Home Hiburan Film Film 'Saidjah & Adinda' Karya Anak Bangsa Digarap Kremov Pictures

Film ‘Saidjah & Adinda’ Karya Anak Bangsa Digarap Kremov Pictures

TELENEWS.id- Komunitas film dan rumah produksi film, Kremov Pictures, kembali angkat film tentang sejarah serta kebudayaan Banten. Setelah film sejarah ‘Ki Wasyid-Geger Cilegon 1888’ yang rilis pada 2013 lalu, tahun ini Kremov Pictures produksi film berjudul ‘Saidjah & Adinda’.

Komunitas yang berdiri dari tahun 2007 ini, terbukti telah memproduksi sebanyak 25 film. Darwin Mahesa, CEO Kremov Pictures menuturkan, film ‘Saidjah & Adinda’ menceritakan tentang kisah anak desa yang dirampas kerbaunya.
Film ini merupakan adaptasi novel Max Havelaar karya Multatuli. Diakui Darwin, film ini sebenarnya ingin sekali digarap dari 10 tahun lalu.

“Karena suka ceritanya dan ada rasa penasaran. Akhirnya saya riset cerita tersebut dari tahun 2014 sampai 2019 akhir,” katanya saat dihubungi Telenews melalui sambungan WhatsApp.

Ia melanjutkan, mengambil cerita ini karena sangat menarik, Multatuli menulis dengan latar belakang Lebak Banten. “Kisahnya pun dikaitkan dengan sejarah penderitaan rakyat Banten tahun 1886,” ucapnya.

“Film ini berdurasi 90 menit, bersyukur film ini mendapat dukungan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Museum Multatuli hingga Balai Taman Nasional Ujung Kulon. Jadi Kremov tidak sendiri,” ungkapnya.

Kata Darwin, film ini merupakan proyek Kremov Pictures ke-26. Diketahui sebelumnya Kremov menggarap film ‘Kill Me By Your Hands’, ‘Connected’, dan ‘Villa 13’.

Ia menerangkan, kesulitan cukup banyak, seperti saat shooting harus menerapkan protokol kesehatan dimasa pandemi COVID-19 karena melibatkan banyak orang. “Beragam prosedur dilalui seperti rapid test seluruh crew, penggunaan masker dan lainnya. Berbeda sekali dari produksi sebelumnya, tapi itu bisa kita lalui,” paparnya.

Rencana awal film ini, jelasnya kembali, ingin diikutsertakan dalam festival di Belanda. “Namun Kemdikbud mendukung dan tentu film ini selain milik Kremov juga akan menjadi milik Kemdikbud,” ungkapnya.

Baca juga :  Netflix Alami Peningkatan Pelanggan Selama Pandemi

“Tentunya akan ditayangkan untuk masyarakat, serta dijadikan arsip. Rencana rilis untuk umum di awal tahun 2021,” ujarnya.

Darwin pun menegaskan, film Saidjah & Adinda produksi Kremov Pictures bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini film pertama asli Indonesia dan kedua di dunia.

Ia berharap, film ini dapat diterima oleh masyarakat, mengingat pada tahun 1976 ada rumah produksi Belanda kerjasama Indonesia juga menggarap film dengan tema yang sama berjudul ‘Max Havelaar’, namun saat itu menuai pro dan kontra, bahkan dilarang diputar di Indonesia hingga tahun 90an. “Mudah-mudahan film ini diterima oleh berbagai elemen di Indonesia,” pungkasnya. (Dion)

Baca juga :  4 Drama Korea Wajib Tonton di 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Tahun 2021 Dibuka dengan Rentetan Bencana

TELENEWS.ID- Belum genap satu bulan mengakhir Januari 2021 ini. Indonesia terus disuguhkan dengan kabar Menyayat hati.Bahkan, tahun 2021...

Song Yoo Jung Meninggal Dunia Karena Bunuh Diri

TELENEWS.ID- Aktris sekaligus model asal Korea Selatan, Song Yoo Jung diberitakan meninggal dunia. Seperti dikutip dari All K-Pop, Senin (25/1), Song Yoo...

Jepang Tetap Lanjutkan Olimpiade 2021 di Tengah Pandemi

TELENEWS.ID - Di saat masyarakat dunia tengah kelimpungan dan saling berpegangan di tengah pandemi, Jepang justru tetap mengusahakan untuk menggelar Olimpiade 2021...

TNI AL Hadang Kapal Taiwan di Perairan Natuna

TELENEWS.ID - Terjadi lagi kejar-kejaran antara kapal TNI AL dan kapal milik asing di perairan Natuna. Kali ini, Indonesia melalui patroli rutin...