Home Gaya hidup Kesehatan Dianggap Sumber Protein Tinggi, Jamur Jadi 'Primadona' Di Masa Pandemi

Dianggap Sumber Protein Tinggi, Jamur Jadi ‘Primadona’ Di Masa Pandemi

TELENEWS.ID – Potensi budidaya jamur untuk bisnis bisa dikatakan semakin menjanjikan di tengah masa pandemi COVID-19 saat ini. Pasalnya, jenis tumbuhan tak berklorofil (hijau daun) itu disebut mengandung unsur protein tinggi sehingga sangat pas untuk diolah dan dikonsumsi.

Dewasa ini, jamur tengah menempatkan diri sebagai salah satu pangan alternatif terpopuler di Indonesia. Tak heran jika di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya hingga Makassar, restoran berbahan baku jamur semakin ‘menjamur’.

Hal tersebut pun rupanya tak luput dari perhatian pemerintah pusat. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dikabarkan telah memberikan instruksi kepada Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto agar komoditas budidaya tanaman kebun digenjot habis-habisan, terutama yang berpotensi untuk diekspor seperti jamur.

“Wah, jamur ini potensi bisnis baru, banyak sekarang anak-anak muda yang melek dengan budi daya jamur” tutur Prihasto. “Ini permintaan pasar banyak, karena jamur itu mengandung unsur protein yang tinggi, jadi memang sangat pas menjadi menu konsumsi untuk meningkatkan asupan gizi di tengah pandemi ini,” tandasnya kemudian.

Dari pelaku pasar sendiri, memang diakui bahwa jamur tengah menjadi komoditi hangat khususnya di tahun ini. Hal tersebut diamini oleh petani jamur milenial asal Bantul, Listya Minarti. Lulusan Ilmu Biologi Universitas Negeri Yogyakarta itu mengaku akhir-alhir ini cukup kewalahan menghadapi permintaan konsumen jamur yang membludak.

“Permintaannya itu bisa sampai 200 kg sehari, sementara saya hanya mampu menyiapkan sekitar 90 kg, memang banyak sekali permintaanya” tutur gadis yang akrab disapa Tya itu. “Makanya saya berencana ke depannya nanti akan mengedukasi ibu-ibu rumah tangga untuk budi daya jamur di rumah yang bisa panen setiap saat. Semoga Kementan bisa membantu membangun rak jamur dari baja ringan,” harap dia.

Baca juga :  Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

Tren budidaya jamur konsumsi didukung pula oleh Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Tommy Nugraha. Ia tak menampik jika tren bisnis ini akan semakin digemari anak-anak milenial, terlebih menilik potensi ekspornya yang cukup baik.

“Pokoknya saya jempol dua kalau ada anak muda yang memilih budi daya jamur, ini baru namanya out of the box, karena saya yakin sekali ini potensi pasarnya sangat bagus”, sanjung Tommy. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Inilah 5 Trik Mudah untuk Bebas Stress Menjelang Perayaan Natal

TELENEWS.ID - Tinggal hitungan hari lagi maka umat Kristiani akan bersuka cita merayakan Natal. Selayaknya hari besar lainnya, banyak persiapan yang harus...

Ladies, Kenali 6 Tanda Cowok Parasit yang Perlu Diwaspadai

TELENEWS.ID - Hubungan mantan pasangan Laura Anna dan Gaga Muhammad kembali memanas. Laura yang merasa dirugikan baik secara fisik maupun finansial, akhirnya...

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...