Home Nasional Hukum Hukuman Mati di Indonesia: Ancaman atau Hanya Gertak Sambal Saja?

Hukuman Mati di Indonesia: Ancaman atau Hanya Gertak Sambal Saja?

TELENEWS.ID – Hukuman mati di Indonesia saat ini masih menjadi pro dan kontra, di satu sisi harus ditegakkan untuk memberikan efek jera bagi pelaku yang melakukan tindak pidana berat. Namun, di sisi lain masih terbentur dengan masalah Hak Asasi Manusia atau HAM. Kabar terbaru mengenai hukuman mati ini kembali mencuat setelah terdakwa Herry Wirawan, sang pelaku pemerkosaan 13 santriwati dituntut hukuman mati oleh Asep N Mulyana selaku Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dalam sidang tuntutan di Pengadilan negeri Bandung pada Selasa (11/1/2022) silam. Jaksa menilai perbuatan Herry sudah sangat keji dan menjadi contoh bagi predator seks agar menghentikan perbuatannya.

Hukuman mati di Indonesia memang sudah diatur dalam Pasal 11 jo Pasal 10 KUHP dan UU no 2/Pnps/1964. Namun, dalam pasal tersebut hanya disebutkan bagaimana tata cara dan juga persiapan mengenai hukuman mati ini mulai dari vonis hingga pelaksanaan atau eksekusinya. Dalam KUHP sendiri, dijelaskan bahwa hukuman mati tersebut diberikan kepada pelaku pidana yang membuat tindak kriminal bersifat berat seperti misalnya makar, pembunuhan berencana, tindak pidana terorisme, dan juga pelaku narkoba. Dalam pasal tersebut memang belum dijelaskan secara jelas bahwa pelaku predator seks seperti Herry Wirawan ini layak dijatuhi hukuman mati.

Beberapa waktu yang lalu juga ramai diberitakan bahwa hukuman mati ini layak diberikan kepada pelaku tindak pidana korupsi, terutama bagi mereka yang nekat melakukan tindak pidana ini di masa pandemi. Akan tetapi, hal tersebut sampai saat ini masih sebatas wacana dan juga gertakan sambal saja. Sebab, dalam pelaksanaannya, hukuman mati bagi para koruptor memang belum pernah dilaksanakan di Indonesia.pemerintah Indonesia sendiri sudah melaksanakan 63 eksekusi hukuman mati terhadap berbagai pelaku tindak pidana sejak tahun 1987. Mayoritas dari hukuman tersebut diberikan kepada pelaku tindak pidana narkoba dan juga terorisme. Terakhir, hukuman mati diberikan kepada Freddy Budiman pada tahun 2016 yang lalu dengan kasus pengedaran narkoba yang dijatuhi vonis pada 2013 yang lalu.

Baca juga :  Pendiri Kompas Gramedia Group, Jakob Oetama, tutup usia

Tuntutan hukuman mati yang diberikan kepada Herry Wirawan ini memang belum sampai ke tingkat vonis. Namun, apabila hakim nantinya memberikan vonis hukuman mati kepada Herry Wirawan, maka hal ini akan mencetak sejarah baru dalam dunia hukum di Indonesia, di mana pelaku pencabulan dijatuhi hukuman maksimal dalam KUHP, yakni Hukuman Mati. (Latief)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Waspada! Ada Aplikasi dan Web Ilegal MyPertamina, Jangan Asal Akses

TELENEWS.ID - Masyarakat perlu berhati-hati terhadap akses situs dan aplikasi MyPertamina yang dianggap ilegal. Sudah beredar situs dan aplikasi...

Hasil Kunjungan Jokowi ke Ukraina, Pembahasan Soal Perdamaian dan Kondisi Ukraina Saat Ini

TELENEWS.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, di Istana Negara Ukraina, Maryinsky, Kyiv pada Rabu (29/06/2022)...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 29 Juni 2022

TELENEWS.ID – Hari kedua babak 32 besar dalam turnamen Petronas Malaysia Open 2022 pada Rabu (29/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menghasilkan...

Update Hasil Pertandingan Petronas Malaysia Open 2022 – 28 Juni 2022

TELENEWS.ID – Turnamen tertinggi versi BWF, Petronas Malaysia Open 2022 telah digelar pada Selasa (28/06/2022) di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia. Sayangnya,...