Home Kesehatan Kecantikan Harus Tahu, Inilah 6 Jenis Bahan dalam Skincare yang Harus Dihindari Wanita...

Harus Tahu, Inilah 6 Jenis Bahan dalam Skincare yang Harus Dihindari Wanita Hamil

TELENEWS.ID – Banyak yang mengatakan agar ibu hamil berhenti menggunakan skincare selama mengandung. Ini karena dikhawatirkan kandungan dalam skincare bisa mempengaruhi janin yang dikandung sang ibu.

Anggapan ini tak sepenuhnya salah, karena memang ada beberapa kandungan dalam skincare yang terbukti secara ilmiah bisa mempengaruhi tumbuh kembang janin di dalam kandungan. Namun sejatinya bukan berarti ibu hamil tidak bisa menggunakan skincare. Apalagi banyak wanita yang mengeluhkan kondisi kulit mereka berubah lantaran fluktuasi hormon selama kehamilan.

“Bagi banyak wanita, kehamilan adalah dorongan besar yang membuat mereka berpikir tentang kecantikan yang aman. Kita ingin menjauh dari apa pun yang dapat membahayakan bayi kita, tetapi ada banyak ketidakpastian seputar keamanan perawatan kulit untuk calon ibu, ” kata Tara Foley, pendiri pengecer kecantikan bersih Follain.

Namun sayangnya melakukan tes bagi ibu hamil tentang kandungan skincare sangat berisiko baik untuk ibu dan janin mereka. Karena itulah sejauh ini belum ada peneliti yang berani benar-benar melakukannya. Oleh sebab itu, memilih skincare yang benar-benar aman dan sudah teruji menjadi cara terbaik.

“Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan beralih ke produk yang lebih sehat dan tidak beracun” begitu saran Tara. Karena itulah selain berkonsultasi ke dokter, sebaiknya jauhilah skincare dengan beberapa kandungan berikut yang bisa membahayakan bagi ibu hamil dan janinnya!

  1. Retinoid
    Beberapa produk perawatan kulit anti-penuaan menggunakan jenis retinol yang disebut retinoid, yang membantu mengatasi jerawat dan mengurangi garis-garis halus. Retinoid membantu sel-sel kulit tingkat permukaan terkelupas lebih cepat dan meningkatkan produksi kolagen untuk meremajakan kulit. Namun sebaiknya ibu hamil menjauhi skincare dengan retenoid di dalamnya. Obat-obatan retinoid berbahaya bagi bayi yang belum lahir jika dikonsumsi selama kehamilan. Retinoid oral (diminum) tidak boleh digunakan selama kehamilan.
  2. Asam salisilat dosis tinggi
    Asam salisilat dapat digunakan pada banyak jenis kulit, tetapi sangat populer di antara mereka yang memiliki kulit berminyak atau berjerawat. Tetapi sebuah studi tahun 2013 menyimpulkan produk yang menggunakan asam salisilat dosis tinggi, harus dihindari selama kehamilan. Meskipun begitu Doris Day, MD, dokter kulit bersertifikat di New York City mengatakan jumlah kecil skincare dengan asam salisilat tidak akan berbahaya bagi ibu dan calon janinya. “Asam salisilat jelas bukan pilihan pertama untuk apa yang harus digunakan selama kehamilan atau saat menyusui,” kata Doris. “Namun, dalam dosis yang lebih rendah dan ketika segera dicuci, bahayanya bisa diminamilisir” tambahnya.
  3. Hidrokuinon
    Hidrokuinon adalah kandungan untuk mencerahkan kulit atau mengurangi pigmentasi kulit yang terjadi akibat melasma dan chloasma. Namun ada baiknya hidrokuinon dihindari selama hamil dan menyusui.Pengurang pigmen sintetis kontroversial ini tersedia di AS tetapi dilarang di Eropa, Jepang, dan Australia karena dianggap sebagai bahan karsinogenik penyebab kanker.
  4. Ftalat/Phthalate
    Phthalates atau ftalat adalah bahan kimia pengganggu endokrin yang ditemukan di banyak produk kecantikan. Dalam penelitian pada hewan, disfungsi reproduksi dan hormon yang serius telah dikaitkan dengan paparan ftalat. Paparan ftalat selama kehamilan akan mengganggu kadar tiroid, hormon seks, dan 25-hidroksivitamin D pada wanita hamil atau keturunannya, yang mengakibatkan kelahiran prematur, preeklamsia, gangguan glukosa ibu, kriptorkismus bayi, hipospadia bayi, dan jarak anogenital yang lebih pendek pada bayi baru lahir.
  5. Formaldehyde
    Bahan kimia ini paling sering ditemukan dalam perawatan pelurus rambut, cat kuku, dan lem bulu mata. CDC memperingatkan bahwa formaldehida adalah karsinogen dan dapat meningkatkan kemungkinan keguguran. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, peneliti merekomendasikan untuk menghindari produk yang mengandung formaldehida selama kehamilan.
  6. Tabir surya berbahan kimia
    Oxybenzone dan turunannya adalah filter ultraviolet (UV) yang paling sering digunakan dalam tabir surya. Zat ini terbukti efektif untuk perlindungan kulit, tetapi efek kesehatan dan lingkungan yang berpotensi merugikan dari oxybenzone tak bisa diabaikan. Karena oxybenzone dikenal sebagai bahan kimia pengganggu endokrin, dikhawatirkan jika digunakan selama kehamilan dapat mengganggu hormon dan menyebabkan kerusakan permanen pada ibu dan bayi. (Yuyun Amalia)
Baca juga :  6 Tips Cantik Agar Kulit Agar Glowing dan Segar Menjelang Natal
Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Sebelum Harga Mie Instan Naik 3 Kali Lipat, Yuk Cobain 5 Tips Makan Mie yang Sehat dan Bergizi

TELENEWS.ID - Harga mie instan dikabarkan akan mengalami kenaikan. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut ada kemungkinan bahwa makanan cepat saji favorit...

Terbukti, Gigi Putih Bersih Bikin Kamu Terlihat Awet Muda dan Menarik di Mata Lawan Jenis

TELENEWS.ID - Gigi yang putih dan bersih memang menyenangkan untuk dilihat. Mereka yang memiliki gigi putih, bersih dan rapi menjadi penanda bahwa...

Pertamina Jadi Perusahaan RI Satu-satunya Masuk ke Fortune Global 500, yuk Simak Faktanya

TELENEWS.ID - Sejumlah prestasi dan kontribusi Pertamina untuk menyediakan energi bagi masyarakat Indonesia masih terus ditingkatkan. Bentuk prestasi Pertamina...

Mentan Sarankan Masyarakat Konsumsi Singkong untuk Gantikan Gandum yang Semakin Mahal

TELENEWS.ID - Kondisi harga gandum secara global mengalami perubahan dan meningkat lebih mahal karena kondisi perang Rusia-Ukraina. Alhasil dari...