Home Internasional Gagal Mengangkasa, Roket Long March China 5B Jatuh di Kepulauan Maladewa

Gagal Mengangkasa, Roket Long March China 5B Jatuh di Kepulauan Maladewa

TELENEWS.ID – Setelah sempat menghebohkan dunia pekan silam, posisi roket Long March 5B milik China yang gagal mengangkasa akhirnya diketahui. Kepingan roket tersebut disinyalir jatuh di sekitar kepulauan Maladewa (Maldives).

Diluncurkan dengan tujuan mengirim modul inti stasiun luar angkasa China, Tianhe, Long March 5B meledak setelah menabrak atmosfer dan kepingannya jatuh tertarik gravitasi. Media seluruh dunia sempat gempar dan menyebut bahwa roket berbobot 22 ton itu bisa mencelakakan jika jatuh di daerah pemukiman atau perkotaan yang padat.

Sesuai perkiraan, Long March 5B masuk ke atmosfer bumi sekitar pukul 3 pagi GMT, namun sebagian besar puingnya disebut telah terbakar sebelum mencapai permukaan. Menurut penelitian sejumlah pakar dari China Manned Space Engineering, pecahan roket tersebut jatuh di Samudera Hindia dekat Kepulauan Maldives alias Maladewa.

Jatuhnya roket Long March 5B membuat China mendapat kritik dari beberapa pihak, termasuk Lembaga Antariksa Amerika Serikat, NASA. Lembaga tersebut menilai China kurang transparan dalam memberikan info kegagalan roket tersebut, sehingga berpotensi menyebabkan resiko bagi orang beserta properti yang ada di dunia.

“Jelas bahwa China gagal memenuhi standar yang bertanggung jawab mengenai puing-puing ruang angkasa mereka,” cetus administrator NASA, Bill Nelson. “Sangat penting bagi China dan semua negara antariksa dan entitas komersial untuk bertindak secara bertanggung jawab dan transparan di luar angkasa untuk memastikan keselamatan, stabilitas, keamanan, dan keberlanjutan jangka panjang aktivitas luar angkasa,” imbuh dia.

Kegagalan China untuk memberikan jaminan keamanan menyusul kejatuhan roket tersebut sempat memicu kecemasan. Sebelum titik koordinatnya dipastikan, seorang astrofisikawan asal Amerika Serikat menyebut pada media Reuters bahwa zona potensial untuk jatuhnya puing roket tersebut bisa tersebar dengan rentang dari New York, Madrid hingga Beijing, Chili, Wellington dan Selandia Baru.

Baca juga :  Singapura Akan ‘Berdamai’ Dengan Covid-19, Bagaimana Dengan Indonesia?

Peluncuran Long March 5B merupakan upaya kedua dari rangkaian 11 misi China untuk membangun stasiun luar angkasa baru. Lepas landas dari pulau Hainan pada hari Kamis (29 April) silam, roket itu terdiri dari satu tahap inti dan empat booster dengan modul tak berawak, yang akan menjadi tempat tinggal bagi stasiun luar angkasa permanen China, Tianhe. (Billy Bagus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Menurut Penelitian, Pria dengan 7 Sifat Ini yang Bakal Jadi Pasangan Terbaik Untukmu

TELENEWS.ID - Bagi wanita memilih pasangan bukanlah hal yang main-main. Banyak hal yang harus mereka pertimbangkan sebelum memilih pasangan, baik untuk menjadi...

Membongkar 5 Mitos Seputar Operasi Caesar, Proses Melahirkan yang Dipilih Nagita Slavina

TELENEWS.ID - Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina akhirnya menimang buah hati mereka yang kedua. Pada Jumat, 26 November 2021 kemarin, Gigi...

Mengenal Oversharing, Kebiasaan Menggunakan Medsos yang Bisa Membuatmu Kehilangan Privasi

TELENEWS.ID - Di zaman seperti sekarang ini hampir segala sesuatu dibagikan oleh orang-orang di media sosial. Mulai dari aktivitas setelah bangun tidur...

Makanan yang Membantu Mengatasi Selulit Secara Alami

TELENEWS.ID - Sejatinya adalah hal yang normal dan lumrah jika wanita memiliki selulit pada kulit atau tubuh mereka. Namun tak bisa dipungkiri...