Home Daerah Hendi Tarik Rem Kelonggaran di Semarang, PPKM Mikro Diperketat!

Hendi Tarik Rem Kelonggaran di Semarang, PPKM Mikro Diperketat!

TELENEWS.ID – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dengan cepat menarik rem kelonggaran di tengah pandemi covid-19, hal ini karena terjadi lonjakan tajam penularan di Kota Semarang. Dimana awalnya hanya terdapat 300 kasus setiap harinya, kini melonjak hingga 1.300 kasus.

Inilah yang membuat Hendi kini semakin memperketat aturan PPKM Mikro yang sudah diterapkan sebelumnya, Kota Semarang memang memberikan kelonggaran karena sudah terjadi penurunan dan mulai bergerak ke arah new normal.

Pengetat yang dilakukan Hendi tidak serta merta akan mengganggu aktivitas dan kegiatan ekonomi masyarakat hanya saja akan terjadi pengurangan kegiatan yang memicu kerumunan dan pengurangan jam operasional untuk usaha.

“Per hari ini saya keluarkan Surat Keputusan Wali Kota. Dalam surat itu akan mengatur kerumunan massa, kegiatan yang bersifat sosial budaya termasuk pernikahan hingga pemakaman, ini akan kembali dibatasi. Kalau kemarin masih diperbolehkan 100 orang, mulai hari ini dibatasi hanya 50 orang saja” terangnya.

Bukan hanya kegiatan sosial saja, dalam Surat Keputusan tersebut, Hendi juga menjelaskan jika sektor usaha juga akan mendapatkan pembatasan terkait dengan izin jam operasional. Jika sebelumnya sudah kembali diterapkan bukan hingga pukul 23.00 WIB, sekarang hanya boleh beroperasi hingga pukul 22.00 WIB, tanpa terkecuali.

Hendi mengaku ini bukan keputusan yang mudah, semua akan mendapatkan pukulan baik dari sektor ekonomi dan budaya, tetapi Ia menegaskan kesehatan akan jadi prioritas utama dan tidak bisa ada kompromi didalamnya.

Hendi juga berharap semua pihak bisa menghormati dan menjalankan keputusan tersebut, ini memang berat terlebih untuk pelaku usaha. Ia berharap semua bisa menyesuaikan, hanya dirubah saja jam buka, kini jadi lebih cepat hanya sampai pukul 22.00 WIB, tidak ada ketentuan lainnya.

Baca juga :  Ditengah Pandemi Covid-19, Hendi Bersama OJK Bagikan Tabungan Gratis ke 1.000 Pelajar di Kota Semarang

Meskipun angka penularan di Kota Semarang masih bisa dikontrol dan sebagian besar pasien covid-19 berasal dari luar kota, namun Ia memilih untuk tetap waspada. Apalagi varian covid-19 yang baru ini cepat sekali dalam hal penularan, jika tidak ambil tindakan dari sekarang bisa jadi Kota Semarang akan mengalami hal buruk.

Hendi berharap masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya terlebih untuk pendatang yang harus bolak balik ke Kota Semarang untuk bisa mematuhi protokol kesehatan (prokes), ini demi kebaikan bersama. Ia berharap aturan baru ini tidak akan membutuhkan waktu lama, jika semua pihak memilih untuk disiplin prokes maka ini hanya akan berjalan 14 hingga 21 hari ke depan. Ini semua tergantung dengan kepatuhan masyarakat untuk menekan kasus corona semakin meluas. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Mengenal Situationship yang Bisa Menjebakmu Dalam Hubungan Toxic Tanpa Status

TELENEWS.ID - Apakah kamu memiliki seorang teman yang memperlakukan kamu dengan mesra, dan memberikan perhatian lebih dari seorang teman? Akan tetapi sayangnya,...

Hati-hati, Dokter Peringatkan Bahaya Memakai Celana Jeans Ketat Bagi Organ Intim Wanita

TELENEWS.ID - Praktis, stylish dan bisa dipadukan dengan jenis busana apa saja membuat celana jeans menjadi salah satu item fashion favorit kaum...

Manchester United Ditangan Ralf Rangnick, Apakah Mampu Bersaing?

TELENEWS.ID - Belakangan nama Ralf Rangnick mencuat di kancah dunia sepak bola untuk menjadi juru taktik klub Manchester United. Seperti diketahui bersama,...

Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

TELENEWS.ID - 3 Desember diperingati sebagai Hari Penyandang Disabilitas Internasional. Peringatan ini digagas untuk meningkatkan kepedulian kepada para penyandang disabilitas, yang sering...