Home Daerah Inapkan Mobil Dinas! Kode Keras Gibran pada Lokasi Polemik di Solo

Inapkan Mobil Dinas! Kode Keras Gibran pada Lokasi Polemik di Solo

TELENEWS.ID – Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, rupanya punya cara unik menghadapi polemic yang terjadi di Solo. Bahkan cara ini jadi kode tersendiri yang dijadikan Gibran sebagai ciri khasnya yaitu inapkan mobil dinasnya.

Mobil kijang inova warna putih dengan plat nomor warna merah dengan nopol AD 1 A, ini memang terlihat sengaja diparkir Gibran di lokasi polemik. Bahkan Kejadian ini tidak hanya terjadi satu kali, namun dua kali. Hal ini lantas membuat banyak pihak bertanya- tanya apa maksud dari tindakan Gibran tersebut, Apakah dengan menempatkan mobil dinas di lokasi polemik bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, Gibran tercatat pasang aksi inapkan mobil dinas miliknya saat terjadi dua polemik yang cukup besar di Solo. Kedua kasus ini bahkan sedang mendapatkan pendalaman khusus untuk pihak kepolisian.

Pertama kali Gibran inapkan mobil dinasnya di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon. Saat itu ada kasus pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh kamtibmas dan mendapatkan persetujuan Pak lurah setempat, namun tidak ada stempel resmi dari kelurahan.

Kasus ini menjadi bola panas, saat Gibran akhirnya menonaktifkan lurah tersebut, yang mana memicu kemarahan warga Gajahan. Dimana mengatakan jika Lurah mereka sudah bertindak sewajarnya, bahkan kebiasaan ini sudah ada sejak sebelum masuknya Lurah tersebut. Bahkan masyarakat sekitar mengatakan jika Lurah mereka banyak memberikan bantuan.

Saat kasusnya semakin beras, Gibran memang datang ke Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, saat akan pulang keanehan mulai terjadi. Gibran meninggalkan mobil dinasnya dan pulang dengan kendaraan berbeda, bahkan mobil ini terlihat jelas karena terparkir di halaman kantor kelurahan. Mobil ini bahkan diinapkan selama 2 hari, baru diambil oleh ajudannya.

Setelah itu muncul kasus pengrusakan makam yang terjadi kelurahan Mojo, Pasar Kliwon. Gibran datang ke lokasi dan melihat kondisi di pemakaman tersebut, bahkan meminta pihak kepolisian untuk mengusut secara tuntas.

Saat pulang Gibran dari lokasi pemakanan Gibran juga melakukan aksi serupa, meninggalkan mobil dinasnya terparkir di Lapangan Kenteng yang tidak jauh dari lokasi makam. Hal ini bahkan membuat warga sekitar bingung dan mengira jika Bapak Walikota mereka masih ada di lokasi yang belum pulang ke rumah dinas.

Terkait dengan tindakan tersebut, banyak yang mempertanyakan apakah arti dari tindakan unik tersebut. Pasalnya langkah ini belum pernah dilakukan Wali Kota Solo lainnya, apakah ini hanya trik Gibran untuk menjadi lebih dikenal masyarakat atau memang cara Gibran untuk memberikan pembelajaran bagi daerah yang sedang dalam masalah.

Baca juga :  Ganjar Puji Cara Gibran Atasi Pungli di Solo

Gibran tampaknya tidak memberikan jawaban jelas, malahan memberikan teka teki tambahan yang membuat banyak pihak bertanya-tanya. Hal ini dikatakan Gibran saat mengambil kembali mobil dinas Wali Kota Solo yang ditinggal di Lapangan Kenteng, Pasar Kliwon.

“Orang Solo kok ndadak takon ki piye (orang solo kenapa harus bertanya ini bagaimana). Orang solo ki penuh kode dan filosofi. Artekno dhewe (artikan sendiri). Artekno dhewe (artikan sendiri)” ujarnya tegas pada Minggu (27/06/2021).

Belum puas dengan jawaban tersebut, Gibran kembali ditanya terkait dengan teka teki yang diberikan sebelumnya. Hal ini dijelaskan kembali oleh Gibran saat kunjungan dalam vaksinasi massal yang digelar di Balai Kota Solo.

Gibran menjelaskan bahwa generasi muda seharusnya cukup peka dan mengerti tentang nilai-nilai budaya jawa, sekalipun kini hidup modern dalam era teknologi digital. Gibran juga mengingatkan, jangan hanya menggunakan aspek logika atau nalar saja, namun juga perhatikan juga nilai-nilai kebudayaan,. terlebih untuk kebudayaan jawa.

Baca juga :  Baku Tembak Dengan KKB, Kepala BIN Papua Meninggal Dunia

Gibran menambahkan, polemik yang terjadi di Solo ini tidak bisa hanya diselesaikan dengan cara logika dan diproses hukum, namun juga ada pendekatan kejawen, inilah yang diutamakan dilakukan Gibran untuk lebih dekat dengan warga Solo.

Pendekatan ini terbukti lebih efektif, tidak menimbulkan kericuhan dan membuat masyarakat Solo mengerti, bahwa Gibran tahu ada masalah tersebut. Bahkan sengaja meninggalkan mobil dinasnya sebagai tanda, bahkan kondisi ini sudah diketahui dan akan segera ditindak langsung.

Gibran juga menyampaikan, pendekatan ini memang sengaja Ia lakukan dalam rangka lebih mengayomi masyarakat Solo. Bisa jadi tindakan serupa tidak bisa dilakukan pada daerah lain, pasalnya memiliki kultur dan kebudayaan tersendiri. Sedangkan di Solo kebudayaan jawa masih dipegang erat dan menjadi tuntutan bahkan pedoman kuat untuk menjalin hubungan kemasyarakatan.

Apakah langkah ini terbukti efektif? Jika melihat dari dua kasus yang muncul, sudah jelas polemik tersebut bisa terselesaikan dengan baik. Dimana proses hukum tetap berjalan dan masyarakat juga mendapatkan pemahaman dengan kondisi yang terjadi sehingga tidak muncul keinginan untuk main hakim sendiri. (Chairunisa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

Desa Wisata Ini Diprediksi Bakal Hits di Tahun 2022, Yuk Simak Apa Saja Daftarnya

TELENEWS.ID - Banyak solusi ketika Anda ingin mencari destinasi liburan bersama keluarga ataupun teman-teman dengan tema desa wisata. Saat ini trend mengunjungi...

Pemerintah Enggan Rekrut CPNS di Tahun 2022, Ternyata Ini Alasannya

TELENEWS.ID - Banyak informasi mengenai Pemerintah yang tidak akan melakukan perekrutan CPNS di tahun 2022. Kemudian dari aspek penambahan jumlah ASN juga...

Salah Satunya Bikin Awet Muda, 5 Alasan Kamu Harus Pakai Serum Vitamin C Mulai Dari Sekarang!

TELENEWS.ID - Serum menjadi salah satu skincare yang sekarang menjadi salah satu kebutuhan wanita masa kini. Rasanya perawatan wajah tak akan lengkap...

Berkaca Dari Supir Kecelakaan Maut Balikpapan, Ini 5 Tips Agar Tak Bangun Kesiangan

TELENEWS.ID - Berbagai fakta mengejutkan terungkap pasca kecelakaan maut yang terjadi di tanjakan Rapak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (21/1/2022) pagi. Salah satunya,...