Home Ekonomi Gali Lubang Tutup Lubang, Pemerintah Ingin Tambah Utang Rp. 1.654,92 Triliun Lagi

Gali Lubang Tutup Lubang, Pemerintah Ingin Tambah Utang Rp. 1.654,92 Triliun Lagi

TELENEWS.ID – Pemerintah dikabarkan berencana akan menambah utang lagi sebanyak Rp 1.654,92 triliun lagi tahun ini.

Padahal, terhitung hingga akhir tahun 2020, utang pemerintah telah melonjak hingga menyentuh Rp 6.000 triliun.

Melansir dari beberapa sumber, utang ribuan triliunan itu diperlukan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan menutup utang yang telah jatuh tempo.

Menurut catatan, APBN hingga Desember 2020 lalu mengalami defisit hingga Rp 956,30 triliun.

Sepanjang tahun 2020 pemerintah juga sudah menambah utang hingga Rp 1.295,28 triliun, yang menyebabkan utang naik 27,1 persen menjadi Rp 6.074,56 triliun.

Menurut Kementerian Keuangan, tambahan utang yang besar pada 2020 juga akibat resesi ekonomi karena Covid-19.

Belum lagi, anggaran tahun lalu banyak yang harus direalokasikan untuk penanganan masalah kesehatan dan pemulihan ekonomi nasional.

Kini, rasio utang pemerintah telah setara 36,69 persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Ini menurut data APBN KiTa.

“Komposisi utang Pemerintah tetap dijaga dalam batas tertentu sebagai pengendalian risiko sekaligus menjaga keseimbangan makro ekonomi, di mana UU No. 17/2003 mengatur batasan maksimal rasio utang Pemerintah adalah 60%,” mengutip laporan APBN KiTa untuk Januari 2021.

Jika kita lihat bentuk utang pemerintah, utang yang ada kini masih didominasi dalam bentuk Surat Berharga Negara (SBN).

SBN memiliki persentase sebesar 85,96 persen dari total utang pemerintah di tahun 2020.

Pemerintah juga mengaku mendahulukan sumber utang domestik untuk mengelola risiko utang dalam bentuk valuta asing.

“Pembiayaan anggaran senantiasa dikelola secara hati-hati (prudent), fleksibel dan terukur, dan dengan mengoptimalkan sumber pembiayaan yang paling efisien,” lanjut laporan APBN KiTa.

Tahun lalu, Sri Mulyani sempat menyebut bahwa Indonesia memiliki akses yang paling mudah untuk berutang dibandingkan negara-negara lain, seperti Brazil dan Turki.

Baca juga :  Tren Media Sosial Sebagai Alat Marketing di 2021

Menteri Keuangan itu juga tetap menggarisbawahi, utang yang ada digunakan untuk menanggulangi masalah kesehatan dan pembangunan ekonomi kembali akibat pandemi.

Kemudahan Indonesia untuk berutang, lanjut Sri Mulyani, karena Indonesia dianggap mampu mengelola anggaran dengan baik sehingga mendapat respon positif dari banyak investor global.

Bank Indonesia juga dikatakan selalu menjaga komunikasi yang intens dengan para investor, termasuk untuk berdiskusi mengenai burden sharing.

“Banyak negara yang sedang krisis tapi tidak dapat akses seperti Indonesia.
Kita tetap melakukan komunikasi sehingga investor bisa meng-assess resikonya.
Itu semuanya merupakan buah yang terjadi sekarang ini,” jelas Menkeu Sri Mulyani dalam acara Ceremony Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020, Senin (19/10/2020) lalu.

Baca juga :  China-RI Buka Kerja Sama di Bidang Kesehatan dan Industri

Namun, kemudahan akses Indonesia untuk berutang bukan berarti kita harus terus menerus bergantung pada utang.

Jangan sampai, negara sampai tidak mampu membayar utang yang kian membengkak tersebut, atau repudiasi.

Jika negara sudah tak mampu bayar, bukan berarti negara terbebas dari beban utang yang ada.

Pastinya, ada serangkaian konsekuensi yang beruntun yang akan menimpa negara dan juga rakyatnya. (Ajeng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

PUBG New State Diluncurkan, Apa Bedanya Dengan PUBG Mobile ?

TELENEWS.ID - Para penggemar game mobile online, khususnya PUBG, sedang dihebohkan dengan peluncuran PUBG New State pada Kamis lalu (25/3/2021).

Mengapa Pierluigi Collina begitu Disegani?

TELENEWS.ID - Apa jadinya sepak bola dimainkan tanpa wasit? Wasit adalah sosok penting untuk pertandingan sepak bola dan menjadi pengadil bagi dua...

Tak Mau Kalah, Huawei Ikut Kembangkan Mobil Listrik

TELENEWS.ID - Raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei, berencana membuat mobil listrik dengan mereknya sendiri, dan beberapa model bahkan mungkin diluncurkan sebelum akhir...

Amnesty International Kecam Kriminalisasi Terhadap Masyarakat Adat

TELENEWS.ID - Pada hari Sabtu, (27/2/2021), tiga tokoh masyarakat adat Dayak, Modang Long Wai - Daud Luwing, Benediktus Beng Lui dan Elisason,...