Home Teknologi Game Mobile Berkembang Pesat, Nasib Konsol Game Genggam di Ujung Tanduk?

Game Mobile Berkembang Pesat, Nasib Konsol Game Genggam di Ujung Tanduk?

TELENEWS.ID – Dilansir dari socialpeta.com, ada peningkatan signifikan terhadap pembelian game mobile pada tahun 2020. Ditambah lagi jumlah pengiklan game seluler mengalami kenaikan hingga 9% dari tahun sebelumnya.

Namun yang jadi pertanyaan adalah apakah popularitas game mobile membuat konsol game genggam berada di ujung tanduk? Mengingat game mobile sekarang memiliki grafis memukau dan gameplay yang relatif mudah.

Kembali ke tahun 2019 saat konsol game genggam seperti PlayStation Vita berhenti produksi alias tumbang, banyak pihak yang menyalahkan kehadiran game mobile.

Meskipun demikian, konsol game genggam tidak benar-benar hilang dan pasarnya pun tetap terjaga seperti biasanya.

Mengapa begitu? Jika melihat Nintendo Switch, konsol game genggam itu mampu mencetak angka penjualan yang sangat tinggi. Terlebih lagi Nintendo menambah produksi konsol hingga menembus angka 30 juta unit pada tahun 2020.

Hal itu terjadi karena minat gamer pada game ‘Animal Crossing: New Horizons’ yang sangat besar, ditambah lagi dengan pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung dan bergema kampanye untuk tetap di rumah saja.

Di Amerika Serikat, penjualan Nintendo Switch bahkan lebih tinggi jika dibandingkan konsol Next-Generation seperti PlayStation 5. Hal itu seolah-olah menjadi bukti bahwa konsol game genggam mampu bersaing dengan ekosistem game mobile.

Selain itu, ada bukti lain dari Steam Deck, platform PC genggam layaknya Switch besutan Valve yang dirilis pada tahun ini. Konsol tersebut dirancang untuk memungkinkan gamer lebih mudah saat memainkan game Steam kapan saja dan di mana saja.

Kemudian gamer juga bisa menikmati game AAA dengan lebih efisien karena tidak perlu menyalakan PC.

Sekarang ini, gamer bisa melakukan reservasi agar mendapat akses awal pembelian, jelang perilisan secara resmi pada bulan Desember.

Baca juga :  Canggih! Pesan Whatsapp Bisa Terhapus Otomatis Dalam 24 Jam

Mengenai harganya, Steam Deck dibanderol mulai dari $399 atau setara Rp5,7 juta untuk penyimpanan internal 64GB.

Kemudian ada juga yang dibanderol $529 atau sekitar Rp7,6 juta untuk penyimpanan internal 256GB. Sedangkan untuk penyimpanan internal 512GB, harganya adalah $649 atau Rp9,4 juta.

Dengan berbagai contoh yang disebutkan di atas, maka konsol game genggam tidak benar-benar dalam kondisi bahaya. Apalagi jika sudah didukung jaringan internet seiring perkembangannya. (Dhe)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...

Tewas Bukan Karena Maling Mobil, Kakek Wiyanto Dianiaya Secara Brutal Gara-gara Serempet Motor di Jalan

TELENEWS.ID - Polisi mengungkap kronologi kematian Wiyanto Halim (89) yang tewas akibat dikeroyok massa di kawasan JIEF, Pulo Gadung, Cakung, Jakarta Timur...

Yuk Mampir ke Provinsi Berpenduduk Paling Bahagia di Indonesia, Dijamin Betah

TELENEWS.ID - Berbagai macam spot wisata di setiap daerah Indonesia mampu mengundang traveller lokal maupun mancanegara. Dalam beberapa waktu terdapat informasi bagaimana...