Home Metropolitan Lingkungan Fenomena Bediding, Suhu Dingin Yang Belakangan Sering Terjadi

Fenomena Bediding, Suhu Dingin Yang Belakangan Sering Terjadi

TELENEWS.ID – Fenomena yang terjadi belakangan ini cukup menghebohkan warganet. Mereka menuturkan situasi yang mereka rasakan perihal suhu dingin yang melanda daerah masing-masing lewat media sosial mereka.

Para warganet pun mengunggah foto yang yang melampirkan tangkapan layar aplikasi cuaca yang memperlihatkan suhu udara yang berkisar antara 15 hingga 17 derajat celcius di daerah mereka masing-masing. Apa yang terjadi dengan suhu dingin yang terasa belakangan ini?

Supari selaku Koordinator Bidang Analisis Varibilitas Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisiki (BMKG) menjelaskan bahwa situasi ini dikenal dengan sebutan Bediding. Bediding adalah sebutan yang sering digunakan oleh masyarakat Jawa untuk menandai suhu dingin yang terjadi pada malam hari kala musim kemaru.

Supari menuturkan bahwa kala musim kemarau tiba, malam hari akan terasa lebih dingin udaranya. Hal ini disebabkan oleh bumi yang mengeluarkan sebagian besar energi panas yang diserap kala siang hari. Namun bedanya, langit menjadi lebih bersih tanpa awan dan cuacanya cenderung cerah. Energi yang tadi dikeluarkan oleh bumi di malam hari tak terhalang oleh awan dan bebas lepas ke atmosfer.

Perihal bumi yang melepaskan energi di malam hari adalah fenomena yang terjadi setiap harinya. Namun energi yang dikeluarkan tersebut akan tertangkap oleh awan yang mengakibatkan suhu lebih hangat dan tidak terjadi bediding.

Supari kembali menjelaskan bahwa fenomena ini akan terjadi di sepanjang musim kemarau. Situasinya akan terasa lebih dingin hingga puncak kemarau kala kondisi langit sangat cerah dalam periode yang sangat lama.

Ada beberapa wilayah di Indonesia yang mengalami suhu dingin ini. Supari menuturkan bahwa bediding memang tidak terjadi di seluruh wilayah negeri ini, namun tetap ada beberapa wilayah yang akan merasakannya.

Baca juga :  RUU Minerba Cacat Hukum , KMPM Kirim Surat Terbuka ke Jokowi dan DPR

Fenomena ini sering terjadi di wilayah yang memiliki tipe hujan monsunal, yakni pola hujan yang terjadi di sekitar bulan Desember-Januari-Februari. Namun situasi tersebut akan berbalik menjadi musim kering pada bulan Agustus-September-Oktober.

Pada dasarnya kawasan yang masuk ke dalam tipe hujan monsunal adalah Indonesia bagian selatan seperti NTT, NTB, Pulau Bali, Pulau Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan. Supari menjelaskan bahwa terdapat sejumlah wilayah kecil yang ada di Pulau Jawa yang mengalami pola hujan berbeda.

Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) juga menyampaikan penyebab terjadinya suhu dingin yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Andi Pangerang selaku Peneliti Pusat Sains dan Antariksa LAPAN mengungkapkan bahwa musim kemarau sedang terjadi di Indonesia yang menyebabkan terjadinya suhu dingin di pagi hari.

Andi menuturkan bahwa suhu dingin ini akan berlangsung hingga bulan Agustus 2021. Dirinya melanjutkan bahwa suhu dingin yang terasa di pagi hari kala musim kemarau disebabkan oleh awan yang tertutup sangat sedikit. Oleh karena itu tidak ada panas yang dilepaskan oleh Bumi yang bisa dipantulkan kembali oleh awan ke Bumi.

Baca juga :  RUU Minerba Cacat Hukum , KMPM Kirim Surat Terbuka ke Jokowi dan DPR

Karena Matahari saat ini posisinya terletak di Utara, maka tekanan udara akan terasa lebih rendah di belahan utara jika dibandingkan dengan di bagian Selatan yang mengalamu suhu cukup dingin. Angin bertiup menuju Utara dari arah Selatan dan angin tersebut berasal dari negara yang sedang mengalami musim dingin yaitu Australia. Dampaknya terasa di sejumlah wilayah yang ada di bagian Selatan. (Neidi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Resmikan Groundbreaking Hilirisasi Batu Bara Jadi DME, Jokowi: Mau Sampai Kapan Impor Terus?

TELENEWS.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, groundbreaking proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil meter atau DME di Kabupaten Muara Enim, Sumatera...

Kronologi OTT Kasus Korupsi Bupati Penajem Paser Utara

TELENEWS.ID - Nur Afifah Balqis sedang ramai menjadi perbincangan publik nasional akhir-akhir ini karena menjadi salah satu tersangka OTT KPK dan terlibat...

Kisruh Arteri Dahlan Mengancam Elektabilitas PDIP

TELENEWS.ID – Anggota komisi III DPR RI dari fraksi PDIP, Arteri Dahlan membuat gaduh Indonesia. Arteria meminta Jaksa Agung ST Burhanuddin mencopot...

Kemanakah Ridwan Kamil Berlabuh Untuk Pilpres 2024 ?

TELENEWS.ID - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil telah mendeklarasikan diri sebagai calon presiden 2024. Namun hingga saat ini masih belum ada partai...