TELENEWS.ID – Jeep melayangkan tuntutan pada produsen otomotif asal India, Mahindra, yang menaungi pasar Australia beberapa waktu lalu. Hal itu dilakukan karena Mahindra melanggar aturan hak cipta terkait desain yang menyerupai mobil Wrangler milik Jeep.
Pada Selasa pekan lalu (11/5/2021), perwakilan dari kedua perusahaan tersebut dipertemukan di pengadilan Australia untuk membahas tuntutan. Jeep yang diwakili Patrick Flynn membuka tuntutan terkait pelanggaran hak cipta terhadap desain milik Mahindra Thar.
Dikutip dari caradvise.com.au, Patrick mengatakan bahwa salah satu kendaraan yaitu Mahindra Thar memiliki desain amat mirip dengan Wrangler dan sempat diiklankan di website resmi untuk dijual di pasar Australia.
Namun laman yang terdapat iklan tersebut telah dihapus oleh pihak Mahindra. Kemudian pihak pengadilan Australia mendapat informasi bahwa ada satu unit kendaraan Mahindra Thar yang dikirim ke Australia untuk melakukan pengujian.
Akan tetapi proses homologasi untuk Mahindra Thar belum dilakukan sehingga unit untuk pasar Australia tidak tersedia sampai saat ini. Mengenai tuntutan Jeep, John Hennessy yang menjadi perwakilan Mahindra mengungkapkan bahwa sebelum adanya tuntutan, mereka telah mengirimkan surat pemberitahuan khusus kepada Jeep.
Dalam surat itu, pihak Mahindra menjelaskan bahwa dengan desain yang menjadi masalah, mereka tidak ingin menjual Mahindra Thar ke pasar Australia. Namun Jeep tetap berusaha melayangkan tuntutan.
Setelah perdebatan cukup lama, pihak Jeep meminta Mahindra mengirimkan surat terkait rencana peluncuran Mahindra Thar setidaknya 90 hari sebelum melakukan proses homologasi. Namun pihak Mahindra meminta tenggat waktu 45 hari sebelum homologasi.
Alhasil, pihak Jeep meminta pengadilan tidak menyetujui permintaan Mahindra karena ada dugaan Mahindra Thar akan diluncurkan dalam waktu dekat. Dengan begitu kata sepakat antara Jeep dan Mahindra masih belum ada sampai diadakan pertemuan lanjutan.
Sebagai informasi tambahan, Jeep juga pernah menuntut Mahindra pada 2020 lalu di pengadilan Amerika Serikat karena masalah desain milik Roxor. Hasilnya, kendaraan itu dilarang dijual di pasar Amerika Serikat.
Meskipun demikian, setelah dilakukan revisi desain, Mahindra Roxor akhirnya dijual di pasar Amerika Serikat pada akhir tahun 2020. (Dhe)