Home Ekonomi Bisnis Erick Thohir Kembali Bentuk Holding BUMN, Kali Ini Berkaitan dengan PLN

Erick Thohir Kembali Bentuk Holding BUMN, Kali Ini Berkaitan dengan PLN

TELENEWS.ID – Setelah subholding pangan yang dibentuk Erick Thohir untuk BUMN, kali ini ia menegaskan untuk membentuk subholding PT PLN (Persero). Namun Erick menegaskan pembentukan subholding PT PLN ini tidak akan meliberalisasi PLN.

Dalam rencana holding-subholding ini, PLN akan dibagi menjadi tiga. PLN sendiri akan berfokus pada pelayanan dan pemasaran listrik kepada masyarakat.

Subholding kedua bertugas untuk mengkonsolidasikan pembangkit listrik serta infrastruktur milik PLN. Subholding berikutnya akan berfokus pada segala urusan diluar bidang kelistrikan namun berhubungan dengan PLN, seperti fiber optic untuk bisnis mobile.

Tujuan dari salah satu pembentukan subholding khusus pembangkit listrik adalah untuk memaksimalkan pembangkit listrik energi baru. Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat memungkinkan digunakan untuk menjadi pembangkit listrik.

Maka dari itu, mantan presiden inter Milan ini membangun powerplant renewable karena Indonesia memiliki kekuatan alam yang sangat tinggi seperti air, matahari, angina dan geothermal. Listrik yang dihasilkan dari powerplant renewable ini nantinya juga bisa dijual ke negara lain dan menjadi lahan bisnis untuk negara.

Indonesia akan menciptakan ekosistem kelistrikan sendiri dengan menggunakan seluruh sumber daya alam yang dimiliki. Proses transisi subholding PLN ini ditargetkan selesai pada tahun 2025, namun pemerintah tetap akan mempercepat kepengurusannya agar sudah bisa dijalankan pada tahun 2024.

Salah satu tujuan dari pembentukan subholding ini adalah dalam upaya perbaikan dari krisis pasokan batu bara yang sedang dialami PLN. PT PLN Batubara, salah satu anak perusahaan dari PLN Persero sedang dalam proses pengkajian untuk dibubarkan atau merger dengan perusahaan lain.

Dengan subholding ini diharapkan bisnis dan birokrasi pengadaan pasokan batu bara menjadi lebih sederhana. Diketahui bahwa Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Maves), Luhut Binsa Pandjaitan menginginkan pembubaran PT PLN Batubara karena dianggap sebagai penyebab utama sulitnya pasokan batu bara, dikarenakan seringnya melakukan kontak trader.

Baca juga :  Keuangan Lesu, Matahari Segera Tutup 13 Gerai

Luhut juga meminta kepada PLN untuk tidak lagi melakukan trader dan melakukan pembelian batu bara langsung ke perusahaan tambang.

Direktur Jendral Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Ridwan Djamaluddin menyatakan bahwa pengadaan kontrak dengan IUP OPK angkut yang dilakukan PLN menyebabkan ketidakpastian pasokan batubara terlebih saat harga batu bara sedang tinggi. Hal ini terjadi karena perusahaan tersebut tidak memiliki kewajiban domestic market obligation (DMO). (Angela Limawan)

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Kisah Kelam Keluarga Pendiri Gucci

TELENEWS.ID – Rodolfo Gucci atau biasa dikenal dengan Maurizio D’Ancora merupakan pendiri dan pencipta brand Gucci. Pada awalnya Rodolfo membuat brand Gucci...

Telkomsel Merugi Setelah Investasi di GOTO, Kok Bisa ?

TELENEWS.ID – PT Telkom Indonesia (Persero) melalui anak perusahaannya, Telkomsel melakukan investasi di PT Go To Gojek Tokopedia Tbk. Namun yang aneh...

Polemik Anggota TNI Aktif Dilantik Sebagai PJ Bupati

TELENEWS.ID – Pejabat pengganti Gubernur, Bupati, dan Walikota tahun ini sudah banyak yang dilantik. Terakhir Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian telah melantik...

Kedatangan Ten Hag Memberi Angin Segar Bagi Maguire dan Van De Beek

TELENEWS.ID - Erik Ten Hag secara resmi ditunjuk sebagai pelatih utama Manchester United menggantikan Ralf Rangnick untuk musim 2022/2023. Erik datang ke...