Home Gaya hidup Inilah 5 Perusahaan Asing Pemasok Vaksin Covid-19 di Indonesia

Inilah 5 Perusahaan Asing Pemasok Vaksin Covid-19 di Indonesia

TELENEWS.ID – 1,2 juta dosis vaksin corona Sinovac yang berasal dari China telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12). Selain dalam bentuk jadi, bahan baku vaksin juga akan didatangkan. Sebanyak 15 juta dosis tiba pada Desember ini dan 30 juta dosis pada Januari 2021 yang akan diproses lebih lanjut oleh Bio Farma, salah satu BUMN produsen vaksin.

Diketahui, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pemesan vaksin Covid-19 yang diproduksi di beberapa negara.

Sebut saja vaksin Sinovac, Sinopharm, G-42, Gavi Covax, Genexine, dan yang terbaru vaksin Astra Zeneca serta Imperial College London ikut masuk dalam daftar belanja vaksin pemerintah.

Menurut data Bappenas, hingga akhir 2021, Indonesia telah menandatangani nota kesepakatan impor sebanyak 397,3 juta dosis vaksin.

“Pemerintah telah menurunkan Keputusan Presiden mengenai pengadaan vaksin. Diperkirakan 160 juta dosis akan didatangkan secara bertahap hingga tahun 2022,” demikian jelas Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Terawan tetapkan 6 vaksin Coronas yang bisa dipakai di Indonesia. Di antaranya masih ada yang dalam tahap uji klinis III.

6 vaksin itu adalah:

  1. Vaksin yang diproduksi BUMN Farmasi, Bio Farma.
  2. AstraZeneca, vaksin asal Inggris dan Swedia.
  3. Sinopharm, vaksin asal China, grup farmasi nasional China.
  4. Moderna, perusahaan farmasi yang berbasis di Massachusetts, Amerika Serikat.
  5. Pfizer Inc and BioNThech, vaksin asal perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.
  6. Sinovac, vaksin perusahaan asal China.

Sementara itu holding BUMN Farmasi Indonesia, PT Bio Farma akan menjadi salah satu produsen Covid-19 untuk global yang disponsori oleh Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI), sebuah koalisi pemerintah dan swasta yang bertujuan untuk memutus mata rantai pandemi dengan mempercepat pengembangan vaksin. CEPI berkantor pusat di Norwegia.

“Ada sekitar 12 hingga 13 vaksin yang masuk dalam daftar, sedang dilakukan uji klinis yang salah satunya akan diserahkan ke Bio Farma untuk diproduksi”, jelas Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir.

Baca juga :  Solusi untuk Rambut Panjang yang Rontok

Uji klinis yang dilakukan di Bandung, merupakan bagian dari uji klinis global. Rencananya, produksi vaksin tersebut akan dimulai pada awal tahun 2021 mendatang.

Ditargetkan Bio Farma akan memproduksi 16 – 17 juta vaksin Covid-19 Sinovac setiap bulannya. Distribusinya dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.

Sementara itu, salah satu perusahaan farmasi swasta, PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBIO), juga turut membantu pemerintah dalam pengadaan vaksin Covid-19 yang akan diedarkan di Indonesia.

Perusahaan joint venture atau Penanaman Modal Asing (PMA) ini sudah memulai pembangunan pabriknya di Serang Banten. JBIO akan mengembangkan vaksin yang didatangkan dari Tiongkok, yaitu dari perusahaan Anhui Zhifei Longcom, yang termasuk salah satu vaksin daftar rujukan WHO.

Direktur Utama JBIO Mahendra Suhardono, saat hadir dalam acara peluncuran pabrik di Serang Banten, menjelaskan bahwa vaksin Covid-19 tersebut telah melewati fase uji klinis 1 dan 2 di negara asalnya. Saat tiba di Indonesia, nantinya vaksin Covid-19 tersebut juga akan melalui uji klinis tahap ke 3 di Unpad Bandung dan RSCM Jakarta.

Baca juga :  Bahayanya Hand Sanitizer untuk Anak-Anak

Rencananya pabrik akan dibangun selama 2 tahun. Dan selain menyediakan vaksin Covid-19, pabrik JBIO juga memproduksi biofarmasi lain, seperti Biosimilar dan sediaan biologi lainnya.

Mahendra juga mengatakan, bersamaan dengan proses pembangunan pabrik, pihaknya juga sudah mulai mengajukan proses uji klinis tahap ke 3 kepada BPOM.

Selain untuk masyarakat Indonesia, vaksin Covid-19 yang disiapkan pihak JBIO tersebut, nantinya juga akan di ekspor ke negara-negara berkembang lainnya.

Vaksin Covid-19 yang disiapkan JBIO disebut akan mengikuti aturan standar mutu Internasional yang dikeluarkan BPOM RI dan WHO.

Dengan nilai investasi mencapai 500 miliar rupiah, pabrik ini dibangun di atas lahan seluas 1,4 hektar di kawasan Industri Modern Cikande Serang, Banten.

Penulis: Dwi Eppy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Dispatch Bongkar Rahasia Kencan Idol Korea

TELENEWS.ID - Bagi kamu pecinta industri hiburan Korea tentu sudah tidak asing dengan media yang cukup fenomenal yakni Dispatch. Layaknya Lambe Turah...

Maeda Tadashi, Samurai Jepang yang Membantu Kemerdekaan Indonesia

TELENEWS.ID - Kemerdekaan Republik Indonesia tidak lepas dari peran penting beberapa tokoh tanah air yang ingin bebas dari belenggu penjajah. Namun, jangan...

Pemprov DKI Menghentikan Pembiayaan Ajang Formula E

TELENEWS.ID - Penyelenggaraan Formula E yang sedianya dilaksanakan tahun ini harus tertunda akibat adanya pandemi Covid-19. Tidak kunjung mendapatkan kejelasan, pihak DKI...

Pengadaan Rapid Test, Pemprov DKI Melakukan Pemborosan 1,19 Miliar

TELENEWS.ID - BPK merilis Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) mengenai laporan keuangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hasilnya, dalam laporan tersebut Pemprov DKI Jakarta...