Home Olah Raga Felipe, Punggawa Atletico Madrid yang Sukses Berkat DVD Kompilasi

Felipe, Punggawa Atletico Madrid yang Sukses Berkat DVD Kompilasi

TELENEWS.ID – Felipe dikenal sebagai salah satu pemain bertahan Atletico Madrid yang tak tergantikan oleh pelatih Diego Simeone. Namun siapa sangka karirnya yang sempat layu diselamatkan oleh DVD kompilasi. Seperti apa kisahnya?

Kiprah Atletico Madrid musim ini kembali menjadi sorotan setelah mampu menempati peringkat puncak klasemen sementara La Liga.

Tak hanya sektor penyerangan, lini belakang Atletico pun tak kalah mengesankan. Statistik mencatat tim rival sekota Real Madrid tersebut hanya kebobolan 16 gol dari 23 pertandingan. Ini tak lepas dari andil bek veteran Felipe yang sukses menggalang rekan-rekannya hingga membentuk tembok pertahanan yang kokoh.

Felipe; Jadi Juara Kala Membela Corinthians

Kendati baru melakoni musim keduanya bersama Atletico, Felipe sudah dianggap pengganti sepadan bek berkharisma Diego Godin yang hijrah ke Internazionale.

Sejak didatangkan dari Porto dengan bandrol 20 juta Euro, pemain asal Brasil itu langsung nyetel dan mampu menginspirasi rekan-rekan seposisinya untuk bermain lebih rapi dan menghalau semua serangan yang datang.

Namun ternyata perjalanan karir Felipe tidak begitu mulus.

Selepas merayakan hari ulang tahun ke 18, ia sempat berpikir untuk membuang mimpinya bermain sepak bola profesional. Felipe bahkan mengambil pekerjaan sampingan dengan ibu dari pacarnya sebagai kurir bahan baku masakan ke restoran sembari bermain di liga amatir kota Sao Paulo.

“Saya biasa menerima bayaran 50-60 Reais (sekitar 150 ribu rupiah) untuk tiap laga,” tutur Felipe.

Felipe Kala Berseragam Uniao Mogi; Sempat Nyambi Sebagai Kurir Pengantar Bahan Makanan (source Globo Esporte)

Meski demikian, Felipe tetap menjalankan profesinya sebagai pemain bola amatir di klub divisi empat Campeonato Paulista, Uniao Mogi dan saran dari salah satu rekannya di klub tersebut pun kelak akan mengubah perjalanan hidup Felipe.

“Seorang teman saya, Bruno, memberikan ide untuk membuat sebuah DVD yang berisi cuplikan skill-skill terbaik saya,” kenang Felipe.

DVD tersebut kemudian diberikan Bruno pada ayahnya, yang memiliki beberapa koneksi di klub papan atas sepak bola Brasil.

“Saya bertemu orang ini (ayah Bruno), memberikan DVD saya padanya, dan dia bilang ‘pulanglah, dan tunggu saya hubungi anda’. Butuh waktu dua bulan sampai dia benar-benar menghubungi saya lagi. Dalam kurun waktu tersebut saya terus giat berlatih sendiri dan menjaga kondisi agar tetap fit,” tutur Felipe.

Upaya Felipe pun membuahkan hasil karena DVD video kompilasinya menarik perhatian klub divisi dua Brasil.

Baca juga :  Jens Petter Hauge Dikeluarkan Dari Skuad Liga Europa

“DVD saya sampai ke klub Bragantino dan pelatih Marcelo Veiga menyukai saya,” cetus Felipe. “Itu adalah peluang besar untuk mewujudkan impian saya dan saya pun menyambutnya.”

Felipe resmi dikontrak Bragantino pada tahun 2011 silam dan langsung dipercaya mengisi slot di skuad utama. Setelah tampil di 33 laga selama satu musim, karirnya menanjak lagi dan akhirnya ia pindah ke klub divisi utama Brasil, Corinthians di tahun yang sama.

Di Corinthians, Felipe harus menunggu beberapa saat sebelum dipercaya untuk membuktikan kemampuan di lapangan. Kesabarannya pun berakhir manis karena ia terpilih untuk masuk skuad inti yang berangkat ke Jepang untuk mengikuti turnamen Piala Dunia Antar Klub di tahun 2012.

Corinthians meraih trofi kemenangan setelah membekuk raksasa Inggris Chelsea dengan skor 1-0 di babak final dan nama Felipe pun mulai terdengar oleh pemandu bakat seantero Eropa.

Setelah kemenangan gemilang tersebut, karir Felipe di Corinthians sempat berlangsung stagnan. Hingga di tahun 2015, mantan pelatih timnas Brasil, Tite, dipercaya membesut klub tersebut dan terkesan pada kemampuan Felipe hingga mendapuknya sebagai bek tengah skuad utama.

Baca juga :  Lewandowski: Kami Datang untuk Memenangkan Trofi dan Membuat Sejarah

Tak menyia-nyiakan kesempatan itu, Felipe pun bermain konsisten dan mengembangkan diri sebagai pemimpin di sektor belakang. Hasilnya? Corinthians memenangkan gelar juara liga musim itu.

Setelah meraih puncak kesuksesan di Brasil, Felipe mulai menjajal kerasnya sepak bola level atas Eropa ketika Porto mendatangkannya di tahun 2016. Hebatnya, meski masih harus menyesuaikan diri dengan bahasa dan budaya setempat, permainan Felipe di lapangan tetap konsisten sejak awal bergabung.

Selama tiga tahun membela Porto, Felipe tampil di total 93 laga dengan mencetak 6 gol dan 12 assist. Ia tak pernah bermain kurang dari 30 kali semusim bersama raksasa Portugal tersebut.

Felipe mengucapkan selamat tinggal pada Porto dan rekan-rekannya ketika menerima ajakan Diego Simeone untuk hijrah ke Stadion Wanda Metropolitano pada bulan Mei 2019.

Banderol 20 juta yang harus ditebus Atletico untuknya kini rasanya terlalu murah melihat kontribusinya yang luar biasa bagi kiprah klub tersebut di La Liga maupun Liga Champion. Sepakbola pernah jadi mimpi yang nyaris sirna bagi Felipe, tapi kini tidak lagi berkat kegigihan, kesabaran, konsistensi dan sekeping DVD kompilasi. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID - Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga...

Salah Satunya Bikin Awet Muda, 5 Alasan Kamu Harus Pakai Serum Vitamin C Mulai Dari Sekarang!

TELENEWS.ID - Serum menjadi salah satu skincare yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan wanita masa kini. Rasanya perawatan wajah tak akan lengkap...

Berkaca Dari Supir Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini 5 Tips Agar Tak Bangun Kesiangan

TELENEWS.ID - Berbagai fakta mengejutkan terungkap pasca kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi. Salah satunya,...