 WIB....

Tips Menyimpan Bawang Merah Segar dan Tahan Lama Saat Harganya Mulai Melonjak Naik

TELENEWS.ID - Harga bawang merah dilaporkan perlahan naik. Bahkan di beberapa daerah di tanah air, harga bawang merah dikabarkan menembus angka 95...