Home Daerah Gibran Tetap Proses Hukum Pengrusakan Makam di Solo, Sekalipun Tersangka Dibawah Umur

Gibran Tetap Proses Hukum Pengrusakan Makam di Solo, Sekalipun Tersangka Dibawah Umur

TELENEWS.ID – Wali Kota Solo, Gibran Rakamubing Raka membuat pernyataan tegas, jika akan melakukan pengusutan tuntas terkait dengan pengrusakan yang terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cemoro Kembar yang berada di desa Mojo, Pasar Kliwon, Solo.

Bahkan Ia tidak akan mundur atau menawarkan negosiasi pada semua pelakunya, dimana sebelumnya diberitakan jika pelaku pengrusakan makan ini dilakukan oleh anak-anak yang masih dibawah umur. Mereka adalah murid dari sebuah lembaga pendidikan, dimana berusia tiga hingga dua belas tahun. Sayangnya, lembaga pendidikan tersebut mempekerjakan anak di bawah umur.

“Yang merusak makan dinilai sudah keterlaluan. Apalagi kalau sampai melibatkan anak-anak, nanti segera diproses sesuai hukum yang berlaku” mujar Gibran saat meninjau langsung lokasi TPU di Cemoro Kembar yang mengalami kerusakan pada Senin (21/06/2021).

Bahkan tidak main-main, Gibran memberikan ancaman tegas akan menutup lembaga pendidikan tersebut jika terbukti terlibat, apalagi mereka mempekerjakan anak-anak di bawah umur. Sedangkan untuk anak-anak yang terlibat akan tetap mendapatkan sanksi yaitu pembinaan yang dilakukan dinas sosial setempat.

Hal serupa juga turut dikatakan Kapolsek Pasar Kliwon, Polresta Surakarta, Iptu Achmad Riedwan Prevoost yang kini mengambil alih kasus tersebut. Dimana kini sudah memasuki tahapan mediasi antara pihak yang mengalami kerugian (keluarga yang makamnya mengalami kerusakan) dengan pelaku atau orang tua pelaku.

Sementara itu, mediasi juga melibatkan pihak sekitar yaitu tokoh masyarakat sekitar seperti RT dan RW, dimana akhirnya telah mencapai kesepakatan dari kedua belah pihak. Ini menjadi sebuah titik terang, sehingga tidak perlu membawa kasus tersebut di ranah hukum.

Sekalipun sudah adanya kesepakatan, Achmad dan pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan pada kasus ini. Dimana pihaknya memang menanyakan soal kejadian perkara hingga kenapa ada anak-anak dalam pengrusakan tersebut. Bahkan juga memanggil pihak orang tua dari anak-anak dibawah umur untuk dimintai keterangan.

Baca juga :  Gibran Angkat Suara, Terkait Duduk di Meja Saat Bersama Menteri PUPR

Pengrusakan makam yang berada di Cemoro Kembar, desa Mojo, Pasar Kliwon, Solo ini terjadi pada Rabu (16/06/2021). Saat kejadian perkara, terdapat 10 anak didik dari sebuah lembaga pendidikan, dimana aksi tersebut mengakibatkan kerusakan pada beberapa makam.

Setelah dilakukan investigasi, terdapat 12 makam yang mengalami pengrusakan dengan tingkat kerusakan yang berbeda. Bahkan menurut beberapa saksi yang melihat kejadian tersebut, memang terdapat 10 anak dari lembaga pendidikan yang berada di dekat makam, lembaga tersebut merupakan pimpinan Mujair, salah satu pendirinya. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Startup Indonesia Lakukan PHK Besar, Ada Apa?

TELENEWS.ID – Beberapa hari lalu, perusahaan startup Indonesia seperti LinkAja, Zenius, SiCepat, dan JD.ID melakukan pemutusan hubungan kerja kepada sejumlah karyawannya. Hal...

Elon Musk Batal Bangun Pabrik Tesla di India, Peluang Indonesia Semakin Besar

TELENEWS.ID – Dikutip dari India Times dan ABP Live, Elon Musk memutuskan untuk tidak berinvestasi di India dalam membangun pabrik mobil Tesla...

Ibukota Akan Pindah, Bagaimana Pertahanan Udaranya?

TELENEWS.ID - Pemindahan Ibukota negara ke Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur harus dibarengi dengan pertahanan udara yang maksimal. Karena, posisi Ibukota tersebut...

Pemprov DKI Mengandalkan SPAM untuk Mengatasi Akses Air Bersih

TELENEWS.ID - Untuk mengatasi masalah banjir dan juga menanggulangi masalah air bersih di DKI Jakarta, Pemprov DKI Jakarta mendapatkan kucuran dana dari...