Home Olah Raga Gagal ke Qatar, Ada Apa dengan Gli Azzuri?

Gagal ke Qatar, Ada Apa dengan Gli Azzuri?

TELENEWS.ID – off Kualifikasi Piala Dunia 2022 untuk benua Eropa sudah berakhir di babak pertama. Hasil mengejutkan dialami oleh Tim Nasional Italia yang terpaksa harus melihat pertandingan Piala Dunia dari negaranya. Italia dikalahkan oleh Makedonia Utara dengan skor tipis 1-0. Yang lebih menyesakkan, gol yang dicetak oleh Aleksandar Trajkovski pada menit 92 itu mengubur harapan Donnarumma cs untuk beraksi di putaran final Piala Dunia.

Tentu saja, hasil ini sangat mengejutkan publik pecinta sepakbola, pasalnya Italia baru saja mengukuhkan diri sebagai kampiun Eropa dalam EURO 2020 lalu. Padahal, Italia keluar sebagai juara setelah berpuasa selama 42 tahun di gelaran Piala Eropa.

Apa Penyebab Italia Gagal?

Gagal tembus ke ajang Piala Dunia sebanyak 2 kali secara beruntun memang sebuah hal yang mengejutkan bagi negara yang memiliki kualitas sepak bola yang sangat baik. Bisa dikatakan, Italia termasuk negara yang kurang beruntung dalam ajang sepak bola dunia selama 2 jilid terakhir ini.

Kehilangan pemain kunci ditengarai menjadi salah satu penyebab Gli Azzuri kehilangan tempat untuk mengisi slot Eropa di Piala Dunia 2022. Cederanya Leonardo Spinazzola dan juga Federico Chiesa menjadi pukulan yang menyakitkan bagi Italia. Keduanya adalah kunci dari keberhasilan Italia dalam ajang Euro 2020 lalu. Roberto Mancini kesulitan untuk mencari pemain pengganti yang memiliki kualitas setimpal.

Kesulitan dalam mencetak gol bisa menjadi penyebab Italia tidak bisa tampil sebagaimana mestinya dalam kualifikasi ini. Dalam laga terakhirnya melawan Makedonia Utara, Italia berhasil melesakkan 32 tendangan, namun hanya 4 yang berhasil menuju target. kesulitan dalam mencetak gol ini juga yang harus membuat poin Italia terbuang percuma dalam laga-laga yang sebelumnya.

Italia hanya berhasil memenangkan pertandingan melawan Lithuania dalam laga kualifikasi. Sementara, dalam lima pertandingan terakhirnya, Italia bermain imbang sebanyak 4 kali dan hanya sekali menang. Bahkan, ketika bertanding melawan Bulgaria dan Swiss, Italia hanya bisa mencetak 1 buah gol dari 38 kali percobaan tembakan yang mengarah ke gawang lawan.

Baca juga :  Ajak Indonesia, Gresini Racing Ingin Jadi Tim Independen di MotoGP 2022

Tahun yang Sial Bagi Donnarumma

Tahun ini sepertinya bukan tahun yang bisa memberikan keberuntungan bagi penjaga gawang timnas Italia, GIanluigi Donnarumma. Dalam 15 hari terakhir, dirinya gagal 2 kali dalam ajang sepak bola terbesar dalam karirnya. Yang pertama, dalam ajang Liga Champions, kemudian berikutnya adalah Piala Dunia Qatar 2022.

Padahal, dirinya menjadi salah satu pemain dengan nilai transfer yang fantastis sejak kepindahannya dari AC Milan ke PSG. Untuk level klub, penjaga gawang ini juga mendapatkan sorotan tajam karena performanya sedang berada di bawah standar penjaga gawang. Donnarumma menjadi kambing hitam atas kekalahan PSG dengan skor 1-3 dari Real Madrid.

Pindah dari AC Milan ke PSG ternyata tidak merubah nasib kiper berusia 23 tahun tersebut. di PSG, dirinya bukanlah pilihan utama, dan harus bergantian dengan penjaga gawang Keylor Navas. Dirinya hanya menjalani 12 laga di ajang Ligue 1, sementara Keylor Navas bermain lebih banyak dengan 17 laga bersama Paris Saint-Germain.

Kualitas Serie-A Menurun

Sejak ditinggal oleh Cristiano Ronaldo ke Manchester United, Juventus keteteran dan sekarang posisinya berada di urutan 4 klasemen Serie-A. Hal ini juga tentu saja akan mempengaruhi kualitas dari liga di suatu negara. Pendapatan sudah pasti akan turun, dan juga tidak ada lagi pemain bintang yang bisa disaksikan aksinya di lapangan.

Baca juga :  5 Atlet Dengan Bayaran Termahal di Dunia (2021)

Selain itu, persaingan di Serie-A beberapa tahun terakhir ini masih didominasi oleh tim kuat seperti misalnya AC Milan, Inter, dan juga Juventus yang selalu berada di posisi 4 besar. Hal ini mungkin sama dengan keadaan dimana Premier League pernah mengalami masa seperti ini dengan tim The Big 4-nya.

Padahal, kualitas pelatih sudah dinilai sangat baik yakni Roberto Mancini yang dianggap sudah mengetahui bagaimana seluk-beluk dalam membangun sebuah tim. Pun demikian dengan pemainnya, yang sekarang ini sudah diisi dengan banyaknya pemain muda dan sudah tidak bergantung lagi kepada sosok Gianluigi Buffon yang selalu menjadi pilihan di bawah mistar gawang Italia. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Tips Makeup Simpel untuk Datang ke Kondangan Pernikahan

TELENEWS.ID - Datang ke kondangan pernikahan menjadi hal yang cukup tricky untuk kaum Hawa. Selain harus memilih busana apa yang tepat untuk...

Kata Ahli, 5 Jenis Makanan Ini Harus Dikonsumsi Anak Setiap Hari

TELENEWS.ID - Orangtua akan melakukan segala cara agar buah hati mereka mendapatkan yang terbaik. Termasuk dalam urusan gizi dan kesehatan. Salah satunya...

Rakernas Partai Pelita Dihadiri Gatot Nurmantyo dan Ahmad Riza Patria

TELENEWS.ID – Pada Senin (16/05/2022) Partai baru, Partai Pelita mengadakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara. Pada acara...

Wajarkah Merasa Cemas Setelah Jokowi Perbolehkan Lepas Masker di Area Terbuka? Ini Penjelasannya!

TELENEWS.ID - Presiden Jokowi mulai melonggarkan aturan penggunaan masker di ruangan terbuka. Presiden menyampaikan hal ini melalui video pernyataan pers yang disiarkan...