Home Ekonomi Fantastis! Dana Infrastruktur di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

Fantastis! Dana Infrastruktur di 5 Destinasi Wisata Super Prioritas

TELENEWS.ID – Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan pariwisata tercepat di Asia Tenggara. Devisa RI dari sektor pariwisata pada tahun 2019 mencapai USD 20 Miliar. Tak heran jika Indonesia menduduki peringkat ke-9 pertumbuhan pariwisata tercepat di dunia.

Namun, devisa pariwisata pada tahun 2020 tergerus hanya mencapai USD 3 Miliar saja. Hal ini disebabkan wabah pandemi yang melanda dunia, termasuk Indonesia.

Gerah dengan kecenderungan penurunan yang menukik tajam itu, meski di tengah pandemi COVID-19, pemerintah akan melanjutkan proyek 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas, yaitu Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Borobudur (Jawa Tengah), Likupang (Sulawesi Utara) dan Danau Toba (Sumatera Utara). Untuk itu, Pemerintah siap menggelontorkan Rp6, 4 Triliun untuk percepatan proyek tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, progres pembangunan 5 destinasi pariwisata super prioritas akan dievaluasi setiap 3 bulan oleh Presiden Joko Widodo. “Sehingga, kami akan terus melakukan pemantauan setiap bulannya,” tambah Luhut.

Baca Juga : Warga Borobudur Dukung Pembangunan Sarana Hunian Wisata

Ia juga berharap semua kementerian dan lembaga yang terlibat di dalam proyek percepatan pembangunan 5 destinasi wisata super prioritas ini dapat menjalankan tugasnya sesuai arahan Presiden. Hal tersebut dilakukan untuk mengejar target kepuasan wisatawan dan meningkatkan peringkat Indonesia dalam Travel and Tourism Competitiveness Index, sebuah organisasi non profit dunia yang menilai daya saing pariwisata negara-negara di seluruh dunia.

Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata di 5 destinasi super prioritas ini ditargetkan akan rampung akhir tahun 2020.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono menjelaskan, pembangunan infrastruktur pariwisata tahun 2020 fokus pada 5 destinasi wisata super prioritas. Ke 5 destinasi wisata super prioritas ini harus selesai di akhir tahun 2020. “Di tahun 2021 pembangunan bisa dilanjutkan ke 5 destinasi wisata lain, yang masuk dalam 10 Bali Baru,” jelas Basuki.

Baca juga :  Dukung Penataan DAS Citarum, KemenPUPR Bangun Infrastruktur Pengendalian Banjir di Mulai Agustus Tahun 2020-2021

Pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata akan disesuaikan dengan segmen pasar atau target wisatawan, demi mencapai target peningkatan devisa negara dari sektor pariwisata.

Pembangunan mencangkup konektivitas, seperti jalan dan jembatan, penataan kawasan, hingga sarana hunian pendukung kawasan wisata dengan alokasi anggaran sekitar Rp 8 Triliun. Selain itu, pemerintah pun telah menyiapkan mitigasi bencana di 5 destinasi wisata super prioritas ini.

Pemerintah mengajak kolaborasi sejumlah perusahaan BUMN dan pihak swasta dalam mempercepat pembangunan.

Dalam rapat dengan Komisi V DPR RI pemerintah menjelaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan mengalokasikan sebesar Rp 2,9 Triliun dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,2 Triliun untuk membangun infrastruktur.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menjelaskan, bahwa anggaran ini akan digunakan untuk mengembangkan infrastruktur transportasi di 5 kawasan.

Deputi Bidang Koordinator Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Odo Manuhutu, juga menyebutkan 5 Destinasi Prioritas ini sebagai bagian dari program pemerintah mempersiapkan kebangkitan sektor pariwisata yang berkualitas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga :  Kuliner Indonesia Dipromosikan dalam Program Televisi Prancis, Cuisine du Monde

“Masa pandemi ini juga merupakan kesempatan kita untuk mereset atau memperbaiki wisata Indonesia, mulai dari mass tourism, yaitu upaya untuk mendatangkan wisatawan dalam jumlah besar atau banyak, hingga quality tourism, yaitu memperbaiki destinasi wisata menjadi destinasi yang berkualitas, termasuk sumber daya manusia serta prasarana-prasarana yang memadai,” tambah Odo Manuhutu.

Selain dapat menarik lebih banyak kunjungan wisatawan asing masuk ke dalam negeri, pengembangan kawasan wisata super prioritas juga dipercaya dapat menyerap banyak tenaga kerja, serta menggerakan perekonomian masyarakat.

Penulis: Dwi Eppy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Cerita Korban Penyekapan Diduga Oleh Rentenir di Tangerang Diminta Layani Seks

TELENEWS.ID - Polres Metro Tangerang telah meminta keterangan terhadap Sulistyawati (45), korban dugaan penyekapan dan pengancaman gegara persoalan utang di kawasan Ciledug...

Viral Video Belatung di Alat Vital, Ternyata Hewan Kecil Ini Juga Bisa Hidup di Kelamin Manusia

TELENEWS.ID - Jagat media sosial tengah dihebohkan dengan tagar #belatung. Usut punya usut, tagar yang trending di Twitter dan TikTok ini membicarakan...

10 Jajanan Khas Jawa Timur Identik Dengan Rasa Gurih

TELENEWS.ID - Banyak konsep hidangan berupa jajanan khas memberi cita rasa menarik untuk dijadikan oleh-oleh. Ketika Anda berlibur ke Jawa Timur terdapat...

10 Cara Mudah Pilih Camilan Sehat Untuk Travelling dan Sehari-hari

TELENEWS.ID - Berbicara tentang pemilihan camilan sehat untuk aktivitas travelling dan sehari-hari tentu saja membuka banyak daftar terbaik. Namun, tidak hanya fokus...