Home Nusantara Diduga Terlibat Kasus Korupsi Bandara Lansondre, Kaki Publik : JPU...

Diduga Terlibat Kasus Korupsi Bandara Lansondre, Kaki Publik : JPU Harus Periksa Kusuma Hadi

TELENEWS. id, MEDAN- Terkait kasus korupsi Bandara Lasondre di Kabupaten Nias Selatan yang merugikan keuangan negera sebesar Rp 14,7 miliar kedelapan terdakwa telah di vonis masing-masing dengan hukum yang berbeda. 

Ditengah penanahan terhadap delapan terdakwa, banyak pihak yang mempertanyakan status  saksi Kusuma Hadi Iswanto yang belum di proses secara hukum. Padahal majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan dalam putusannya terhadap terdakwa korupsi Bandara Lasondre meminta kepada Jaksa Penuntut Umum Kejati Sumut agar memeriksa saksi Kusuma Hadi Iswanto

Adapun bunyi putusan tersebut yakni, menimbang bahwa adapun kerugian uang negara sebesar Rp.14.755.476.788, dalam proses pembuktian di persidangan terungkap bahwa proyek yang tidak selesai tersebut sebenarnya dilapangan, dilaksanakan oleh saksi Kusuma Hadi Iswanto.


Menanggapi hal itu,  Wahyudin Jali, Koordinator investigasi Kaki Publik mengatakan, dalam kasus tersebut, harus melihat fakta persidangan. Selain itu putusan nya sudah jelas tinggal bagaimana pengembangan terhadap bukti-bukti  yang melibatkan saksi. 


Selain itu juga kan saat dikonfirmasi Aspidsus Kejati Sumatra utara, kalau keputusannya begitu akan memanggil timnya.


“Yang menjadi penting adalah partisipasi pengawalan kasus ini hingga mendapat titik terang terkait saksi yang dianggap layak menjadi tersangka karena sudah ada 2 bukti seperti yang dikatakan pengamat hukum,” kata Wayudin kepada telenews. id,  Kamis (13/8/2020).


Namun, terkait status hukum terhadap saksi Kusuma Hadi, dia meminta agar dilakukan secara transparan dan dilakukan dengan fakta persidangan. 
“Tinggal diproses sesuai aturan yang berlaku dengan mengedepankan fakta persidangan yang ada,” ujarnya. 

Sebelumnya,  Anang Hanggoro (54) selaku Direktur II PT Mitra Agung Indonesia mempertanyakan status hukum Kusuma Hadi Iswanto terkait pengerjaan proyek peningkatan Bandara Lasondre, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan yang diduga merugikan keuangan negara Rp14,75 miliar dari total nilai proyek Rp26,9 miliar pada tahun 2016.

Pasalnya, Kusuma Hadi Iswanto memiliki peran penting sebagai pihak pelaksana yang dikuasakan Anang Hanggoro selaku Direktur PT. Mitra Agung Indonesia dalam proyek tersebut dengan nilai kontrak sebesar Rp 26.900.900.000 yang bersumber dari APBN Kemenhub Tahun 2016 Unit Penyelenggara Bandara Lasondre.

Baca juga :  Wakapolda Jateng Launching Ranmor Tim Tindak Covid-19 Polda Jawa Tengah

Hal itu disampaikan Anang Hanggoro melalui kuasa hukumnya Dedi Susanto SH kepada awak media Senin, (10/08/2020).

Dikatakannya, Kusuma Hadi Iswanto selaku rekanan perusahaan dalam proyek Bandara Lasondre tersebut dilansir dengan saat ini belum juga ditahan dan diadili oleh pihak Kejatisu yang menangani kasus tersebut.

“Berkenaan dengan status hukum Kusuma Hadi Iswanto, seperti yang dikatakan salah satu anggota Majelis Hakim Sri Wahyuni SH MH saat di persidangan beberapa waktu lalu bahwa sebenarnya Kusuma Hadi Iswanto lah yang berperan aktif baik di lapangan (proyek) maupun keuangan proyek,” sebutnya.

Menurutnya, Kesuma Hadi Iswanto seharusnya segera ditetapkan sebagai tersangka/terdakwa dan dapat diadili dalam perkara ini.

Selain itu, Kuasa Hukum Anang Hanggoro, Dedi Susanto SH menyatakan Kusuma Hadi Iswanto bersama bendaharanya ada mengalirkan dana dan mempergunakan dana dari pembayaran pekerjaan di Bandara Lasondre untuk persiapan, pengadaan material, transportasi, penghamparan sebagian.

Baca juga :  Polri-TNI dan Pemerintah Daerah Gelar Operasi Yustisi Serentak di Wilayah Jateng

“Perbuatan Hadi itu diduga melakukan tindak pidana, dimana ia juga melakukan pengiriman uang ke sejumlah pemangku kepentingan seperti Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara, Pengawas Internal/Koordinator Pengawas yang masing-masing telah diputus ringan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan,” ungkapnya.

Diketahui dalam dakwaan Jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sumut mengatakan delapan terdakwa bersama-sama mengikuti kegiatan Pekerjaan Peningkatan PCN Runway, Taxiway, Apron dengan AC-Hotmix Bandara Lasondre.

“Dengan nilai kontrak sebesar Rp 26.900.900.000 yang bersumber dari APBN Kemenhub Tahun 2016,” kata jaksa dalam dakwaannya.  Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim ahli Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu pada Tahun 2019 ditemukan bahwa volume pekerjaan yang terpasang hanya 20 persen dan tidak sesuai dengan yang dilaporkan PT Harawana Consultant yaitu sebesar 43,80 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Berkaca Pada Celine Evangelista, Begini Cara Menciptakan Hubungan yang Sehat dengan Ibu

TELENEWS.ID - Hubungan Celine Evangelita dengan ibundanya, Vicentia Nurul kembali memanas. Belum lama ini Vicentia membongkar aib Celine, terkait kandasnya rumah tangga...

Jakarta International Stadium: Mega Proyek yang Dilalui 5 Orang Gubernur DKI

TELENEWS.ID - Jakarta International Stadium atau JIS adalah salah satu mega proyek Indonesia yang menyimpan banyak makna. Tidak hanya sarat dengan capital...

Jangan Panik, Ini Tips untuk Mengatasi Anak-anak yang Tidak Suka Makan Sayur dan Buah

TELENEWS.ID - Anak-anak memang tidak begitu menyukai buah dan sayuran. Padahal kedua jenis makanan itu merupakan sumber serat yang baik bagi kesehatan...

Rachmat Gobel Diisukan Jadi Menteri Pertanian?

TELENEWS.ID - Nama Rachmat Gobel belakang santer diisukan akan menjadi jajaran kabinet Presiden Jokowi. Rumor tersebut adalah pertimbangan dari beberapa pengamat politik...