Home Gaya hidup Kesehatan Indonesia Tiba-tiba Lockdown Gara-gara Penyakit Kuku dan Mulut ?

Indonesia Tiba-tiba Lockdown Gara-gara Penyakit Kuku dan Mulut ?

TELENEWS.ID – Pada 11 Mei 2022 secara mengejutkan Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada seluruh jajaran menteri untuk mewaspadai penyakit kuku dan mulut (PKM) menular yang berasal dari hewan. Peringatan tersebut disampaikan Presiden Jokowi pada sidang kabinet.

Sebelumnya Presiden Jokowi sudah memperingatkan seluruh jajaran kementerian untuk mewaspadai musim kemarau tahun ini dan selalu memantau adanya penyakit yang timbul di masyarakat. Musim kemarau juga menjadi topik peringatan Presiden Jokowi untuk mengantisipasi adanya kebakaran hutan. Belakangan heboh penyakit baru yaitu penyakit kuku dan mulut yang diduga disebabkan oleh hewan.

melakukan lockdown zonasi dan wilayah, untuk memperluas mutasi penyakit dari pendistribusian hewan ternak antar kabupaten dan antar provinsi. Selanjutnya bersama dengan Kapolri, Kementerian pertanian diminta segera membentuk satgas untuk melakukan pengecekan hewan ternak di Indonesia untuk meminimalisir dan mengontrol penyebaran penyakit ini. Selain itu, Presiden Jokowi juga meminta Kapolri untuk melakukan koordinasi ke seluruh petugas di Indonesia untuk melakukan penawasan ketat pendistribusian hewan ternak terutama dari daerah-daerah yang sudah dinyatakan terkena penyakit kuku dan mulut.

Sebelumnya dikabarkan sejumlah sapi di Jawa Timur mati karena terinfeksi penyakit kuku dan mulut ini. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang paling menular untuk menginfeksi hewan ternak. Sebanyak 1,247 ekor hewan ternak di kabupaten Gersik, Lamongan, Sidoarjo, Mojokerto, dan Aceh Tamiang positif terinfeksi penyakit ini. Penyebaran penyakit ini pun ternyata sudah sampai ke daerah Lombok Tengah, Lombok Barat, Yogyakarta, dan Jawa Barat.

Penyakit ini umumnya menginfeksi hewan dengan tanda kuku hewan yang terbelah dua, seperti kambing, sapi, unta, domba, dan kerbau. Penyakit ini berasal dari virus tipe A dari famili Picornaviridae dengan genus Apthovirus. Adapun gejala pada hewan jika tertular penyakit ini adalah demam tinggi, hipersalivasi, lepuh pada lidah, mulut, jalan pincang, dan akhirnya kuku hewan terlepas sehingga tidak bisa berdiri dan mati.

Baca juga :  Berapa Kali Baiknya Buang Air Besar dalam Sehari? Dokter Ini Punya Jawabannya Plus Tips agar Bisa BAB Rutin

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian, Bambang telah menerbitkan surat edaran kepala badan karantina pertanian nomor 12950/KR.120/K/05/2022 Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap kejadian penyakit kuku dan mulut. Bambang juga sudah memberikan instruksi kepada unit pelaksana teknis (UPT) karantina pertanian di Indonesia untuk meningkatkan pengawasan lalu lintas ternak untuk mencegah dan meminimalisir penyebaran penyakit ini.

Salah satu pencegahan penularan penyakit ini adalah dilakukan karantina dengan masa inkubasi 14 hari sejak timbulnya gejala. Selanjutnya dilakukan sterilisasi dengan desinfektan dan memberikan suplemen kepada seluruh ternak baik yang terinfeksi maupun tidak untuk menjaga dan meningkatkan imunitas.

Baca juga :  Ancaman Siklon Tropis Surigae, 9 Provinsi Diimbau Waspada

Dilansir dari Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur, Pakar Kesehatan Masyarakat Verteriner Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Mustofa Helmi menjelaskan tingkat penularan dari hewan kepada hewan untuk penyakit ini sebesar 100% sedangkan tingkat penularan dari hewan ke manusia sangatlah rendah.

Hal ini dikarenakan virus ini tergolong virus non-zoonosis atau bukan golongan penyakit yang dapat ditularkan hewan kepada manusia. Selain itu daging hewan yang terinfeksi virus ini dan terlanjur dikonsumsi oleh manusia, tetap aman bagi kesehatan manusia sendiri. (Angela Limawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Yoyic Dairy Indonesia

Most Popular

6 Manfaat Batubara Selain Dikenal Barang Tambang Ekspor

TELENEWS.ID - Manfaat batubara tidak hanya sebagai barang ekspor dengan nilai investasi tinggi. Pada dasarnya batubara mampu dijadikan akses bahan bakar pembangkit...

Belajar dari Citra Kirana, Ini Tips Menerima Masa Lalu Pasangan dengan Lapang Dada

TELENEWS.ID - Keputusan Citra Kirana untuk secara terbuka menerima masa lalu sang suami, Rezky Aditya membuat banyak orang salut padanya. Bagaimana tidak...

Waspada, Kebiasaan Mengkonsumsi Zat Ini Bisa Merusak Ususmu

TELENEWS.ID - Makan bukan hanya memasukkan makanan ke dalam mulut dan sekedar membuat perut terasa kenyang saja. Namun kita juga perlu memperhatikan...

Ternyata Bukan Raffi Ahmad yang Akuisisi Saham US Lecce

TELENEWS.ID – Sejak 27 Mei kemarin pemberitaan di Indonesia heboh dengan kabar bahwa Raffi Ahmad membeli saham club sepak bola asal Italia,...