Home Gaya hidup Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

Ditemukan Klaster Sekolah, Ini Tips Tingkatkan Imun Anak Agar Siap PTM Terbatas

TELENEWS.ID-Ditemukannya klaster sekolah belum lama ini tentu membuat banyak orangtua merasa was-was. Apalagi memang anak-anak di beberapa wilayah akan segera masuk sekolah dan menjalani PTM atau pertemuan tatap muka terbatas.

Pihak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) membenarkan bahwa ada sekitar 1.296 sekolah atau sekitar 2,8% yang belum lama ini melaporkan kemunculan klaster penyebaran COVID-19.

Meski begitu menurut Jumeri, Direktur Jenderal (Dirjen) PAUD dan Pendidikan Dasar Menengah Kemendikbudristek penyebarannya masih terbilang cukup lambat dan rendah. Jumeri sendiri menghimbau agar wilayah PPKM level 1-3 segera melaksanakan PTM terbatas.

“Kami butuh dukungan dari daerah untuk memperbolehkan sekolah di PPKM level 1-3 untuk segera membuka PTM Terbatas, Dinas Kesehatan masing-masing daerah juga untuk mengakselerasi vaksinasi tenaga pendidik yang sudah menjadi prioritas,” tutur Jumeri.

Adanya klaster sekolah ini tentu kembali membuat orangtua was-was. Apalagi banyak diantara buah hati mereka yang belum divaksin. Namun meski begitu, anak tetap bisa menjalani PTM asalkan tubuh mereka sehat, tetap mematuhi prokes dan imun tubuhnya terjaga.
Charles Shubin, M.D seorang profesor dan dokter bedah anak di University of Maryland membagikan beberapa tips untuk meningkatkan imun tubuh anak di masa pandemi ini.

  1. Hidangkan lebih banya sayur dan buah
    Mencukupi kebutuhan sayur dan buah menjadi salah satu cara untuk meningkatkan imun tubuh si buah hati. Beberapa jenis sayur dan buah yang direkomendasikan seperti wortel, buncis, kacang panjang, jeruk dan stroberi memiliki kandungan karetonoid yang membantu peningkatkan imun tubuh dan phytonutrients. Phytonutrients membantu tubuh untuk meningkatkan interferon dan sel darah putih, yang membantu menahan tubuh dari serangan virus dan bakteri.
  2. Anak juga harus cukup tidur dan istirahat
    Seperti orang dewasa, anak-anak juga akan gampang jatuh sakit ketika mereka kurang istirahat. Kathi Kemper, M.D seorang direktur rumah sakit anak di Boston menyarankan agar anak-anak yang berusia 6-12 tahun agar dapat tidur selama 9 hingga 12 jam.
  3. Biasakan anak untuk selalu mencuci tangan
    Biasakanlah buah hati untuk selalu mencuci tangan sebelum makan atau setelah melakukan aktivitas, terutama di luar ruangan. Ketika anak bermain atau beraktivitas di luar, tangan mereka tak jarang menyentuh benda-benda yang tidak steril dan bahkan sudah terpapar oleh virus. Karena itulah ajarkan selalu pada mereka untuk mencuci tangan, setelah melakukan aktivitas apapun juga dan sebelum makan.
  4. Ajak anak untuk olahraga bareng
    Selama PTM tentu tidak ada praktek olahraga di sekolah. Karena itulah ini menjadi tugas orangtua untuk mengajak anak berolahraga di rumah. Olahraga meningkatkan sel-sel alami dalam tubuh, yang berfungsi untuk melawan inflamasi dan mikoorganisme asing. Selain itu, olahraga dengan anak juga akan menciptakan bonding antara orangtua dan buah hati.
  5. Berhenti merokok
    Orangtua yang merokok rupanya berpengaruh juga terhadap daya imun seorang anak. Beverly Kingsley, Ph.D seorang epidemologist untuk Disease Control and Prevention di Atlanta menyebutkan bahwa ketika orangtua merokok, mereka melepaskan sekitar 7000 zat kimia berbahaya yang bisa mengganggu kesehatan anak. Ingat anak-anak lebih rentan terkena masalah kesehatan sebagai seorang perokok pasif, dibandingkan orang dewasa. Karena itulah sebaiknya kurangilah merokok, agar imun tubuh anak pun ikut terjaga dengan baik.
  6. Pastikan anak-anak selalu terhidrasi
    Sebagian anak-anak tidak mengetahui pentingnya konsumsi cairan bagi tubuh mereka. Padahal kurang cairan atau dehidrasi bisa membuat imun tubuh menurun. Karena itulah ajarkan anak-anak untuk mengkonsumsi air putih secara rutin. Mereka juga bisa mencukupi kebutuhan akan cairan tubuh melalui makanan dan buah-buahan yang tinggi kandungan airnya seperti air kelapa, semangka dan melon.
Baca juga :  WHO Wajibkan Penggunaan Oximeter Untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19
Baca juga :  WHO Wajibkan Penggunaan Oximeter Untuk Pasien Isolasi Mandiri Covid-19

Adanya klaster sekolah memang membuat orangtua menjadi cemas. Namun tentu saja kita tetap bisa melindungi anak dari serangan virus, dengan meningkatkan juga imun tubuh mereka. (Yuyun)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Entrasol Dukung Pencanangan Gerakan Nasional Melawan Osteoporosis

TELENEWS.ID - Memperingati Hari Osteoporosis Nasional (HON) yang jatuh pada 20 Oktober 2021, KALBE Nutritionals melalui Entrasol, nutrisi tinggi kalsium dengan ekstrak buah zaitun yang dapat membantu...

Ketahui Penyebab Sering Bermimpi Buruk dan Cara Efektif untuk Mengatasinya

Telenews.id- Mimpi buruk bisa dialami oleh siapa saja, dari berbagai usia. Ini adalah hal yang wajar, dan sejatinya tak perlu membuat seseorang...

Berapa Kali Baiknya Buang Air Besar dalam Sehari? Dokter Ini Punya Jawabannya Plus Tips agar Bisa BAB Rutin

Telenews.id- BAB atau buang air besar secara rutin dianggap sebagai tanda pencernaan dan perut yang sehat. Mereka yang buang air besar secara...

Inilah 5 Zodiak Paling Jujur dan Apa Adanya Menurut Astrologi, Coba Cek Kamukah Salah Satunya?

Telenews.id- Sikap jujur, blak-blakan dan apa adanya ternyata tak dimiliki oleh semua orang. Namun biasanya orang yang jujur cenderung punya sifat blak-blakan....