Home Metropolitan Lingkungan Gunung Sampah di Bantargebang Akhirnya Bermanfaat

Gunung Sampah di Bantargebang Akhirnya Bermanfaat

TELENEWS.ID, JAKARTA – Gunung sampah yang menggunung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang mulai diolah menjadi bahan pembuatan bahan bakar alternatif Refused Derived Fuel (RDF). Program ini diinisiasi oleh PT Semen Indonesia Group (SIG) dengan menggandeng PT Unilever Indonesia dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta.

Pengolahan sampah ini dilakukan pada titik-titik tertentu di wilayah Bantargebang yang berusia lebih dari 10 tahun.

Direktur Produksi SIG, Benny Wendry menjelaskan, proses pengolahan sampah dimulai dari penggalian dan pengayakan, lalu dikirim ke lokasi Pabrik Solusi Bangun Indonesia (SBI) yang berada di Narogong, Jawa Barat.

Di Narongong, sampah akan dicacah dan dikeringkan. Jika diperlukan, sampah akan dicampur dengan material lain agar menjadi RDF yang memenuhi standar kualitas bahan bakar untuk pabrik semen.

Baca Juga : Proyek Infrastruktur PUPR 2021 Senilai Rp 46 Triliun Dilelang Dini

Untuk targetnya sendiri, RDF yang dihasilkan harus mencapai minimal 1.000 ton per bulannya. 80-90% dari total hasil olahan ini berasal dari sampah plastik.

Selain sampah plastik, sampah yang mayoritas digunakan adalah sekam padi dan serbuk gergaji. Sampah-sampah ini diangkut dari berbagai wilayah.

Benny juga mengatakan, selain pabrik Narogong Jawa Barat, ada pabrik-pabrik lainnya yang menggunakan bahan bakar alternatif ini. Diantaranya ada PT Semen Padang di Sumatera Barat, PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Cilacap, PT Solusi Bangun Andalas (SBA) di Aceh serta SIG Pabrik Tuban Jawa Timur.

Untuk SIG Pabrik Tuban, biomassa telah menjadi bahan bakar alternatif yang dilakukan sejak tahun 2008.

Biomassa yang digunakan perusahaan diolah dari sekam padi, sabut kelapa, serbuk gergaji, limbah tembakau dan biji jagung. Kebanyakan sampah ini diangkut dari Kabupaten Tuban, Lamongan, Bojonegoro dan Banyuwangi.

Baca juga :  COP 26 Di Glassgow Berakhir, Pencegahan Kiamat 2050 Dimulai

Selain lebih efisien, menurut Benny, RDF juga menggunakan tenaga petani dan warga lokal di sekitar pabrik, sehingga prosesnya memiliki dampak ekonomi yang positif.

Untuk Pabrik Tuban, ada sekitar 2.553 ton kiriman sekam padi, 244 ton sabut kelapa, 244 ton limbah tembakau serta 90 ton sampah kertas.

Selama periode Januari-Agustus 2020 sendiri, biomassa yang dipasok ke pabrik Tuban menyentuh 25.000 ton lebih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Ragam Tradisi Unik Penuh Makna Keluarga Tionghoa Dalam Menyambut Imlek

TELENEWS.ID - Tradisi masyarakat Tionghoa dalam menyambut Imek atau tahun baru China pastinya memberi makna tertentu. Kali ini di tahun 2022, perayaan...

Status Kelurahan Krukut Tidak Lagi Zona Merah Covid 19, Micro Lockdown Dicabut

TELENEWS.ID - Banyak daerah khususnya di DKI Jakarta mendapat status level 2 dan juga menerapkan micro lockdown. Hanya saja semenjak varian Omicron...

Doyan Sindir Anies Baswedan, Wagub DKI Ke Giring: Tunjukkan Kinerja Dan Prestasi

TELENEWS.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria angkat bicara soal aksi saling sindir antara Gubernur Anies Baswedan dengan Ketua Umum...

Tidak Ada Tempat Bagi Koruptor, Indonesia – Singapura Tanda Tangan Perjanjian Ekstradisi

TELENEWS.ID - Sejak tahun 1998, Indonesia dan Singapura telah melakukan berkali-kali untuk mengukuhkan perjanjian ekstradisi untuk kedua negara namun selalu gagal. Diketahui...